Istana Amantubillah
di Mempawah, Kalimantan Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul dan Periode Pendirian
Istana Amantubillah memiliki sejarah panjang yang berakar pada abad ke-18. Nama "Amantubillah" sendiri diambil dari sepenggal doa dalam bahasa Arab yang berarti "Aku beriman kepada Allah". Penamaan ini mencerminkan identitas religius kesultanan yang kental dengan nilai-nilai Islam.
Istana yang berdiri saat ini bukanlah bangunan pertama. Keraton awal didirikan pada masa pemerintahan Panembahan Adijaya Kesuma Jaya (1761–1787). Namun, istana yang kita lihat sekarang merupakan hasil pembangunan kembali pada masa pemerintahan Panembahan Gusti Muhammad Amin (1902–1943) setelah bangunan lama mengalami kerusakan akibat musibah kebakaran pada tahun 1880-an. Pembangunan ulang ini selesai pada tahun 1922, memberikan bentuk arsitektur yang mencampurkan unsur tradisional Melayu dengan pengaruh kolonial yang populer pada awal abad ke-20.
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Secara visual, Istana Amantubillah didominasi oleh warna kuning gading dan hijau, yang merupakan warna khas kemuliaan dalam tradisi Melayu Kalimantan. Bangunan ini terbagi menjadi tiga bagian utama: paviliun kanan (gedung perpustakaan dan penyimpanan alat perang), paviliun kiri (tempat peristirahatan sultan dan keluarga), dan bagian tengah (balairung atau singgasana).
Konstruksi utama istana menggunakan kayu belian (kayu besi) yang terkenal sangat kuat dan tahan terhadap cuaca tropis serta serangan rayap. Struktur panggungnya dirancang untuk mengantisipasi luapan air sungai sekaligus menjaga sirkulasi udara di bawah bangunan. Salah satu ciri unik adalah keberadaan jendela-jendela besar dengan gaya jalousie yang memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan luas tanpa memberikan hawa panas.
Di bagian dalam, terdapat singgasana raja yang dihiasi dengan ukiran motif flora yang rumit, menunjukkan keahlian kriya lokal pada masanya. Di halaman depan, terdapat meriam-meriam kuno peninggalan masa kolonial dan masa kerajaan yang masih terawat, mempertegas fungsi istana sebagai pusat pertahanan di masa lalu.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Istana Amantubillah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Mempawah yang memiliki peran strategis dalam peta perdagangan di sepanjang pesisir barat Kalimantan. Salah satu peristiwa sejarah yang paling menonjol adalah peran Sultan Mempawah dalam melawan ekspansi kolonial Belanda dan pengaruh perompak di perairan Kalimantan.
Istana ini juga menjadi saksi transisi kekuasaan dari sistem tradisional ke sistem pemerintahan modern di bawah administrasi Hindia Belanda, di mana Sultan tetap memegang otoritas adat dan agama meskipun kekuasaan politiknya dibatasi. Pada masa pendudukan Jepang, istana ini mengalami masa sulit, di mana banyak bangsawan Mempawah menjadi korban dalam peristiwa Mandor, termasuk Sultan Gusti Muhammad Amin sendiri.
Tokoh Penting: Opu Daeng Manambon
Membicarakan Istana Amantubillah tidak bisa dilepaskan dari sosok Opu Daeng Manambon. Beliau adalah bangsawan Bugis dari Kerajaan Luwu yang datang ke Mempawah pada abad ke-18. Kedatangannya membawa perubahan besar dalam struktur sosial dan politik. Opu Daeng Manambon berhasil menyatukan masyarakat lokal dan memperkuat basis Islam di Mempawah.
Meskipun beliau tidak memerintah di bangunan yang berdiri sekarang, warisannya berupa tradisi pemerintahan dan nilai-nilai budaya tetap hidup di dalam tembok Istana Amantubillah. Setiap tahunnya, istana ini menjadi pusat perayaan "Robo-Robo", sebuah tradisi untuk mengenang kedatangan Opu Daeng Manambon di muara Sungai Mempawah yang kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional.
Fungsi Budaya dan Keagamaan
Bagi masyarakat Mempawah, Istana Amantubillah adalah jantung budaya. Di sinilah prosesi adat penobatan sultan, upacara pernikahan keluarga kerajaan, dan peringatan hari besar Islam dilakukan dengan tata cara yang masih sangat tradisional. Istana ini berfungsi sebagai penjaga norma adat Melayu yang berasaskan syariat Islam (Adat bersendi Syara’, Syara’ bersendi Kitabullah).
Di dalam kompleks istana, tersimpan berbagai artefak bersejarah seperti keris, pakaian kebesaran, alat musik tradisional, hingga naskah-naskah kuno. Keberadaan benda-benda ini menjadikan istana sebagai museum hidup yang memberikan edukasi kepada generasi muda tentang akar sejarah mereka.
Status Preservasi dan Upaya Restorasi
Sebagai Situs Cagar Budaya, Istana Amantubillah berada di bawah perlindungan pemerintah. Namun, tantangan terbesar adalah pelapukan kayu akibat usia dan iklim. Dalam beberapa dekade terakhir, telah dilakukan beberapa kali renovasi untuk memperbaiki bagian atap dan lantai yang mulai rapuh.
Pihak keluarga kesultanan, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Balai Pelestarian Kebudayaan, terus bersinergi untuk menjaga keaslian struktur bangunan. Restorasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menghilangkan detail ukiran asli dan mempertahankan penggunaan material kayu belian yang kini semakin langka.
Kesimpulan: Simbol Ketahanan Identitas
Istana Amantubillah bukan sekadar objek wisata sejarah, melainkan simbol ketahanan identitas masyarakat Mempawah di tengah arus modernisasi. Keberadaannya mengingatkan pada masa kejayaan pelayaran dan perdagangan di Kalimantan Barat, serta kerukunan antar-etnis (Melayu, Bugis, dan Dayak) yang telah terjalin selama berabad-abad di bawah naungan kesultanan.
Dengan keindahan arsitekturnya yang megah dan nilai sejarah yang mendalam, Istana Amantubillah tetap berdiri tegak sebagai penjaga memori kolektif bangsa, mengundang siapa saja untuk datang dan mempelajari kearifan masa lalu demi masa depan yang lebih beradab.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Mempawah
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Mempawah
Pelajari lebih lanjut tentang Mempawah dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Mempawah