Berau
EpicDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah Kabupaten Berau: Jejak Kesultanan di Pesisir Utara Kalimantan
Asal-Usul dan Masa Kejayaan Kesultanan
Sejarah Berau di Kalimantan Timur bermula dari keberadaan Kerajaan Berau yang didirikan sekitar abad ke-14. Berdasarkan catatan sejarah, penguasa pertama yang menyatukan wilayah ini adalah Raja Raden Surya Nata Kesuma yang berkuasa sekitar tahun 1377 hingga 1426. Pusat pemerintahannya kala itu berada di Sungai Lati. Berau memiliki keunikan geopolitik karena letaknya yang strategis di pesisir utara, menjadikannya bandar perdagangan penting bagi komoditas sarang burung walet, hasil hutan, dan emas.
Pada abad ke-18, terjadi peristiwa fragmentasi politik yang signifikan. Akibat konflik internal dan pengaruh politik kolonial, kerajaan besar ini terpecah menjadi dua kesultanan pada tahun 1810: Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Sultan Muhammad Zainal Abidin memerintah Sambaliung, sementara Sultan Muhammad Khalifatullah Kaharuddin memimpin Gunung Tabur. Pembagian ini meninggalkan warisan arsitektural yang masih tegak berdiri hingga kini, yakni Keraton Sambaliung dan Keraton Gunung Tabur yang dipisahkan oleh Sungai Segah dan Sungai Kelay.
Masa Kolonial dan Perlawanan Rakyat
Kehadiran Belanda di Berau mulai menguat setelah penandatanganan kontrak politik pada tahun 1834. Belanda sangat berkepentingan dengan sumber daya alam Berau, terutama potensi batu bara di wilayah Teluk Bayur yang mulai dieksploitasi secara masif oleh perusahaan Steenkolen Maatschappij Parapattan (SMP) pada tahun 1913. Kehadiran industri pertambangan ini mengubah demografi Berau dengan masuknya tenaga kerja dari Jawa dan Sulawesi.
Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), Berau mengalami masa kelam. Namun, semangat nasionalisme tetap berkobar. Tokoh lokal seperti Sultan Muhammad Aminuddin dari Sambaliung dikenal memiliki sikap tegas terhadap penjajah. Keterkaitan Berau dengan sejarah nasional semakin erat saat tokoh-tokoh lokal mulai menyelaraskan gerakan mereka dengan perjuangan kemerdekaan di Jawa.
Era Kemerdekaan dan Integrasi Nasional
Pasca Proklamasi 1945, terjadi dinamika politik di Berau mengenai status wilayahnya. Melalui perjuangan diplomasi dan militer, kedua kesultanan akhirnya menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan UU Darurat No. 3 Tahun 1953, status daerah istimewa dihapuskan dan Berau resmi menjadi Kabupaten Berau di bawah Provinsi Kalimantan Timur. Masa transisi ini dipimpin oleh bupati pertama, Jayadi, yang meletakkan dasar administrasi modern.
Warisan Budaya dan Perkembangan Modern
Berau memiliki kekayaan budaya yang eksotis, seperti upacara adat Be’mbe dan ritual Buang Nahas. Masyarakat pesisir Berau juga dikenal dengan seni bela diri tradisional dan tarian Dalling yang mencerminkan asimilasi budaya Suku Dayak, Banjar, dan Bajau. Selain situs keraton, keberadaan kompleks pemakaman raja-raja di Gunung Tabur menjadi monumen bisu kejayaan masa lalu.
Kini, dengan luas wilayah 21.214,42 km², Berau bertransformasi dari pusat pertambangan menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia. Sejarah panjangnya sebagai wilayah pesisir yang terbuka terhadap dunia luar menjadikan masyarakat Berau inklusif, namun tetap teguh memegang akar tradisi Kesultanan Batiwakkal dalam membangun masa depan di utara Kalimantan.
Geography
#
Geografi Kabupaten Berau: Gerbang Kemilau di Kalimantan Utara
Kabupaten Berau merupakan entitas geografis yang signifikan di Provinsi Kalimantan Timur, dengan luas wilayah mencapai 21.214,42 km². Secara administratif dan geografis, wilayah ini menempati posisi strategis di bagian utara provinsi, berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Utara. Berau dikelilingi oleh empat wilayah tetangga utama, yaitu Kabupaten Bulungan di utara, Kabupaten Kutai Timur di selatan, serta Kabupaten Malinau dan Kutai Kartanegara di sisi barat, sementara sisi timurnya terbuka lebar menghadap perairan internasional.
##
Topografi dan Bentang Alam
Karakteristik medan Berau sangat bervariasi, mulai dari dataran rendah pesisir hingga pegunungan karst yang curam di pedalaman. Wilayah ini memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Sulawesi (bagian dari perairan Indonesia), yang menjadi rumah bagi ekosistem bahari kelas dunia. Di bagian barat, topografi didominasi oleh perbukitan bergelombang dan Pegunungan Kelay yang menjadi hulu bagi urat nadi kehidupan wilayah ini. Sungai Berau dan Sungai Kelay adalah dua arteri sungai utama yang membentuk lembah-lembah subur dan menyediakan akses transportasi vital menuju wilayah pedalaman.
Salah satu fitur geografis paling unik di Berau adalah kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Labirin batu gamping ini menciptakan menara-menara karst yang menjulang, gua-gua vertikal yang dalam, serta sistem sungai bawah tanah yang kompleks, menjadikannya salah satu bentang alam paling eksotis di Kalimantan.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Berada tepat di bawah garis khatulistiwa, Berau memiliki iklim tropis basah (Af) dengan kelembapan tinggi sepanjang tahun. Pola curah hujan dipengaruhi oleh angin muson, di mana musim hujan biasanya berlangsung antara November hingga April, sementara musim kemarau yang relatif singkat terjadi antara Juli hingga September. Suhu udara rata-rata berkisar antara 23°C hingga 32°C, dengan intensitas cahaya matahari yang melimpah yang mendukung pertumbuhan vegetasi hutan hujan tropis yang lebat.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Kekayaan mineral Berau sangat melimpah, terutama cadangan batu bara kualitas tinggi yang tersebar di cekungan-cekungan sedimennya. Selain sektor pertambangan, sektor kehutanan dan pertanian (terutama kelapa sawit dan lada) menjadi pilar ekonomi utama. Secara ekologis, Berau adalah pusat biodiversitas. Wilayah pesisirnya mencakup Kepulauan Derawan yang terdiri dari pulau-pulau karang seperti Maratua dan Kakaban, yang memiliki danau ubur-ubur purba unik.
Di daratan, hutan Berau merupakan habitat bagi spesies endemik seperti Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan berbagai jenis burung enggang. Zona ekologi di sini mencakup hutan mangrove di muara sungai, hutan rawa gambut, hingga hutan dipterokarpus dataran tinggi, menciptakan gradien ekosistem yang mendukung keberlangsungan flora dan fauna yang langka di dunia.
Culture
#
Pesona Budaya Berau: Akulturasi Pedalaman dan Pesisir Kalimantan Utara
Kabupaten Berau, yang terletak di ujung utara Kalimantan Timur dengan luas mencapai 21.214,42 km², merupakan permata budaya yang mempertemukan tradisi kesultanan pesisir dengan kearifan suku Dayak pedalaman. Sebagai wilayah yang berbatasan dengan empat wilayah utama, Berau menjadi titik temu harmonis antara etnis Banjar, Bajau, Bugis, dan Dayak.
##
Warisan Kesultanan dan Upacara Adat
Kehidupan budaya Berau berpusat pada dua kesultanan besar: Sambaliung dan Gunung Tabur. Salah satu upacara adat yang paling kolosal adalah Meja Panjang, sebuah tradisi perjamuan persaudaraan di mana masyarakat menyusun meja sepanjang ratusan meter berisi berbagai hidangan lokal untuk dinikmati bersama. Selain itu, terdapat ritual Bebalian milik suku Dayak Basap yang dilakukan untuk penyembuhan penyakit dan penolakan bala melalui komunikasi spiritual dengan leluhur. Di wilayah pesisir, masyarakat sering merayakan Selamatan Laut sebagai bentuk syukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah.
##
Seni Pertunjukan dan Musik Tradisional
Seni tari di Berau sangat kental dengan pengaruh keraton dan alam. Tari Jepen yang enerjik menggambarkan kegembiraan pergaulan masyarakat pesisir, sementara Tari Dalling oleh suku Bajau menampilkan kelenturan gerakan tangan yang diiringi musik tradisional petikan gambus dan tabuhan gendang. Untuk masyarakat Dayak di hulu, Tari Kancet Papatai (tari perang) tetap dilestarikan sebagai simbol keberanian. Alunan musik Lulung dan Gamelan Banjar versi Berau sering mengiringi upacara-upacara sakral di lingkungan keraton.
##
Tekstil dan Busana Tradisional
Kekayaan tekstil Berau tercermin dalam Batik Berau yang memiliki motif khas seperti penyu, mangrove, dan ornamen ukiran Dayak. Busana tradisional yang paling ikonik adalah Baju Kustim, pakaian kebesaran yang dahulu hanya digunakan oleh keluarga bangsawan kesultanan. Pakaian ini biasanya terbuat dari beludru hitam dengan sulaman benang emas yang rumit, melambangkan kemewahan dan kewibawaan sejarah kerajaan di Kalimantan Utara.
##
Kuliner Khas dan Cita Rasa Lokal
Dapur Berau menawarkan keunikan yang tidak ditemukan di daerah lain. Ancur Paddas adalah bubur rempah khas yang dahulu merupakan hidangan favorit para sultan. Selain itu, terdapat Tehe-Tehe, nasi ketan yang dimasak di dalam cangkang bulu babi oleh masyarakat suku Bajau di Kepulauan Derawan. Untuk camilan, Kue Elat Sapi (lidah sapi) yang manis dan renyah menjadi kudapan wajib dalam setiap perayaan budaya.
##
Bahasa dan Ekspresi Budaya
Masyarakat setempat menggunakan Bahasa Berau (Dialek Berau) yang merupakan cabang dari rumpun bahasa Melayu dengan pengaruh kosa kata Banjar dan Kutai. Salah satu ungkapan yang sering terdengar adalah "Manuntung", yang secara filosofis berarti menyelesaikan sesuatu hingga tuntas dan sempurna.
##
Festival Budaya dan Kepercayaan
Setiap tahun, Festival Sanggam menjadi panggung utama untuk menampilkan seluruh kekayaan etnis di Berau. Meskipun mayoritas penduduk beragama Islam (terutama di wilayah pesisir), praktik kepercayaan tradisional Dayak seperti penghormatan terhadap roh hutan tetap berjalan berdampingan secara damai, menciptakan mozaik religi yang toleran di gerbang utara Kalimantan.
Tourism
Menjelajahi Pesona Berau: Gerbang Surga Tropis di Kalimantan Utara
Terletak di posisi cardinal utara Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Berau merupakan destinasi dengan status "Epic" bagi para petualang. Dengan luas wilayah mencapai 21.214,42 km², Berau menawarkan kombinasi langka antara kekayaan pesisir yang mendunia dan warisan budaya pedalaman yang masih terjaga murni. Berbatasan langsung dengan empat wilayah tetangga—Bulungan, Kutai Timur, Malinau, dan Laut Sulawesi—Berau adalah titik temu keajaiban alam dan sejarah.
#
Keajaiban Bahari dan Alam yang Mengagumkan
Daya tarik utama Berau terletak pada sektor pesisirnya, terutama Kepulauan Derawan. Di sini, Anda dapat menemukan Pulau Kakaban, sebuah pulau unik yang memiliki danau air payau di tengahnya, menjadi rumah bagi ribuan ubur-ubur tanpa sengat (*Stingless Jellyfish*) yang tidak ditemukan di sembarang tempat di dunia. Selain itu, Pulau Sangalaki menawarkan pengalaman langka menyaksikan penyu hijau bertelur dan menari bersama ikan Pari Manta. Bagi pencinta air tawar, Labuan Cermin di Biduk-Biduk menyuguhkan fenomena unik danau dua rasa dengan air yang sangat jernih layaknya kaca, memantulkan gradasi warna biru dan hijau yang kontras.
#
Warisan Budaya dan Jejak Sejarah
Sisi kultural Berau tak kalah memikat. Kota Tanjung Redeb menyimpan sejarah panjang melalui Keraton Sambaliung dan Keraton Gunung Tabur. Kedua istana ini merupakan saksi bisu kejayaan Kesultanan Berau masa lampau, di mana pengunjung dapat melihat koleksi benda pusaka, foto sejarah, dan arsitektur kayu khas Kalimantan yang megah. Setiap tahun, festival budaya seperti Erau menampilkan tarian tradisional dan upacara adat yang memperlihatkan keramahtamahan suku Dayak, Banjar, dan Bajau yang hidup berdampingan secara harmonis.
#
Petualangan Kuliner Khas Pesisir
Berwisata ke Berau belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Tehe-tehe, yaitu nasi ketan yang dimasak di dalam cangkang bulu babi, menawarkan sensasi rasa gurih yang unik. Selain itu, Ancur Paddas—bubur rempah khas Berau—merupakan makanan wajib yang menghangatkan tubuh. Karena wilayahnya yang pesisir, hidangan laut segar seperti ikan bakar dengan sambal raja menjadi menu harian yang menggugah selera di sepanjang tepian Sungai Segah.
#
Aktivitas Luar Ruangan dan Akomodasi
Bagi pencari adrenalin, aktivitas diving dan snorkeling di Maratua adalah pengalaman kelas dunia dengan dinding bawah laut yang curam. Untuk akomodasi, Berau menyediakan pilihan variatif, mulai dari resor mewah di atas air (water villa) di Maratua hingga homestay ramah kantong milik penduduk lokal yang menawarkan pengalaman hidup bersama warga setempat.
#
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Berau adalah pada musim kemarau, antara bulan April hingga September. Pada periode ini, visibilitas bawah laut mencapai puncaknya dan ombak cenderung tenang, mempermudah akses penyeberangan antar-pulau menggunakan speed boat. Berau bukan sekadar destinasi; ia adalah perjumpaan antara kejernihan kristal samudera dan kehangatan tradisi Kalimantan.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Berau: Kekuatan Sumber Daya dan Keunggulan Maritim
Kabupaten Berau, yang terletak di posisi kardinal utara Provinsi Kalimantan Timur, merupakan wilayah seluas 21.214,42 km² dengan karakteristik ekonomi yang sangat kontras namun saling melengkapi. Sebagai daerah dengan status kelangkaan "Epic", Berau berbatasan dengan empat wilayah utama—Bulungan, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Malinau—serta memiliki garis pantai yang membentang luas di sepanjang perairan Laut Sulawesi dan Selat Makassar.
##
Sektor Pertambangan dan Industri Alat Berat
Hingga saat ini, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau masih didominasi oleh sektor pertambangan, khususnya batu bara. Perusahaan raksasa seperti PT Berau Coal menjadi motor penggerak utama ekonomi linear di wilayah ini. Kehadiran industri ekstraktif ini telah menciptakan ekosistem bisnis turunan yang kuat, mulai dari jasa logistik alat berat, bengkel industri, hingga sektor konstruksi. Tren penyerapan tenaga kerja di Berau sangat terkonsentrasi pada sektor ini, yang memicu pertumbuhan upah minimum kabupaten (UMK) yang cukup kompetitif di level regional.
##
Ekonomi Maritim dan Blue Economy
Dengan garis pantai yang strategis, ekonomi maritim Berau menjadi pilar yang krusial. Perikanan tangkap dan budidaya laut merupakan sumber pendapatan utama bagi masyarakat pesisir di Tanjung Batu hingga wilayah kepulauan. Produk unggulan seperti udang windu dan ikan kerapu telah menembus pasar ekspor melalui jalur Surabaya dan Makassar. Selain itu, potensi blue economy terus dikembangkan melalui pengelolaan wilayah laut yang berkelanjutan, mengingat Berau adalah rumah bagi ekosistem terumbu karang yang sangat berharga.
##
Pariwisata Kelas Dunia dan Jasa
Sektor pariwisata adalah "permata" ekonomi Berau yang memberikannya status eksklusif. Destinasi seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki telah menarik investasi asing dalam bentuk resor dan jasa perhotelan mewah. Sektor jasa ini memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal, khususnya pada bisnis transportasi speedboat dan pemandu wisata. Di pusat kota Tanjung Redeb, sektor ritel dan perbankan tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya mobilitas wisatawan mancanegara.
##
Pertanian dan Produk Lokal
Di sektor agraris, Berau dikenal dengan komoditas kelapa sawit, kakao, dan lada. Selain itu, terdapat produk kerajinan tradisional yang bernilai ekonomi tinggi seperti Batik Berau dengan motif khas "Rutun" dan anyaman rotan yang diproduksi oleh komunitas Dayak di pedalaman. Madu hutan asli Berau juga menjadi produk lokal unggulan yang mulai dikemas secara modern untuk pasar nasional.
##
Infrastruktur dan Konektivitas
Pembangunan infrastruktur difokuskan pada penguatan konektivitas untuk mendukung distribusi barang. Kehadiran Bandara Kalimarau yang modern menjadi pintu gerbang utama logistik dan pariwisata. Selain itu, pengembangan Pelabuhan Tanjung Redeb dan Pelabuhan Mantaritip terus diakselerasi untuk menurunkan biaya logistik dan memperlancar arus ekspor komoditas keluar dari Kalimantan Utara dan Timur. Dengan transisi menuju ekonomi yang lebih hijau, Berau mulai menggeser ketergantungan dari fosil menuju pariwisata dan hilirisasi produk pertanian untuk masa depan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Demographics
#
Profil Demografis Kabupaten Berau: Gerbang Maritim Kalimantan Utara
Kabupaten Berau, yang terletak di posisi kardinal utara Provinsi Kalimantan Timur, merupakan wilayah pesisir strategis dengan luas daratan mencapai 21.214,42 km². Sebagai daerah berstatus "Epic" dalam konteks signifikansi ekonomi regional, Berau berbatasan langsung dengan empat wilayah kunci, termasuk Kalimantan Utara dan Selat Makassar, yang membentuk dinamika kependudukan yang sangat heterogen.
Kepadatan dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terkini, populasi Berau telah melampaui angka 250.000 jiwa. Meskipun memiliki luas wilayah yang masif, persebaran penduduknya tidak merata. Konsentrasi tertinggi berada di Tanjung Redeb sebagai pusat administrasi dan ekonomi, menciptakan kontras yang tajam dengan wilayah pedalaman dan pesisir jauh. Tingkat kepadatan penduduk rata-rata masih tergolong rendah, yakni sekitar 12 jiwa per km², namun tren urbanisasi terus meningkat seiring berkembangnya sektor pertambangan dan pariwisata bahari.
Komposisi Etnis dan Keberagaman Budaya
Demografi Berau dicirikan oleh "Tri-Etnis" asli, yaitu Suku Banjar, Suku Dayak, dan Suku Bajau. Suku Bajau mendominasi wilayah pesisir dan kepulauan seperti Derawan, membawa karakteristik demografis pelaut yang kuat. Selain itu, arus migrasi spontan maupun transmigrasi di masa lalu telah membawa pengaruh signifikan dari etnis Bugis, Jawa, dan Kutai. Keberagaman ini menciptakan struktur sosial yang inklusif namun tetap menjaga akar budaya Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur.
Struktur Usia dan Tenaga Kerja
Piramida penduduk Berau menunjukkan struktur ekspansif dengan basis penduduk usia muda yang besar. Bonus demografi sangat terlihat, di mana kelompok usia produktif (15-64 tahun) mendominasi struktur populasi. Hal ini didorong oleh daya tarik industri ekstraktif (batubara) yang menarik tenaga kerja pria dari luar daerah, sehingga rasio jenis kelamin di Berau cenderung menunjukkan jumlah laki-laki yang sedikit lebih tinggi daripada perempuan di distrik-distrik pertambangan.
Pendidikan dan Literasi
Tingkat melek huruf di Berau telah mencapai angka di atas 98%. Pemerintah daerah secara agresif meningkatkan akses pendidikan untuk mengejar ketertinggalan di wilayah terpencil. Meskipun pendidikan dasar sudah merata, terdapat tantangan dalam distribusi lulusan perguruan tinggi, di mana sebagian besar terkonsentrasi di kawasan perkotaan, sementara wilayah rural masih kekurangan tenaga ahli teknis.
Mobilitas dan Dinamika Urban
Pola migrasi di Berau bersifat sirkuler dan permanen. Migrasi masuk didorong oleh sektor industri, sementara migrasi keluar biasanya terjadi untuk tujuan pendidikan tinggi ke Samarinda atau Jawa. Dinamika rural-urban di Berau unik karena pertumbuhan "kota satelit" di sekitar lingkar tambang, yang mengubah desa-desa tradisional menjadi pusat pemukiman padat dengan perputaran ekonomi tinggi dalam waktu singkat.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini dulunya merupakan pusat Kerajaan Pagatan yang didirikan oleh imigran asal Sulawesi Selatan pada abad ke-18 atas izin Sultan Banjar.
- 2.Masyarakat pesisir di sini rutin menggelar upacara adat Mappanretasi, sebuah ritual memberi makan laut sebagai bentuk syukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah.
- 3.Kawasan ini memiliki ekosistem unik berupa lahan basah dan perairan yang menjadi habitat utama bagi koloni besar burung migran serta pesut atau lumba-lumba air tawar.
- 4.Kabupaten ini dikenal luas sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di Indonesia dan menjadi gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dari arah selatan.
Destinasi di Berau
Semua Destinasi→Pulau Derawan
Sebagai jantung dari Kepulauan Derawan, pulau ini menawarkan pesona pasir putih nan lembut dan ekosi...
Wisata AlamDanau Kakaban
Danau purba yang terletak di tengah Pulau Kakaban ini merupakan fenomena geologi unik yang menjadi r...
Situs SejarahKeraton Sambaliung
Situs bersejarah ini merupakan saksi bisu kejayaan Kesultanan Sambaliung yang masih berdiri kokoh di...
Wisata AlamLabuan Cermin
Terkenal dengan julukan 'Danau Dua Rasa', Labuan Cermin memiliki air yang sangat jernih layaknya kac...
Wisata AlamPulau Maratua
Sering dijuluki sebagai 'Maladewa-nya Indonesia', Maratua menawarkan kemewahan resor di atas air den...
Situs SejarahMuseum Siraja
Museum ini menyimpan koleksi berharga dari Kesultanan Gunung Tabur, termasuk singgasana, pakaian keb...
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Berau dari siluet petanya?