Bengkulu Selatan
CommonDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Perkembangan Bengkulu Selatan: Dari Marga hingga Kabupaten Modern
Bengkulu Selatan merupakan salah satu pilar sejarah terpenting di Provinsi Bengkulu. Secara geografis, wilayah seluas 1.203,77 km² ini terletak di bagian barat Pulau Sumatera. Meskipun memiliki garis pantai yang panjang di sepanjang Samudera Hindia, pusat pemerintahan dan identitasnya sangat kental dengan karakteristik agraris dan pedalaman yang berbatasan langsung dengan lima wilayah tetangga: Kabupaten Seluma, Kaur, Lahat (Sumatera Selatan), Pagar Alam (Sumatera Selatan), dan Empat Lawang.
##
Akar Prasejarah dan Era Kedatuan
Jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah Bengkulu Selatan dihuni oleh suku bangsa Melayu Tengah, khususnya suku Serawai dan suku Pasemah. Sistem sosial masyarakat saat itu berbasis pada "Marga" yang dipimpin oleh seorang Pasirah. Salah satu peninggalan prasejarah yang menonjol adalah situs megalitikum di dataran tinggi yang berbatasan dengan Sumatera Selatan, menunjukkan bahwa wilayah ini telah menjadi pusat peradaban sejak zaman batu besar.
##
Masa Kolonialisme: Inggris dan Belanda
Sejarah Bengkulu Selatan tidak dapat dipisahkan dari kehadiran Inggris melalui British East India Company (EIC) pada tahun 1685. Berdasarkan Traktat London 1824, Inggris menyerahkan wilayah Bencoolen kepada Belanda. Di bawah pemerintahan Hindia Belanda, Bengkulu Selatan dikenal sebagai bagian dari Afdeeling Lais en Kawoer. Manna, yang kini menjadi ibu kota kabupaten, tumbuh sebagai pusat perdagangan lada dan cengkeh. Tokoh lokal mulai mengonsolidasikan kekuatan untuk melawan kebijakan tanam paksa dan monopoli perdagangan yang diterapkan kompeni.
##
Era Perjuangan Kemerdekaan
Memasuki abad ke-20, semangat nasionalisme membara di Bengkulu Selatan. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), wilayah ini menjadi basis pertahanan penting. Setelah proklamasi kemerdekaan, Bengkulu Selatan resmi dibentuk sebagai kabupaten berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1956. Salah satu momen heroik yang tercatat adalah pertempuran di sekitar jembatan-jembatan strategis untuk menghalau agresi militer Belanda yang ingin merebut kembali wilayah perkebunan subur di Manna dan sekitarnya.
##
Warisan Budaya dan Identitas Lokal
Bengkulu Selatan memiliki kekayaan budaya yang unik, seperti tari Andun yang melambangkan kebersamaan dan rasa syukur. Tradisi sastra lisan Rejung juga menjadi media penyampaian sejarah dan nilai moral antar generasi. Salah satu situs bersejarah yang masih tegak adalah Meriam Honisuit, sebuah meriam besar peninggalan Jepang yang terletak di Bundaran Kantor Bupati, menjadi simbol ketangguhan masyarakat lokal dalam menghadapi penjajahan.
##
Perkembangan Modern
Seiring berjalannya waktu, Bengkulu Selatan mengalami beberapa kali pemekaran wilayah yang melahirkan Kabupaten Kaur dan Kabupaten Seluma pada tahun 2003. Meski luas wilayahnya berkurang, Bengkulu Selatan tetap menjadi sentra produksi padi dan sawit yang vital bagi Provinsi Bengkulu. Integrasi sejarah lokal dengan pembangunan modern terlihat dari pelestarian rumah adat Bubungan Lima dan upaya pemerintah daerah dalam menjadikan Manna sebagai kota transit yang menghubungkan lintas barat Sumatera dengan wilayah pedalaman pegunungan. Sejarah panjang dari sistem Marga hingga menjadi kabupaten modern mencerminkan daya adaptasi masyarakat Bengkulu Selatan yang dinamis namun tetap memegang teguh adat istiadat.
Geography
#
Geografi dan Bentang Alam Bengkulu Selatan
Bengkulu Selatan merupakan salah satu kabupaten penting di Provinsi Bengkulu yang memiliki karakteristik geografis unik. Terletak di bagian barat Provinsi Bengkulu, wilayah ini mencakup luas daratan sekitar 1.203,77 km². Secara administratif, kabupaten ini berbatasan langsung dengan lima wilayah tetangga, yaitu Kabupaten Seluma di utara, Kabupaten Kaur di selatan, Provinsi Sumatera Selatan di timur (Kabupaten Lahat dan Pagar Alam), serta Samudra Hindia di sisi barat. Meskipun memiliki garis pantai, konsentrasi pemukiman dan aktivitas agrarisnya banyak didominasi oleh bentang alam daratan yang bervariasi.
##
Topografi dan Fitur Terestrial
Topografi Bengkulu Selatan sangat dinamis, mulai dari dataran rendah di sepanjang pesisir hingga perbukitan dan pegunungan di bagian timur yang merupakan bagian dari rangkaian Bukit Barisan. Wilayah ini dicirikan oleh lembah-lembah subur yang membelah perbukitan, menciptakan sistem drainase alami yang kompleks. Salah satu fitur geografis yang paling menonjol adalah keberadaan Sungai Manna dan Sungai Air Kedurang. Sungai-sungai ini bukan sekadar aliran air, melainkan urat nadi transportasi tradisional dan sumber irigasi utama bagi persawahan penduduk. Di wilayah hulu, terdapat jeram-jeram yang menunjukkan kemiringan lereng yang cukup curam sebelum mengalir tenang menuju muara.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Bengkulu Selatan memiliki iklim tropis basah dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun. Pola musim sangat dipengaruhi oleh angin muson, di mana musim penghujan biasanya berlangsung dari Oktober hingga April, sementara musim kemarau yang relatif singkat terjadi antara Mei hingga September. Tingginya curah hujan di kawasan ini didorong oleh posisinya yang berada di lereng barat Bukit Barisan, yang memicu fenomena hujan orografis. Kelembapan udara rata-rata berkisar antara 80-90%, dengan suhu udara yang bervariasi antara 23°C di kawasan perbukitan hingga 32°C di dataran rendah.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Kekayaan alam Bengkulu Selatan sangat melimpah, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Tanah vulkanik yang subur menjadikan wilayah ini sebagai penghasil utama kopi, lada, dan kelapa sawit. Di sektor kehutanan, wilayah timur yang berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menjadi zona ekologis penting. Zona ini merupakan habitat bagi flora langka seperti Rafflesia arnoldii dan fauna endemik seperti Harimau Sumatera. Keragaman hayati di hutan hujan tropisnya mencakup berbagai jenis kayu komersial dan tanaman obat yang masih terjaga.
##
Koordinat dan Zonasi Ekologis
Secara astronomis, Bengkulu Selatan terletak di antara 4°09'–4°33' Lintang Selatan dan 102°48'–103°15' Bujur Timur. Zonasi ekologisnya terbagi menjadi zona pesisir yang kaya akan ekosistem mangrove dan zona dataran tinggi yang berfungsi sebagai kawasan tangkapan air (catchment area). Keberadaan Hutan Lindung Raja Mandara menjadi salah satu benteng konservasi yang menjaga keseimbangan hidrologis wilayah ini agar terhindar dari ancaman degradasi lahan dan banjir di wilayah hilir.
Culture
#
Kekayaan Budaya Bengkulu Selatan: Warisan Luhur di Bumi Sekundang Setungguan
Bengkulu Selatan, dengan ibu kota Manna, merupakan jantung kebudayaan suku Serawai yang memegang teguh filosofi "Sekundang Setungguan"—sebuah prinsip gotong royong dan kebersamaan yang mendalam. Wilayah seluas 1203,77 km² ini menyimpan kekayaan tradisi yang unik, membedakannya dari wilayah pesisir lainnya meskipun secara geografis berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sisi barat.
##
Tradisi dan Adat Istiadat: Bimbang Adat
Kehidupan sosial masyarakat Bengkulu Selatan berpusat pada sistem Bimbang Adat. Salah satu tradisi yang paling terjaga adalah Bimbang Gedang, sebuah perhelatan adat besar untuk merayakan pernikahan atau pemberian gelar. Dalam prosesi ini, nilai-nilai kekeluargaan diuji melalui musyawarah mufakat. Terdapat pula tradisi Ndurung, yaitu kegiatan menangkap ikan bersama-sama di sungai menggunakan jaring tradisional yang disebut Tangkur, yang mencerminkan harmoni antara manusia dan alam.
##
Kesenian: Tari Andun dan Sastra Lisan
Ikon seni pertunjukan yang paling termasyhur adalah Tari Andun. Tarian ini bukan sekadar gerak estetis, melainkan sarana bagi pemuda-pemudi (Bujang Gadis) untuk saling mengenal dalam balutan norma adat yang ketat. Selain itu, Bengkulu Selatan memiliki tradisi sastra lisan Rejung, yaitu seni berdendang yang berisi nasihat kehidupan, kisah cinta, atau kritik sosial. Alat musik pengiringnya biasanya berupa biola atau akordeon, menciptakan perpaduan melodi Melayu yang melankolis namun kuat.
##
Kuliner Khas: Pendap dan Gulai Ikan Patin
Dunia kuliner Bengkulu Selatan menawarkan cita rasa yang berani. Pendap adalah primadona yang telah menasional; ikan yang dibumbui rempah kaya (kelapa parut, lengkuas, cabai) dibungkus berlapis-lapis daun talas, kemudian direbus selama delapan jam hingga teksturnya lembut dan bumbunya meresap sempurna. Selain itu, Gulai Ikan Patin dan Lema—makanan hasil fermentasi rebung yang dicampur ikan—memberikan aroma dan rasa asam pedas yang sangat spesifik bagi lidah masyarakat Serawai.
##
Bahasa dan Dialek Serawai
Masyarakat setempat menggunakan bahasa Serawai. Keunikannya terletak pada akhiran kata yang dominan menggunakan vokal "au" atau "o". Misalnya, kata "ke mana" menjadi "ke mano". Penggunaan dialek ini menjadi identitas pemersatu yang kuat, terutama saat melakukan tradisi Betahlil atau pertemuan adat.
##
Busana dan Tekstil Tradisional
Dalam upacara resmi, kaum pria mengenakan jas tutup dengan kain sarung yang dililitkan di pinggang (kain tumpal), dilengkapi dengan penutup kepala bernama Detar. Kaum wanita mengenakan kebaya panjang dengan kain songket berkualitas tinggi yang ditenun dengan motif flora, mencerminkan keanggunan dan kehormatan.
##
Praktik Religi dan Festival
Meskipun mayoritas penduduk beragama Islam, praktik budaya tetap bercampur dengan kearifan lokal. Perayaan hari besar Islam seringkali dibarengi dengan ritual syukuran panen atau doa bersama di rumah adat. Festival tahunan seperti Festival Ayiak Manna menjadi ajang unjuk gigi bagi berbagai komunitas budaya untuk menampilkan perlombaan rakit tradisional dan pameran kerajinan tangan khas seperti anyaman bambu dan rotan. Sinergi antara adat dan agama inilah yang menjaga stabilitas sosial di Bengkulu Selatan tetap harmonis hingga saat ini.
Tourism
Menjelajahi Pesona Tersembunyi Bengkulu Selatan: Gerbang Alam dan Budaya
Bengkulu Selatan, sebuah kabupaten strategis di bagian barat Provinsi Bengkulu, menawarkan pesona wisata yang autentik dan belum banyak terjamah. Meskipun secara administratif memiliki luas wilayah sekitar 1.203,77 km², daerah ini menjadi titik temu budaya dan alam yang unik karena berbatasan langsung dengan lima wilayah tetangga, menjadikannya pusat persinggahan yang kaya akan keberagaman tradisi Bumi Sekundang Setungguan.
#
Keajaiban Alam: Dari Gemuruh Air Terjun hingga Perbukitan Hijau
Daya tarik utama Bengkulu Selatan terletak pada topografinya yang dramatis. Salah satu destinasi ikonik adalah Air Terjun Geluguran yang menawarkan kesegaran air pegunungan di tengah hutan tropis yang rimbun. Bagi pencinta panorama ketinggian, Lubuk Langkap menyajikan pemandangan sungai jernih dengan latar belakang perbukitan hijau yang menenangkan. Uniknya, meski dikenal dengan garis pantai di beberapa titik administratifnya, sisi pedalaman Bengkulu Selatan lebih menonjolkan wisata sungai dan agrowisata yang jarang ditemukan di tempat lain.
#
Warisan Budaya dan Jejak Sejarah
Secara kultural, Bengkulu Selatan adalah rumah bagi masyarakat Suku Serawai yang memegang teguh adat istiadat. Pengunjung dapat mengeksplorasi situs bersejarah seperti Meriam Honisuit, meriam peninggalan Inggris yang menjadi saksi bisu perjuangan kolonial di tanah Bengkulu. Selain itu, arsitektur rumah adat "Bubungan Lima" yang dimodifikasi secara lokal memberikan wawasan tentang kecerdasan arsitektur tradisional dalam beradaptasi dengan iklim tropis.
#
Petualangan dan Pengalaman Luar Ruang
Bagi jiwa petualang, menyusuri Sungai Manna dengan aktivitas arung jeram (rafting) adalah pengalaman wajib. Jeram-jeram di sungai ini menawarkan tingkat kesulitan yang menantang namun tetap aman bagi pemula. Selain itu, trekking menuju kawasan hutan lindung untuk mencari bunga raksasa Rafflesia Arnoldii saat musim mekar (biasanya antara Agustus hingga November) memberikan sensasi eksklusif melihat salah satu keajaiban botani dunia di habitat aslinya.
#
Gastronomi: Cita Rasa Autentik
Wisata kuliner di Bengkulu Selatan didominasi oleh olahan tradisional yang kaya rempah. Anda wajib mencicipi Pendap, ikan yang dibumbui rempah khusus dan dibalut daun talas, lalu dikukus hingga delapan jam. Rasanya yang gurih dan pedas sangat cocok dinikmati dengan nasi hangat. Jangan lewatkan pula Lemang Tapai, ketan yang dimasak dalam bambu, yang sering menjadi hidangan istimewa dalam upacara adat.
#
Akomodasi dan Keramahtamahan Lokal
Kota Manna, sebagai pusat pemerintahan, menyediakan berbagai pilihan akomodasi mulai dari hotel melati hingga penginapan yang nyaman dengan fasilitas modern. Masyarakat setempat dikenal dengan filosofi Sekundang Setungguan, yang mengedepankan gotong royong dan keramahan terhadap pendatang. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau antara bulan Juni hingga September, di mana akses menuju air terjun dan jalur pendakian berada dalam kondisi terbaik.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Bengkulu Selatan
Kabupaten Bengkulu Selatan, yang terletak di bagian barat Provinsi Bengkulu, merupakan wilayah strategis dengan luas daratan mencapai 1.203,77 km². Meskipun secara geografis berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sisi baratnya, karakteristik ekonomi wilayah ini sangat didominasi oleh sektor agraris dan perkebunan darat yang kuat. Sebagai daerah yang berbatasan dengan lima wilayah tetangga—termasuk Seluma, Kaur, dan provinsi Sumatera Selatan—Bengkulu Selatan berperan sebagai titik penghubung ekonomi lintas provinsi.
##
Sektor Pertanian dan Perkebunan Unggulan
Pilar utama perekonomian Bengkulu Selatan bertumpu pada sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet. Komoditas sawit menjadi penggerak utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan keberadaan beberapa pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Selain sawit, wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Bengkulu, terutama di Kecamatan Kedurang dan Seginim yang memiliki sistem irigasi teknis yang mapan. Uniknya, Bengkulu Selatan juga memiliki potensi kopi robusta yang khas di area perbukitan yang berbatasan dengan Bukit Barisan.
##
Industri Pengolahan dan Kerajinan Lokal
Sektor industri di Bengkulu Selatan didominasi oleh industri pengolahan pakan ternak dan pengolahan hasil pertanian. Dalam skala menengah dan kecil, industri kreatif berbasis kearifan lokal mulai berkembang pesat. Salah satu produk kebanggaan daerah adalah Kain Batik Sekundang, yang motifnya merepresentasikan nilai gotong royong masyarakat setempat. Selain itu, produksi pangan olahan seperti Lempuk Durian (dodol durian) dan Pendap menjadi komoditas ekonomi kreatif yang menembus pasar nasional, memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelaku UMKM.
##
Sektor Kelautan dan Pariwisata
Walaupun fokus daratan sangat kuat, posisi pesisirnya memberikan kontribusi melalui ekonomi maritim. Nelayan di kawasan Pantai Pasar Bawah dan sekitarnya berkontribusi pada penyediaan protein hewani dan perdagangan ikan segar. Di sektor pariwisata, Pantai Pasar Bawah dan Lubuk Sepit menjadi magnet ekonomi baru yang mendorong tumbuhnya sektor jasa, perhotelan, dan kuliner. Pengembangan desa wisata berbasis alam di hulu sungai juga mulai dilirik sebagai diversifikasi sumber pendapatan daerah.
##
Infrastruktur dan Ketenagakerjaan
Pemerintah daerah fokus pada peningkatan infrastruktur jalan lintas barat Sumatera untuk memperlancar arus distribusi logistik menuju Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu maupun ke arah Lampung. Tren ketenagakerjaan menunjukkan pergeseran dari sektor pertanian primer menuju sektor jasa dan perdagangan, seiring dengan meningkatnya urbanisasi di Kota Manna sebagai pusat bisnis. Tantangan utama yang dihadapi adalah hilirisasi produk pertanian agar ketergantungan pada harga komoditas mentah global dapat dikurangi, guna menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Bengkulu Selatan.
Demographics
#
Profil Demografis Kabupaten Bengkulu Selatan
Kabupaten Bengkulu Selatan, yang secara administratif merupakan bagian dari Provinsi Bengkulu, memiliki karakteristik demografis yang unik sebagai wilayah agraris di bagian barat Pulau Sumatera. Dengan luas wilayah mencapai 1.203,77 km², kabupaten ini berfungsi sebagai pusat penyangga bagi lima wilayah di sekitarnya, yakni Kabupaten Seluma, Kaur, Lahat, Pagar Alam, dan Empat Lawang.
Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terbaru, populasi Bengkulu Selatan tercatat mencapai lebih dari 170.000 jiwa. Kepadatan penduduk rata-rata berkisar di angka 140 jiwa/km². Distribusi penduduk terkonsentrasi di pusat pemerintahan, yakni Kecamatan Kota Manna dan Pasar Manna, yang memiliki kepadatan jauh di atas rata-rata wilayah pinggiran. Sebaliknya, wilayah seperti Ulu Manna memiliki densitas yang lebih rendah karena didominasi oleh topografi perbukitan dan kawasan hutan.
Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya
Demografi Bengkulu Selatan didominasi oleh Suku Serawai, yang merupakan kelompok etnis asli terbesar di wilayah ini. Suku Serawai memiliki pengaruh kuat terhadap struktur sosial dan penggunaan bahasa sehari-hari. Selain itu, terdapat populasi signifikan dari suku pendatang seperti Jawa, Sunda, dan Minangkabau yang telah menetap sejak era transmigrasi maupun melalui migrasi mandiri. Keharmonisan antar-etnis ini menciptakan lanskap budaya yang kaya, tercermin dalam tradisi adat yang masih dijaga ketat oleh masyarakat lokal.
Struktur Usia dan Piramida Penduduk
Bengkulu Selatan memiliki struktur penduduk muda (ekspansif), di mana kelompok usia produktif (15-64 tahun) mendominasi lebih dari 65% total populasi. Fenomena bonus demografi ini terlihat jelas dengan besarnya angka angkatan kerja potensial. Piramida penduduk menunjukkan basis yang lebar pada kelompok usia sekolah, yang menandakan perlunya investasi berkelanjutan pada sektor pendidikan dan lapangan kerja.
Pendidikan dan Literasi
Tingkat literasi di Bengkulu Selatan tergolong tinggi, melampaui angka 95%. Hal ini didorong oleh persebaran fasilitas pendidikan yang merata hingga ke tingkat desa. Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam distribusi lulusan perguruan tinggi, di mana banyak pemuda berpendidikan tinggi cenderung melakukan migrasi keluar menuju kota besar seperti Bengkulu atau Jakarta untuk mencari peluang karir yang lebih luas.
Dinamika Urbanisasi dan Migrasi
Sebagai daerah non-pesisir yang didominasi sektor pertanian (khususnya kelapa sawit dan karet), dinamika rural-urban di Bengkulu Selatan sangat dipengaruhi oleh harga komoditas global. Terjadi pola migrasi sirkuler di mana penduduk pedesaan bergerak ke Kota Manna untuk aktivitas ekonomi harian. Migrasi keluar (out-migration) umumnya didorong oleh motif pendidikan dan pencarian kerja, sementara migrasi masuk (in-migration) didominasi oleh pekerja sektor perkebunan dari luar daerah.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan sementara Keresidenan Bengkulu pada masa agresi militer Belanda karena letaknya yang strategis di pedalaman.
- 2.Masyarakat setempat melestarikan tradisi Nyambei, sebuah seni vokal berkelompok yang biasanya dibawakan dalam acara adat pernikahan suku Rejang.
- 3.Kawasan ini dikelilingi oleh Bukit Barisan dan memiliki sumber air panas alami yang populer di kaki Gunung Kaba.
- 4.Dikenal sebagai kota pendidikan dan lumbung pangan, daerah ini merupakan penghasil sayur-mayur serta kopi robusta terbesar di Provinsi Bengkulu.
Destinasi di Bengkulu Selatan
Semua Destinasi→Pantai Pasar Bawah
Menjadi ikon pariwisata Bengkulu Selatan, pantai ini menawarkan garis pantai yang landai dengan omba...
Tempat RekreasiBendungan Air Nipis
Terletak di kaki Pegunungan Bukit Barisan, bendungan ini merupakan pusat irigasi vital yang merangka...
Wisata AlamArung Jeram Sungai Manna
Bagi pecinta adrenalin, Sungai Manna menawarkan jeram-jeram menantang yang dikelilingi oleh hutan hu...
Situs SejarahMeriam Kuno Honisuit
Peninggalan sejarah dari era Perang Dunia II, Meriam Honisuit adalah bukti strategisnya posisi Bengk...
Bangunan IkonikPendopo Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan
Bangunan megah dengan arsitektur khas yang memadukan unsur modern dan tradisional ini merupakan pusa...
Kuliner LegendarisSentra Kuliner Pendap
Pendap adalah kuliner khas Bengkulu Selatan yang terbuat dari olahan ikan yang dibumbui rempah kaya ...
Tempat Lainnya di Bengkulu
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Bengkulu Selatan dari siluet petanya?