Mempawah

Epic
Kalimantan Barat
Luas
1.942,69 km²
Posisi
utara
Jumlah Tetangga
5 wilayah
Pesisir
Ya

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Mempawah: Jejak Sejarah dan Kejayaan di Pesisir Kalimantan Barat

Mempawah, yang kini secara administratif dikenal sebagai Kabupaten Mempawah di Kalimantan Barat, merupakan wilayah pesisir strategis seluas 1.942,69 km² yang terletak di sebelah utara Kota Pontianak. Kota ini memegang status "Epic" dalam narasi sejarah Borneo Barat karena perannya sebagai pusat kekuasaan Islam dan perdagangan maritim yang menghubungkan pedalaman dengan rute internasional.

##

Asal-Usul dan Masa Kesultanan

Sejarah Mempawah berakar dari berdirinya Kerajaan Bangkule Rajakng yang didirikan oleh Opu Daeng Menambon pada abad ke-18. Opu Daeng Menambon adalah seorang bangsawan Bugis dari Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan, yang datang ke Kalimantan Barat atas undangan Sultan Matam. Kedatangannya menandai transisi penting dari pengaruh Hindu-Buddha menuju peradaban Islam yang kuat. Pada tahun 1737, ia dinobatkan sebagai raja dengan gelar Pangeran Mas Surya Negara. Nama "Mempawah" sendiri konon berasal dari kata "Mempauh", sejenis pohon asam yang banyak tumbuh di tepi sungai. Di bawah kepemimpinan Daeng Menambon, Mempawah berkembang menjadi bandar perdagangan yang ramai, menarik pedagang dari Melayu, Tiongkok, dan Arab.

##

Era Kolonial dan Perlawanan

Selama masa kolonial Belanda, Mempawah menjadi salah satu wilayah yang paling gigih mempertahankan kedaulatannya. Meskipun Belanda mencoba menanamkan pengaruh melalui perjanjian politik, Kesultanan Mempawah tetap menjadi simbol perlawanan budaya. Salah satu peninggalan paling monumental dari era ini adalah Istana Amantubillah yang dibangun pada masa pemerintahan Gusti Jamiril (Sultan Panembahan Adijaya Kesuma Negara) pada tahun 1761. Struktur bangunan ini mencerminkan perpaduan arsitektur Melayu dan pengaruh Eropa yang megah. Pada masa pendudukan Jepang, wilayah ini juga tidak luput dari tragedi kemanusiaan, di mana banyak tokoh terkemuka dan cendekiawan Mempawah menjadi korban dalam Peristiwa Mandor pada tahun 1944.

##

Era Kemerdekaan dan Modernisasi

Pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Mempawah segera mengintegrasikan diri ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah ini awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Pontianak sebelum akhirnya mengalami pemekaran dan secara resmi berganti nama menjadi Kabupaten Mempawah pada tahun 2014 melalui Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2014. Saat ini, Mempawah bertransformasi menjadi pusat industri dan logistik nasional dengan adanya pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing yang menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN).

##

Warisan Budaya dan Tradisi

Mempawah sangat dikenal dengan tradisi "Robo-Robo", sebuah festival budaya tahunan yang dirayakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar. Tradisi ini memperingati kedatangan Opu Daeng Menambon ke Mempawah dan berfungsi sebagai ritual tolak bala serta penghormatan terhadap leluhur. Selain itu, situs sejarah seperti Makam Opu Daeng Menambon di Bukit Sebakir menjadi destinasi ziarah penting yang menghubungkan generasi modern dengan akar sejarah Bugis-Melayu mereka. Keberadaan lima wilayah yang berbatasan langsung—termasuk Landak, Bengkayang, dan Kubu Raya—mempertegas posisi Mempawah sebagai simpul konektivitas sejarah dan ekonomi di Kalimantan Barat. Dengan pelabuhan laut yang dalam dan sejarah yang kaya, Mempawah terus menjaga identitasnya sebagai "Kota Bestari" yang menghormati masa lalu sambil membangun masa depan.

Geography

#

Profil Geografis Kabupaten Mempawah: Gerbang Pesisir Kalimantan Barat

Kabupaten Mempawah merupakan salah satu wilayah strategis di Provinsi Kalimantan Barat dengan luas daratan mencapai 1.942,69 km². Secara administratif dan geografis, wilayah ini memiliki predikat "Epic" karena posisinya yang krusial sebagai penghubung antara ibu kota provinsi dengan wilayah utara. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan lima wilayah administratif, yaitu Laut Natuna di sebelah barat, Kabupaten Bengkayang di utara dan timur, serta Kabupaten Landak dan Kabupaten Kubu Raya di sisi selatan dan tenggara.

##

Topografi dan Bentang Alam

Wilayah Mempawah memiliki karakteristik topografi yang didominasi oleh dataran rendah dan kawasan pesisir. Wilayah ini memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia (Laut Natuna), yang memberikan pengaruh besar terhadap geomorfologi daerahnya. Sebagian besar daratan Mempawah berada pada ketinggian 0 hingga 50 meter di atas permukaan laut. Meskipun didominasi dataran, terdapat beberapa area perbukitan di bagian pedalaman menuju perbatasan Bengkayang, seperti rangkaian Bukit Peniraman yang memberikan variasi elevasi pada lanskap yang umumnya landai.

Sistem hidrologi Mempawah sangat dipengaruhi oleh keberadaan Sungai Mempawah yang membelah pusat kota. Sungai ini berfungsi sebagai urat nadi transportasi air tradisional dan drainase alami bagi lembah-lembah kecil di sekitarnya. Selain itu, terdapat ekosistem lahan basah yang luas, mencakup rawa-rawa gambut yang berfungsi sebagai penyimpan karbon alami.

##

Kondisi Iklim dan Cuaca

Berada tepat di lintasan garis khatulistiwa (0° Lintang), Mempawah memiliki iklim tropis basah (Af) dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Suhu udara rata-rata berkisar antara 24°C hingga 32°C. Variasi musiman ditentukan oleh pergerakan angin muson; musim penghujan biasanya terjadi antara Oktober hingga Januari, sementara periode yang lebih kering terjadi pada Juli hingga Agustus. Kelembapan udara di wilayah pesisir ini sangat tinggi, seringkali mencapai di atas 80%, yang dipengaruhi oleh penguapan dari Laut Natuna.

##

Sumber Daya Alam dan Biodiversitas

Kekayaan alam Mempawah terbagi dalam sektor kelautan, pertanian, dan mineral. Di sektor pertanian, tanah aluvial dan gambut diolah menjadi lahan perkebunan kelapa, padi, dan nenas yang menjadi komoditas unggulan. Di sektor mineral, wilayah ini memiliki potensi deposit bauksit dan pasir kuarsa yang signifikan.

Secara ekologis, Mempawah memiliki zona keanekaragaman hayati yang unik, khususnya ekosistem mangrove di sepanjang pantai utara. Hutan mangrove ini menjadi benteng alami terhadap abrasi sekaligus habitat bagi fauna endemik seperti kera ekor panjang dan berbagai jenis burung migran. Di wilayah perairan, kekayaan lautnya mencakup berbagai jenis ikan pelagis dan demersal yang menjadi tumpuan ekonomi nelayan lokal. Posisi geografisnya yang berada di bagian utara Kalimantan Barat menjadikan Mempawah sebagai wilayah dengan konektivitas maritim yang sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Culture

#

Mempawah: Harmoni Budaya di Tepian Pesisir Kalimantan Barat

Mempawah, sebuah kabupaten seluas 1942,69 km² yang terletak di posisi utara Kalimantan Barat, merupakan daerah pesisir yang menyimpan kekayaan budaya luar biasa. Sebagai wilayah yang didiami oleh perpaduan etnis Melayu, Dayak, dan Tionghoa, Mempawah memancarkan pesona kultural yang unik dan penuh nilai historis.

##

Tradisi dan Upacara Adat

Salah satu ikon budaya yang paling dikenal adalah ritual Robo-Robo. Upacara ini dilaksanakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar untuk mengenang kedatangan Opu Daeng Manambon ke Mempawah pada tahun 1737. Tradisi ini melibatkan ritual *Buang-Buang* ke laut sebagai simbol tolak bala dan rasa syukur. Selain itu, terdapat tradisi Antar Kepok, yaitu hantaran adat dalam prosesi pernikahan Melayu Mempawah yang sarat akan simbol penghormatan kepada keluarga mempelai.

##

Seni Pertunjukan dan Kerajinan

Dalam bidang kesenian, Mempawah membanggakan Tari Jepin yang kental dengan nuansa Islami dan Melayu. Musik pengiringnya menggunakan instrumen perkusi seperti rebana dan gambus. Di sisi lain, masyarakat Dayak pedalaman Mempawah menjaga kelestarian Tari Jonggan sebagai tarian pergaulan yang melambangkan kegembiraan. Untuk kerajinan tangan, daerah ini dikenal dengan anyaman pandan dan rotan serta pembuatan miniatur kapal perang tradisional yang mencerminkan sejarah maritim Kesultanan Amantubillah.

##

Kuliner Khas dan Cita Rasa Lokal

Kuliner Mempawah menawarkan perpaduan rasa laut dan rempah daratan. Pengkang adalah sajian paling ikonik; ketan berisi ebi yang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut dan dibakar, biasanya dinikmati dengan sambal kepah (sejenis kerang bakau). Selain itu, terdapat Asam Pedas Mempawah yang menggunakan ikan kakap atau patin dengan kuah merah menyala yang segar. Jangan lewatkan pula Choi Pan khas pesisir yang dipengaruhi budaya Tionghoa setempat.

##

Bahasa dan Dialek

Masyarakat Mempawah berkomunikasi menggunakan Bahasa Melayu Dialek Mempawah yang memiliki ciri khas vokal "e" pepet yang kental, berbeda dengan dialek Pontianak. Ungkapan seperti "Aok" (iya) atau kata ganti "Kamek" (kami/saya) sering terdengar dalam percakapan sehari-hari, menciptakan identitas linguistik yang hangat dan bersahabat.

##

Busana Adat dan Tekstil

Pakaian tradisional yang dominan adalah Teluk Belanga untuk pria dan Baju Kurung untuk wanita, biasanya dipadukan dengan kain sarung tenun bermotif pucuk rebung. Penggunaan Tanjak (ikat kepala khas Melayu) sering terlihat dalam acara resmi kerajaan. Selain itu, kain Tenun Awan Berarak menjadi tekstil kebanggaan yang melambangkan keluhuran budi pekerti masyarakat setempat.

##

Praktik Keagamaan dan Festival

Kehidupan beragama di Mempawah sangat harmonis dengan pusat spiritual di Masjid Jami'atul Khair. Festival budaya tidak hanya terbatas pada Robo-Robo, tetapi juga perayaan Cap Go Meh yang meriah di kawasan pasar, serta ritual Naik Dango oleh masyarakat Dayak sebagai ungkapan syukur atas panen padi kepada Petara (Tuhan). Sinergi antar-etnis ini menjadikan Mempawah sebagai potret toleransi yang nyata di gerbang utara Kalimantan Barat.

Tourism

Menjelajahi Pesona Mempawah: Permata Pesisir Kalimantan Barat

Terletak strategis di sebelah utara Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah merupakan destinasi dengan status "Epic" karena perpaduan harmonis antara sejarah kesultanan dan bentang alam pesisir yang memukau. Memiliki luas wilayah 1942,69 km² dan berbatasan langsung dengan lima wilayah administratif—termasuk Landak dan Bengkayang—Mempawah menawarkan paket wisata komprehensif mulai dari wisata bahari hingga napak tilas budaya Melayu yang kental.

#

Keajaiban Alam dan Pesisir

Sebagai daerah pesisir, Mempawah memiliki garis pantai yang memikat. Pantai Kijing di Sungai Kunyit adalah ikon utama, di mana deretan pohon kelapa menjulang tinggi menghadap Selat Karimata, menciptakan panorama senja yang dramatis. Bagi pencinta ekosistem laut, Hutan Mangrove Mempawah menawarkan pengalaman edukasi lingkungan yang unik; pengunjung dapat berjalan di atas jembatan kayu yang membelah rimbunnya bakau sambil mengamati burung-burung migran. Jika ingin menjauh dari pantai, Bukit Sebayan menanti para petualang dengan trek pendakian yang menantang, menyuguhkan pemandangan hijau dari ketinggian yang jarang diketahui wisatawan umum.

#

Warisan Budaya dan Situs Sejarah

Mempawah adalah rumah bagi situs bersejarah yang megah. Istana Amantubillah merupakan pusat kebudayaan Kesultanan Mempawah yang masih berdiri kokoh. Di sini, pengunjung dapat melihat koleksi pusaka kerajaan dan arsitektur khas Melayu yang autentik. Tak jauh dari sana, terdapat Makam Opu Daeng Manambon di atas bukit, yang menjadi lokasi utama tradisi Robo-Robo. Perayaan Robo-Robo adalah pengalaman unik yang tak boleh dilewatkan; sebuah festival budaya tahunan untuk memohon keberkahan yang melibatkan makan bersama di jalanan dan ritual buang mendoa di muara sungai.

#

Petualangan Kuliner dan Pengalaman Lokal

Wisata ke Mempawah tidak lengkap tanpa mencicipi Pengkang, kudapan khas dari ketan berisi udang ebi yang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut dan dibakar di atas bara. Di Pondok Pengkang, Anda bisa menikmati sajian ini ditemani sambal kepah (kerang sungai) yang pedas segar. Keramahtamahan penduduk lokal tercermin dalam budaya "ngopi" di warung-warung kopi legendaris di pusat kota, di mana interaksi sosial antar etnis berlangsung hangat.

#

Aktivitas Luar Ruangan dan Akomodasi

Bagi pencinta adrenalin, menyusuri sungai-sungai di Mempawah dengan perahu tradisional memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan warga lokal. Untuk akomodasi, Mempawah menyediakan berbagai pilihan dari hotel melati hingga resor di tepi pantai yang menyajikan pemandangan langsung ke laut lepas.

#

Waktu Terbaik Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Mempawah adalah pada bulan Oktober, bertepatan dengan perayaan besar Robo-Robo, saat kota ini berubah menjadi panggung budaya yang meriah. Selain itu, antara bulan Mei hingga Agustus adalah waktu ideal untuk menikmati kejernihan air di sepanjang pesisir pantai Mempawah.

Economy

#

Dinamika Ekonomi Kabupaten Mempawah: Gerbang Logistik Baru Kalimantan Barat

Kabupaten Mempawah, dengan luas wilayah 1942,69 km², kini bertransformasi menjadi epicentrum ekonomi baru di Kalimantan Barat. Terletak strategis di posisi utara Kota Pontianak dan berbatasan langsung dengan lima wilayah administratif—Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Landak, Kubu Raya, dan Kota Pontianak—Mempawah memegang peran krusial dalam konektivitas regional.

##

Sektor Industri dan Transformasi Maritim

Karakteristik utama Mempawah adalah garis pantainya yang membentang luas di sepanjang Laut Natuna (bagian dari perairan Indonesia). Keunggulan geografis ini memicu pergeseran struktur ekonomi dari agraris menuju industri berat. Proyek strategis nasional, Pelabuhan Internasional Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, menjadi katalisator utama. Keberadaan pelabuhan ini mengintegrasikan Mempawah ke dalam rantai pasok global, memfasilitasi ekspor CPO (Crude Palm Oil) dan bauksit secara langsung. Sektor industri pengolahan, terutama pemurnian alumina (smelter grade alumina), kini menjadi tulang punggung ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan meningkatkan PDRB secara signifikan.

##

Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan

Meski industrialisasi masif terjadi, sektor pertanian tetap menjadi fondasi mata pencaharian penduduk. Mempawah dikenal sebagai lumbung padi dan produsen kelapa dalam yang signifikan di Kalimantan Barat. Selain itu, sektor perikanan laut di daerah seperti Jungkat dan Sungai Pinyuh terus berkembang dengan modernisasi armada tangkap. Ekonomi maritim tidak hanya terbatas pada penangkapan ikan, tetapi juga budidaya tambak udang dan pengolahan hasil laut yang menjadi komoditas unggulan pasar domestik.

##

Kerajinan Tradisional dan Produk Lokal

Keunikan ekonomi Mempawah juga terpancar dari sektor UMKM yang berbasis kearifan lokal. Kerajinan tenun khas Mempawah dan anyaman pandan merupakan produk bernilai seni tinggi yang mulai menembus pasar nasional. Di sektor kuliner, komoditas khas seperti "Pisang Goreng Pontianak" yang bahan bakunya banyak disuplai dari perkebunan Mempawah, serta pengolahan penganan berbahan dasar kelapa dan sagu, memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan rumah tangga di pedesaan.

##

Infrastruktur, Pariwisata, dan Tren Ketenagakerjaan

Pembangunan infrastruktur jalan raya yang menghubungkan Pontianak-Mempawah-Singkawang telah mempercepat arus barang dan jasa. Sektor pariwisata, yang mengandalkan wisata sejarah seperti Keraton Amantubillah dan wisata alam Pantai Kijing, mulai terintegrasi dengan penyediaan jasa akomodasi dan kuliner yang terus tumbuh.

Tren ketenagakerjaan di Mempawah menunjukkan pergeseran dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier. Peningkatan investasi di Kawasan Industri Mempawah menuntut peningkatan kualifikasi sumber daya manusia lokal. Dengan integrasi antara pelabuhan internasional, industri manufaktur, dan penguatan sektor pertanian-perikanan, Mempawah bukan lagi sekadar wilayah transit, melainkan hub ekonomi utama yang menentukan masa depan kemakmuran pesisir Kalimantan Barat.

Demographics

#

Demografi Kabupaten Mempawah: Harmoni Pesisir Kalimantan Barat

Kabupaten Mempawah, dengan luas wilayah 1.276,90 km² (pasca pemekaran), memegang peranan krusial sebagai wilayah penyangga di utara Kota Pontianak. Secara demografis, Mempawah menunjukkan karakteristik unik sebagai wilayah pesisir yang menjadi titik temu berbagai arus migrasi dan asimilasi budaya di Kalimantan Barat.

##

Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk

Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Kabupaten Mempawah mencapai lebih dari 310.000 jiwa. Kepadatan penduduk terkonsentrasi di sepanjang garis pantai dan jalur transportasi utama Trans-Kalimantan. Wilayah seperti Kecamatan Mempawah Hilir dan Sungai Pinyuh memiliki densitas tertinggi karena fungsinya sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi. Sebaliknya, wilayah pedalaman memiliki distribusi penduduk yang lebih renggang dengan dominasi sektor agraris.

##

Komposisi Etnis dan Keanekaragaman Budaya

Mempawah sering dijuluki sebagai miniatur Kalimantan Barat karena komposisi etnis "Tiga Pilar": Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Keberadaan Keraton Amantubillah memperkuat dominasi kultural Melayu-Islam, sementara komunitas Tionghoa berperan besar dalam sektor perdagangan di wilayah Sungai Pinyuh. Keberagaman ini juga diperkaya oleh transmigran Jawa, Madura, dan Bugis yang membawa pengaruh signifikan pada pola pemukiman dan teknik pertanian lokal.

##

Struktur Usia dan Piramida Penduduk

Struktur penduduk Mempawah didominasi oleh kelompok usia produktif (15-64 tahun), membentuk piramida penduduk ekspansif yang melebar di bagian tengah. Hal ini mengindikasikan adanya bonus demografi. Namun, angka ketergantungan (dependency ratio) tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dalam hal penyediaan lapangan kerja agar penduduk usia muda tidak melakukan eksodus besar-besaran ke luar daerah.

##

Pendidikan dan Literasi

Tingkat literasi di Mempawah telah melampaui angka 95%, namun terdapat kesenjangan pada jenjang pendidikan tinggi. Mayoritas penduduk adalah lulusan SMA/sederajat. Inisiatif pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit diprediksi akan mengubah lanskap pendidikan, memicu kebutuhan akan tenaga kerja terampil dan pendidikan vokasi berbasis maritim dan logistik.

##

Dinamika Urbanisasi dan Migrasi

Mempawah sedang mengalami fase transisi dari pola rural ke rurban (rural-urban). Urbanisasi meningkat di sekitar kawasan industri baru. Pola migrasi masuk (in-migration) mulai terlihat seiring dengan proyek strategis nasional, menggeser pola lama di mana pemuda Mempawah cenderung merantau ke Pontianak atau Kuching, Sarawak. Karakteristik pesisir yang terbuka menjadikan Mempawah sebagai hub mobilitas yang dinamis di koridor utara Kalimantan Barat.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Federasi Kalimantan Barat pada masa transisi pasca-kemerdekaan sebelum akhirnya bergabung sepenuhnya ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • 2.Tradisi perayaan Cap Go Meh di kawasan ini diakui secara internasional karena menampilkan atraksi ekstrem ratusan Tatung yang melakukan ritual pembersihan jalan dari roh jahat.
  • 3.Topografi unik wilayah pesisir ini dikelilingi oleh tiga gunung utama, yaitu Gunung Sari, Gunung Passi, dan Gunung Poteng, yang memberikan pemandangan alam dataran rendah yang dipagari perbukitan.
  • 4.Dijuluki sebagai Kota Seribu Kelenteng, daerah ini merupakan pusat perdagangan dan pemukiman etnis Tionghoa terbesar di Kalimantan Barat dengan arsitektur khas yang mendominasi setiap sudut jalan.

Destinasi di Mempawah

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Kalimantan Barat

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Mempawah dari siluet petanya?