Tempat Rekreasi

Pantai Lawata

di Bima, Nusa Tenggara Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Transformasi Historis: Dari Taman Klasik Menjadi Wisata Modern

Secara historis, Pantai Lawata telah menjadi pusat keramaian sejak era 1960-an. Nama "Lawata" sendiri diyakini merujuk pada lokasinya yang strategis sebagai gerbang masuk menuju pusat pemerintahan. Selama puluhan tahun, tempat ini mengalami berbagai fase evolusi. Awalnya hanya berupa pesisir berbatu dengan rimbunnya pohon kamboja dan pandan laut, Lawata kini telah bersalin rupa melalui revitalisasi besar-besaran oleh Pemerintah Kota Bima.

Perubahan paling signifikan terlihat pada penataan infrastruktur yang lebih ikonik, termasuk pembangunan gerbang yang megah, jalur pedestrian yang rapi, dan fasilitas pendukung yang mengadopsi konsep modern waterfront. Transformasi ini dilakukan tanpa menghilangkan nilai historisnya sebagai tempat berkumpulnya keluarga lintas generasi di Bima.

Ragam Aktivitas Rekreasi dan Petualangan Air

Pantai Lawata menawarkan spektrum aktivitas yang luas, mulai dari relaksasi hingga olahraga air yang memacu adrenalin. Salah satu daya tarik utamanya adalah kolam renang air laut yang dibangun di tepi pantai, memungkinkan pengunjung untuk berenang dengan aman sambil tetap merasakan sensasi air laut yang segar.

Bagi pencinta kecepatan, tersedia penyewaan jet ski yang memungkinkan Anda membelah ombak Teluk Bima yang cenderung tenang. Selain itu, terdapat fasilitas banana boat dan perahu wisata yang dapat disewa untuk berkeliling teluk. Salah satu pengalaman unik yang tidak boleh dilewatkan adalah menyeberang menggunakan perahu menuju Pulau Kambing, sebuah pulau kecil yang terletak tepat di seberang Pantai Lawata, yang menawarkan spot memancing dan keindahan bawah laut yang lebih terjaga.

Fasilitas Hiburan dan Pengalaman Kuliner Lokal

Pantai Lawata telah dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung sepanjang hari. Terdapat panggung hiburan permanen yang sering digunakan untuk pertunjukan musik lokal, festival budaya, hingga acara komunitas pada akhir pekan. Kehadiran lighting warna-warni di sepanjang dermaga dan jalur pejalan kaki membuat suasana malam hari di Lawata terasa hidup dan romantis.

Dari sisi gastronomi, Pantai Lawata adalah surga bagi pencinta kuliner khas Bima. Di sepanjang area pantai, terdapat deretan kios dan kafe yang menyajikan menu andalan seperti Sepat Bandeng, Gula Puan, dan ikan bakar segar hasil tangkapan nelayan Teluk Bima. Menikmati hidangan laut sambil memandang matahari terbenam di balik perbukitan Donggo adalah pengalaman sensorik yang tak terlupakan.

Destinasi Ramah Keluarga dan Fasilitas Edukasi

Sebagai kategori Tempat Rekreasi, Pantai Lawata dirancang untuk menjadi ramah bagi semua usia. Area bermain anak (playground) yang cukup luas tersedia untuk menjaga si kecil tetap aktif. Jalur pedestrian yang lebar juga sangat mendukung bagi orang tua yang ingin membawa kereta bayi atau bagi lansia yang ingin berjalan santai menghirup udara laut.

Terdapat pula beberapa monumen dan papan informasi yang menceritakan sekilas tentang ekosistem Teluk Bima, memberikan nilai edukasi bagi siswa sekolah yang sering melakukan studi lapangan di sini. Fasilitas umum seperti mushola yang bersih, toilet yang memadai, dan area parkir yang sangat luas memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga meskipun pada hari libur nasional yang padat.

Makna Budaya dan Peran bagi Komunitas Bima

Secara kultural, Pantai Lawata memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Mbojo. Tempat ini sering menjadi lokasi pelaksanaan ritual adat atau perayaan hari besar seperti Lebaran Topat. Lawata berfungsi sebagai "ruang tamu" Kota Bima, di mana masyarakat dari berbagai lapisan sosial bertemu dan berinteraksi.

Peran pantai ini dalam menggerakkan ekonomi lokal sangat besar. Lawata menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk menjajakan kerajinan tangan khas Bima, seperti kain tenun Tembe Nggoli yang sering dijadikan buah tangan oleh wisatawan. Keberadaan tempat rekreasi ini secara langsung meningkatkan taraf hidup pelaku ekonomi kreatif di sekitarnya.

Spot Fotografi dan Keunikan Lanskap

Keunikan geografis Pantai Lawata terletak pada lokasinya yang diapit oleh bukit batu dan laut tenang. Di sisi utara, terdapat tebing-tebing batu yang kini telah ditata dengan lampu hias, menciptakan latar belakang foto yang estetik. "Jembatan Cinta" atau dermaga kayu yang menjorok ke laut menjadi spot favorit para remaja dan pemburu konten media sosial untuk mengabadikan momen sunset.

Perpaduan antara warna laut yang biru kehijauan dengan latar pegunungan yang mengelilingi Teluk Bima memberikan perspektif visual yang berbeda dari pantai-pantai di pesisir selatan NTB. Di sini, air lautnya sangat tenang hampir tanpa ombak besar, karena posisinya yang terlindungi dalam teluk, menjadikannya sangat aman untuk aktivitas wisata air.

Informasi Pengunjung dan Waktu Kunjungan Terbaik

Untuk mendapatkan pengalaman maksimal di Pantai Lawata, pengunjung disarankan datang pada waktu-waktu berikut:

1. Sore Hari (Pukul 16.00 - 18.30): Ini adalah waktu emas (golden hour). Cahaya matahari yang memantul di permukaan Teluk Bima menciptakan gradasi warna yang memukau. Suhu udara juga mulai sejuk, sangat cocok untuk bersantai di gazebo.

2. Malam Minggu: Biasanya terdapat pertunjukan musik atau acara komunitas yang menambah kemeriahan suasana.

3. Akhir Pekan Pagi: Cocok bagi mereka yang ingin berolahraga atau berenang di kolam air laut sebelum matahari terlalu terik.

Akses menuju Pantai Lawata sangat mudah karena lokasinya berada tepat di pinggir jalan lintas provinsi. Dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit menggunakan kendaraan bermotor. Biaya masuk yang sangat terjangkau menjadikan Pantai Lawata sebagai pilihan rekreasi kelas dunia yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan segala kelengkapan fasilitas, nilai sejarah, dan pesona alamnya, Pantai Lawata terus bertransformasi menjadi magnet pariwisata utama di Nusa Tenggara Barat bagian timur. Kunjungan ke Bima tidak akan lengkap tanpa menginjakkan kaki di pasir dan menikmati hembusan angin di Pantai Lawata.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Sambinae, Mpunda, Kota Bima
entrance fee
Rp 10.000
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 20:00

Tempat Menarik Lainnya di Bima

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Bima

Pelajari lebih lanjut tentang Bima dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Bima