Wisata Alam

Taman Nasional Berbak dan Sembilang

di Banyuasin, Sumatera Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menjelajahi Taman Nasional Berbak dan Sembilang: Surga Lahan Basah Terbesar di Asia Tenggara

Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) merupakan mahakarya alam yang terletak di pesisir Timur Pulau Sumatera. Secara administratif, wilayah Sembilang berada di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, sementara wilayah Berbak berada di Provinsi Jambi. Penggabungan kedua kawasan ini melalui Keputusan Menteri LHK pada tahun 2016 menjadikannya salah satu kawasan konservasi lahan basah paling krusial di dunia, yang kini diakui sebagai Situs Ramsar dan Cagar Biosfer dunia oleh UNESCO.

#

Lanskap Estuari dan Ekosistem Mangrove yang Megah

Karakteristik utama Taman Nasional Berbak dan Sembilang adalah bentang alamnya yang didominasi oleh hutan mangrove, hutan rawa air tawar, dan hutan rawa gambut. Wilayah Sembilang di Banyuasin dikenal memiliki hamparan hutan mangrove terluas di Indonesia bagian barat. Ekosistem ini bukan sekadar deretan pepohonan, melainkan benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi serta menjadi tempat pemijahan alami bagi berbagai biota laut.

Pemandangan di TNBS sangat unik; pengunjung akan disuguhi labirin sungai-sungai besar seperti Sungai Sembilang dan Sungai Lalan yang membelah hutan bakau yang rapat. Saat air surut, muncul hamparan lumpur luas (mudflats) yang menjadi panggung utama bagi kehidupan liar. Perpaduan antara warna hijau pekat dari tajuk mangrove, cokelat keemasan dari sungai beraliran sedimen, dan biru langit menciptakan palet warna alam yang dramatis dan tak terlupakan.

#

Keanekaragaman Hayati: Rumah bagi Sang Raja dan Migran Langit

TNBS adalah benteng terakhir bagi berbagai spesies terancam punah. Di dalam rimbunnya hutan rawa, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) masih berkeliaran, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu koridor konservasi kucing besar tersebut di Sumatera. Selain itu, kawasan ini adalah habitat penting bagi Tapir, Kucing Bakau, dan Buaya Muara yang sering terlihat berjemur di tepian sungai.

Namun, daya tarik paling fenomenal dari Sembilang adalah perannya sebagai titik singgah utama dalam Jalur Terbang Asia Timur-Australasia. Setiap tahun, puluhan ribu burung migran dari Siberia dan Alaska terbang ribuan kilometer untuk mencari makan di hamparan lumpur Sembilang. Spesies ikonik seperti Burung Undan Putih (Pelecanus onocrotalus) dan berbagai jenis burung pantai menjadikannya surga bagi para pengamat burung (birdwatchers) dunia. Kehadiran burung-burung ini mengubah pantai Sembilang menjadi pemandangan yang hidup dengan kepakan sayap dan suara kicauan yang riuh.

#

Aktivitas Wisata dan Pengalaman Luar Ruangan

Mengunjungi Taman Nasional Berbak dan Sembilang menawarkan pengalaman petualangan yang autentik dan jauh dari keramaian kota.

1. Menyusuri Sungai dan Labirin Mangrove: Dengan menggunakan perahu motor atau speedboat, wisatawan dapat menyusuri sungai-sungai berkelok. Pengalaman ini memungkinkan pengunjung melihat langsung formasi akar tunjang mangrove yang artistik serta mengamati monyet ekor panjang atau elang laut yang sedang mengintai mangsa.

2. Pengamatan Burung Migran: Ini adalah aktivitas unggulan di Sembilang. Pengunjung dapat menggunakan teropong dari atas perahu atau dari pos pengamatan untuk melihat koloni burung migran yang menutupi hamparan lumpur.

3. Wisata Budaya Nelayan Sungsang: Sebelum memasuki kawasan inti taman nasional, wisatawan biasanya akan melewati Desa Sungsang. Di sini, pengunjung dapat berinteraksi dengan komunitas nelayan lokal, melihat proses pembuatan krupuk kemplang, dan menikmati kuliner laut segar yang menjadi ciri khas Banyuasin.

4. Fotografi Alam Liar: Lanskap matahari terbenam di estuari Sembilang, dengan siluet pohon bakau dan burung-burung yang kembali ke sarang, memberikan komposisi visual yang luar biasa bagi para fotografer.

#

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu kunjungan sangat menentukan pengalaman yang akan didapatkan di TNBS. Untuk menyaksikan fenomena burung migran secara maksimal, waktu terbaik adalah antara bulan Oktober hingga Maret. Puncak migrasi biasanya terjadi pada bulan November dan Desember.

Jika tujuan utama adalah untuk menyusuri sungai dan menikmati kejernihan ekosistem tanpa gangguan hujan lebat, bulan Juni hingga Agustus (musim kemarau) adalah pilihan yang tepat. Namun, perlu diingat bahwa sebagai kawasan lahan basah, kelembapan udara di sini selalu tinggi sepanjang tahun.

#

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Sebagai Situs Ramsar, Taman Nasional Berbak dan Sembilang memikul tanggung jawab internasional dalam menjaga kelestarian lahan basah. Tantangan utama yang dihadapi adalah perambahan hutan, kebakaran lahan gambut, dan perburuan liar. Upaya konservasi dilakukan secara kolaboratif antara pengelola taman nasional, masyarakat lokal, dan organisasi internasional.

Wisatawan yang berkunjung diharapkan menerapkan prinsip Low Impact Tourism. Hal ini mencakup larangan membuang sampah di perairan, tidak mengganggu satwa dengan suara bising, serta mengikuti jalur yang telah ditentukan oleh petugas taman nasional. Keberadaan ekosistem ini sangat vital sebagai penyerap karbon (carbon sink) yang membantu memitigasi perubahan iklim global.

#

Aksesibilitas dan Fasilitas

Menjangkau Taman Nasional Berbak dan Sembilang memerlukan perencanaan yang matang. Pintu masuk utama dari sisi Sumatera Selatan adalah melalui Kota Palembang. Dari Palembang, perjalanan dilanjutkan menuju pelabuhan di daerah Sungsang, Kabupaten Banyuasin, menggunakan kendaraan darat selama sekitar 2 jam.

Dari Sungsang, perjalanan hanya bisa dilanjutkan menggunakan transportasi air seperti speedboat atau perahu ketek selama 1,5 hingga 3 jam, tergantung pada lokasi tujuan di dalam taman nasional. Fasilitas di dalam kawasan masih terbatas pada pos-pos jaga kehutanan dan beberapa wisma tamu sederhana di pusat informasi. Sangat disarankan bagi pengunjung untuk membawa perbekalan yang cukup, obat-obatan pribadi, serta menggunakan jasa pemandu lokal atau petugas taman nasional demi keamanan dan kenyamanan selama penjelajahan.

Taman Nasional Berbak dan Sembilang bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah perjalanan ke jantung pertahanan alam Sumatera. Keindahan mentah dari rawa-rawa dan simfoni burung migran di sini menawarkan perspektif baru tentang betapa berharganya keseimbangan ekosistem bagi masa depan bumi. Bagi para pencinta alam sejati, Sembilang adalah destinasi wajib yang menawarkan keheningan yang megah dan kehidupan liar yang murni.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Pesisir Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
entrance fee
Rp 5.000 - Rp 10.000 (Domestik)
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Banyuasin

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Banyuasin

Pelajari lebih lanjut tentang Banyuasin dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Banyuasin