Bangunan Ikonik

Masjid Agung Baiturrahman Buntok

di Barito Selatan, Kalimantan Tengah

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Baiturrahman Buntok: Ikon Spiritualitas Barito Selatan

Masjid Agung Baiturrahman Buntok berdiri bukan sekadar sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai simbol kemajuan peradaban dan identitas visual Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Terletak strategis di jantung kota Buntok, masjid ini memadukan estetika Timur Tengah yang megah dengan adaptasi lingkungan tropis Kalimantan, menciptakan sebuah mahakarya arsitektur yang mendominasi cakrawala kota.

#

Filosofi Desain dan Gaya Arsitektur

Secara visual, Masjid Agung Baiturrahman mengadopsi gaya arsitektur Islam modern yang menekankan pada kemegahan struktur kubah dan menara. Desainnya mencerminkan keterbukaan dan kemuliaan, yang terlihat dari pemilihan warna dominan putih dan aksen emas yang menyelimuti eksterior bangunan. Penggunaan warna putih melambangkan kesucian, sementara ornamen emas memberikan kesan kewibawaan dan kemakmuran bagi masyarakat Barito Selatan.

Struktur utama masjid ini ditandai dengan satu kubah besar di bagian tengah yang dikelilingi oleh beberapa kubah pendamping yang lebih kecil. Desain kubah ini mengingatkan pada gaya arsitektur masjid-masjid di kawasan Levant dan Usmaniyah, namun telah disesuaikan dengan teknologi material modern. Permukaan kubah seringkali dihiasi dengan motif geometris islami yang sangat detail, menunjukkan ketelitian dalam pengerjaan artistiknya.

#

Konteks Historis dan Pembangunan

Pembangunan Masjid Agung Baiturrahman merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas ibadah yang representatif bagi umat Muslim di Buntok sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan (Islamic Center). Sejarah pembangunannya tidak lepas dari aspirasi masyarakat lokal yang menginginkan adanya bangunan ikonik yang dapat dibanggakan.

Proses konstruksinya melibatkan koordinasi antara arsitek lokal dan konsultan bangunan yang memahami karakteristik tanah rawa khas Kalimantan Tengah. Mengingat kondisi geografis Barito Selatan yang banyak memiliki lahan gambut dan berair, fondasi masjid ini menggunakan teknologi pancang yang sangat dalam untuk memastikan stabilitas struktur bangunan yang sangat berat tersebut. Hal ini menjadi salah satu prestasi teknik sipil dalam pembangunan gedung publik di wilayah tersebut.

#

Elemen Struktural dan Inovasi Arsitektur

Salah satu fitur paling mencolok dari Masjid Agung Baiturrahman adalah keberadaan menara-menaranya yang menjulang tinggi. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat meletakkan pengeras suara untuk azan, tetapi juga sebagai "landmark" atau titik orientasi bagi siapa saja yang memasuki kota Buntok. Desain menaranya ramping dengan puncak yang runcing, memberikan keseimbangan visual terhadap volume kubah yang masif.

Pada bagian interior, pengunjung akan disambut dengan ruang utama yang luas tanpa banyak kolom penyangga di tengah. Inovasi struktur bentang lebar ini memungkinkan saf salat tidak terputus, memberikan kesan ruang yang tak terhingga dan khusyuk. Langit-langit di bawah kubah utama dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur'an dan lampu gantung (chandelier) kristal berukuran besar yang menjadi pusat perhatian estetika interior.

Sistem penghawaan di dalam masjid juga dirancang secara cerdas. Meskipun menggunakan pendingin udara modern, arsitektur masjid tetap menyertakan jendela-jendela tinggi dan ventilasi yang memungkinkan sirkulasi udara alami tetap terjaga, sebuah adaptasi penting terhadap iklim tropis Kalimantan yang lembap.

#

Detail Ornamen dan Materialitas

Detail adalah kekuatan utama dari Masjid Agung Baiturrahman. Penggunaan marmer pada lantai dan sebagian dinding memberikan efek sejuk dan mewah. Pada bagian mihrab (tempat imam memimpin salat), terdapat dekosari yang sangat rumit, memadukan seni ukir kayu khas lokal dengan pola geometris Arabesque. Perpaduan ini secara halus menyiratkan akulturasi budaya, di mana nilai-nilai Islam yang universal bersanding dengan sentuhan lokal Barito.

Pintu-pintu masjid dibuat berukuran besar dengan material kayu berkualitas tinggi atau logam tempa yang dipercantik dengan ukiran islami. Setiap elemen, mulai dari railing tangga hingga pola ubin di area wudu, dipikirkan secara matang untuk menunjang pengalaman estetis para jemaah.

#

Signifikansi Budaya dan Sosial

Bagi masyarakat Barito Selatan, Masjid Agung Baiturrahman adalah "Jantung Kota". Masjid ini bukan hanya tempat salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat perayaan hari besar Islam seperti Idulfitri dan Iduladha, serta lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten maupun provinsi.

Secara sosial, keberadaan masjid ini meningkatkan harga diri kota Buntok. Area halaman masjid yang luas sering kali menjadi ruang publik bagi warga untuk berinteraksi secara positif. Arsitekturnya yang fotogenik juga menjadikannya destinasi wisata religi bagi wisatawan yang melintasi jalur trans-Kalimantan, memberikan dampak ekonomi tidak langsung bagi pedagang di sekitar kawasan masjid.

#

Pengalaman Pengunjung dan Fungsi Saat Ini

Memasuki kawasan Masjid Agung Baiturrahman, pengunjung akan merasakan transisi dari kebisingan kota menuju suasana yang tenang dan sakral. Area parkir yang tertata rapi dan taman yang menghijau di sekeliling masjid memberikan kesan asri. Pada malam hari, sistem pencahayaan (lighting) masjid dirancang sedemikian rupa sehingga bangunan ini memancarkan cahaya yang indah, memantul pada permukaan kubah dan menaranya, menciptakan pemandangan yang dramatis di tepi sungai Barito.

Fasilitas pendukung di dalam kompleks masjid juga sangat lengkap, mencakup ruang pertemuan, perpustakaan mini, dan sarana pendidikan agama. Hal ini menjadikan Baiturrahman sebagai institusi yang melampaui fungsi bangunan fisik, yakni sebagai pusat pemberdayaan umat.

#

Kesimpulan

Masjid Agung Baiturrahman Buntok adalah bukti nyata bagaimana arsitektur dapat menyatukan fungsi, estetika, dan identitas daerah. Melalui desainnya yang megah, inovasi struktur yang adaptif terhadap lahan Kalimantan, dan detail ornamen yang kaya, masjid ini telah mengukuhkan posisinya sebagai ikon arsitektur di Kalimantan Tengah. Ia berdiri tegak sebagai monumen iman yang tidak hanya memuliakan Sang Pencipta, tetapi juga memperindah lanskap budaya Barito Selatan untuk generasi yang akan datang.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Pelita Raya, Buntok, Kecamatan Dusun Selatan
entrance fee
Gratis
opening hours
24 Jam (Untuk ibadah)

Tempat Menarik Lainnya di Barito Selatan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Barito Selatan

Pelajari lebih lanjut tentang Barito Selatan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Barito Selatan