Maha Vihara Mojopahit (Patung Buddha Tidur)
di Mojokerto, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Maha Vihara Mojopahit: Manifestasi Arsitektur Akulturasi dan Kemegahan Patung Buddha Tidur
Maha Vihara Mojopahit, yang terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, bukan sekadar tempat ibadah bagi umat Buddha. Kompleks ini merupakan sebuah monumen arsitektural yang merajut benang sejarah kebesaran Kerajaan Majapahit dengan spiritualitas kontemporer. Sebagai salah satu destinasi ikonik di Jawa Timur, daya tarik utamanya—Patung Buddha Tidur (Rupang Buddha Mahaparinibbana)—telah menjadi simbol sinkretisme budaya dan keahlian teknik sipil yang memukau.
#
Sejarah Pendirian dan Konteks Lokasi
Didirikan di atas lahan seluas 20.000 meter persegi, Maha Vihara Mojopahit mulai dibangun pada tahun 1987 atas prakarsa Y.M. Bhante Viriyanadi Mahathera. Pemilihan lokasi di Trowulan memiliki signifikansi historis yang mendalam, mengingat wilayah ini merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit di masa lampau. Arsitektur vihara ini sengaja dirancang untuk menghormati kejayaan masa lalu tersebut, menciptakan jembatan visual antara peninggalan arkeologis Majapahit dengan fungsi religius modern.
Pembangunan Patung Buddha Tidur sendiri selesai pada tahun 1993. Patung ini memiliki dimensi panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter, menjadikannya patung Buddha tidur terbesar di Indonesia dan ketiga terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand dan Nepal.
#
Gaya Arsitektur: Sinkretisme Jawa dan Buddhis
Secara struktural, kompleks Maha Vihara Mojopahit mengadopsi gaya arsitektur Jawa Tengah yang kental, terutama terlihat pada bangunan utama (Dhammasala). Penggunaan atap bertumpuk (tajug) yang menyerupai arsitektur pendopo tradisional Jawa menunjukkan upaya akomodasi budaya lokal dalam bangunan keagamaan.
Dinding-dinding bangunan dihiasi dengan relief-relief yang dipahat menggunakan batu alam, menceritakan perjalanan hidup Siddharta Gautama serta hukum Karma. Uniknya, teknik pemahatan relief ini mengikuti gaya estetika relief pada candi-candi peninggalan Majapahit, seperti Candi Tikus atau Candi Bajang Ratu, dengan proporsi tubuh yang lebih ramping dan detail ornamen yang rumit.
#
Mahaparinibbana: Inovasi Struktur dan Estetika Patung
Ikon utama kompleks ini adalah Patung Buddha Tidur yang dilapisi warna emas. Dari sudut pandang teknik sipil, patung ini dibangun menggunakan beton bertulang yang kokoh. Namun, aspek yang paling menonjol adalah detail anatomi dan simbolisme yang tertuang dalam pahatannya.
Posisi patung menggambarkan detik-detik terakhir Sang Buddha sebelum mencapai Parinirvana (kematian fisik yang sempurna). Buddha digambarkan berbaring miring ke arah kanan, dengan tangan kanan menyangga kepala—sebuah pose yang melambangkan ketenangan mutlak. Lapisan warna emas (prada) pada permukaan beton memberikan efek reflektif yang megah, terutama saat terpapar sinar matahari, menciptakan aura spiritual yang kuat bagi siapapun yang memandangnya.
Di bawah dasar patung, terdapat kolam ikan yang mengelilingi struktur utama. Secara arsitektural, kolam ini berfungsi sebagai elemen pendingin alami (passive cooling) serta memberikan efek visual seolah-olah patung tersebut mengapung di atas air, menambah kesan kedamaian dan transendensi.
#
Miniatur Candi dan Detail Relief
Selain patung raksasa, kompleks ini memiliki miniatur Candi Borobudur yang ditempatkan secara strategis di salah satu sudut halaman. Penempatan ini bukan tanpa alasan; ia berfungsi sebagai penghormatan terhadap puncak pencapaian arsitektur Buddhis di Nusantara.
Relief-relief yang tersebar di sekeliling area vihara dikerjakan oleh seniman pahat lokal yang memahami pakem seni Majapahitan. Penggunaan bata merah yang diekspos pada beberapa bagian pagar dan gerbang masuk (Candi Bentar) mempertegas identitas visual Trowulan sebagai "Kota Bata Merah". Integrasi material lokal ini menciptakan harmoni antara bangunan baru dengan situs-situs purbakala di sekitarnya.
#
Signifikansi Budaya dan Sosial
Maha Vihara Mojopahit menjalankan peran ganda sebagai pusat meditasi dan destinasi wisata budaya. Keberadaannya di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam di Desa Bejijong menjadi bukti nyata toleransi beragama yang telah mengakar sejak zaman Majapahit (Mpu Prapanca dalam Nagarakretagama menyebutkan keharmonisan antara Siwa dan Buddha).
Vihara ini tidak hanya terbuka untuk umat yang ingin bersembahyang, tetapi juga bagi wisatawan umum yang ingin mempelajari sejarah dan seni. Hal ini menciptakan ekosistem sosial-ekonomi di mana arsitektur religius berfungsi sebagai katalisator pariwisata daerah.
#
Pengalaman Pengunjung dan Lingkungan Binaan
Memasuki area vihara, pengunjung akan disambut oleh suasana yang asri dengan banyak pepohonan rindang yang meneduhkan area terbuka. Penataan lanskap dirancang untuk memandu alur gerak pengunjung dari gerbang utama menuju area Dhammasala, lalu memuncak pada area Patung Buddha Tidur.
Detail-detail kecil seperti patung-patung kecil di sepanjang jalan setapak dan tulisan-tulisan motivasi spiritual memberikan pengalaman ruang yang kontemplatif. Pencahayaan pada malam hari juga dirancang secara dramatis, menonjolkan siluet patung emas yang tampak bercahaya di tengah kegelapan, menciptakan pemandangan yang sangat ikonik bagi fotografi arsitektur.
#
Kesimpulan
Maha Vihara Mojopahit dengan Patung Buddha Tidurnya adalah sebuah pencapaian arsitektural yang berhasil menyatukan dimensi masa lalu, masa kini, dan nilai spiritual. Melalui penggunaan material beton modern yang dipadukan dengan estetika tradisional Jawa dan simbolisme Buddhis, bangunan ini berdiri tegak sebagai identitas visual Mojokerto. Ia bukan hanya sekadar struktur fisik yang megah, melainkan sebuah narasi visual tentang kedamaian, penghormatan sejarah, dan keahlian tangan manusia yang berdedikasi tinggi. Bagi dunia arsitektur Indonesia, tempat ini merupakan referensi penting mengenai bagaimana sebuah bangunan keagamaan dapat beradaptasi dengan konteks lokal tanpa kehilangan esensi sakralnya.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Mojokerto
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Mojokerto
Pelajari lebih lanjut tentang Mojokerto dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Mojokerto