Pantai Lariti
di Bima, Nusa Tenggara Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Fenomena Geologi: Keajaiban Laut Terbelah (Tombolo)
Daya tarik utama yang membedakan Pantai Lariti dari pantai-pantai lain di Nusa Tenggara Barat adalah keberadaan jalan berpasir yang muncul membelah laut. Secara geomorfologi, fenomena ini dikenal sebagai tombolo, yakni gundukan sedimen pasir yang menghubungkan pulau utama dengan pulau kecil di seberangnya akibat pertemuan dua arus laut.
Ketika air laut surut, sebuah jembatan pasir alami sepanjang kurang lebih 150 meter dengan lebar 7 meter akan muncul ke permukaan. Jalan setapak ini menghubungkan garis pantai utama dengan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang hijau di seberangnya. Pengunjung dapat berjalan kaki di atas pasir yang masih basah, diapit oleh riak gelombang dari sisi kiri dan kanan, memberikan sensasi magis seolah sedang membelah samudra.
Bentang Alam dan Ekosistem Pesisir
Pantai Lariti dikelilingi oleh topografi khas Bima yang berbukit-bukit dan gersang, namun memberikan kontras warna yang luar biasa. Air laut di sini memiliki gradasi warna yang memukau, mulai dari putih bening di tepian, hijau toska di area dangkal, hingga biru tua di bagian yang lebih dalam.
Pasir di Pantai Lariti memiliki tekstur yang unik; kombinasi antara pasir putih halus dengan butiran-butiran koral kecil. Di sisi pulau kecil (Pulau Lariti), vegetasi didominasi oleh semak belukar khas pesisir dan beberapa pohon peneduh yang memberikan perlindungan dari terik matahari tropis. Ekosistem bawah lautnya pun masih menyimpan kekayaan hayati, di mana pengunjung dapat melihat bintang laut, kepiting kecil, dan berbagai jenis kerang saat air sedang surut di sela-sela bebatuan karang.
Ragam Aktivitas Luar Ruangan
Menjelajahi Pantai Lariti menawarkan pengalaman yang bervariasi tergantung pada kondisi pasang surut air laut:
1. Berjalan di Atas Tombolo: Aktivitas wajib adalah menyeberangi jembatan pasir menuju pulau kecil saat air surut. Ini adalah momen terbaik bagi para fotografer untuk mengabadikan simetri alam yang tercipta dari dua arus yang bertemu.
2. Eksplorasi Pulau Kecil: Sesampainya di pulau seberang, pengunjung dapat mendaki bukit kecil untuk mendapatkan sudut pandang bird’s eye dari seluruh kawasan pantai. Dari ketinggian ini, garis pantai yang melengkung dan gradasi warna laut terlihat sangat jelas.
3. Berenang dan Snorkeling: Perairan di sekitar Lariti relatif tenang karena lokasinya yang berada di dalam teluk. Hal ini menjadikannya tempat yang aman untuk berenang. Di beberapa titik dekat bebatuan, pengunjung dapat melakukan snorkeling ringan untuk melihat ekosistem karang tepi yang menjadi rumah bagi ikan-ikan kecil.
4. Menikmati Matahari Terbenam: Posisi Pantai Lariti yang menghadap ke arah tertentu memberikan pemandangan siluet perbukitan Bima yang dramatis saat senja tiba, dengan warna langit yang berubah menjadi jingga keunguan.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Keberhasilan kunjungan ke Pantai Lariti sangat bergantung pada jadwal pasang surut air laut. Fenomena laut terbelah biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, umumnya antara pukul 10.00 pagi hingga 16.00 sore. Sangat disarankan bagi wisatawan untuk memeriksa tabel pasang surut air laut dari BMKG atau bertanya kepada penduduk lokal sebelum berangkat.
Secara musiman, kunjungan terbaik adalah pada musim kemarau (Mei hingga September). Pada periode ini, langit cenderung cerah tak berawan, memberikan kontras warna biru laut yang paling maksimal. Namun, pada musim hujan, perbukitan di sekitar pantai akan berubah menjadi hijau segar, memberikan nuansa pemandangan yang berbeda dan lebih sejuk di mata.
Upaya Konservasi dan Perlindungan Lingkungan
Sebagai destinasi yang kian populer, isu lingkungan menjadi perhatian utama di Pantai Lariti. Ekosistem tombolo sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan sampah plastik. Saat ini, pengelola setempat bersama komunitas sadar wisata (Pokdarwis) berupaya menjaga kebersihan area pantai dengan melakukan pembersihan rutin.
Pengunjung sangat diimbau untuk tidak mengambil karang, tidak meninggalkan sampah di pulau kecil, dan tetap berada di jalur pasir saat menyeberang untuk menjaga integritas struktur sedimen tombolo. Perlindungan terhadap ekosistem pesisir ini krusial untuk memastikan bahwa fenomena alam ini tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung
Pantai Lariti terletak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Bima, dengan waktu tempuh sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan darat. Jalur menuju lokasi sudah teraspal dengan baik, melewati pemandangan pegunungan dan pesisir yang eksotis. Akses dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima memakan waktu sedikit lebih lama, namun perjalanan tersebut akan terbayar dengan panorama alam yang disuguhkan sepanjang jalan.
Fasilitas di Pantai Lariti telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tersedia area parkir yang luas, gazebo (beruga) untuk bersantai, toilet umum, dan beberapa warung lokal yang menyajikan makanan laut segar serta kelapa muda. Meskipun sudah mulai dikembangkan, suasana alami di pantai ini tetap terjaga tanpa adanya bangunan permanen yang merusak pemandangan garis pantai.
Kesimpulan
Pantai Lariti adalah bukti nyata keagungan alam di Timur Indonesia. Fenomena laut terbelahnya bukan sekadar atraksi visual, melainkan sebuah simfoni alam yang mempertemukan kekuatan arus, angin, dan geologi. Bagi pecinta wisata alam yang mencari ketenangan dan keunikan yang tidak ditemukan di tempat lain, Pantai Lariti di Bima adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda. Keindahan yang ditawarkan di sini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir agar keajaiban serupa tetap lestari di sepanjang garis pantai Nusantara.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Bima
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kami