Mojokerto
CommonDipublikasikan: Januari 2025
History
Jejak Sejarah Mojokerto: Dari Jantung Majapahit hingga Kota Perjuangan
Mojokerto, sebuah wilayah strategis di Jawa Timur dengan luas mencapai 999,89 km², memegang peranan krusial dalam lini masa sejarah Nusantara. Terletak di posisi tengah provinsi dan dikelilingi oleh sembilan wilayah administratif—termasuk Jombang, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Malang—Mojokerto bukan sekadar titik geografis, melainkan episentrum peradaban Jawa.
#
Era Keemasan Majapahit
Akar sejarah Mojokerto tak terlepaskan dari Trowulan, yang diyakini sebagai ibu kota imperium Majapahit pada abad ke-13 hingga ke-15. Di sinilah Raden Wijaya mendirikan takhta pada tahun 1293 setelah runtuhnya Kerajaan Singasari. Situs-situs ikonik seperti Candi Tikus, Gapura Bajang Ratu, dan Wringin Lawang menjadi bukti bisu kemegahan tata kota masa lalu. Puncak kejayaannya tercapai di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, yang melalui Sumpah Palapa-nya, bertekad menyatukan Nusantara dari tanah Mojokerto.
#
Masa Kolonial dan Industrialisasi Gula
Memasuki abad ke-19, pemerintah kolonial Hindia Belanda mengubah wajah Mojokerto menjadi pusat industri perkebunan. Nama "Mojokerto" sendiri secara administratif mulai diperkuat pada masa ini. Salah satu tonggak sejarah penting adalah berdirinya Stadsgemeente Mojokerto berdasarkan Staatblad Nomor 324 Tahun 1918.
Kekayaan tanahnya memicu pembangunan besar-besaran pabrik gula, seperti PG Sekarputih. Untuk mendukung distribusi logistik, perusahaan kereta api Oosterlijn membangun jalur yang menghubungkan Mojokerto dengan Surabaya pada tahun 1878. Fakta unik lainnya adalah masa kecil Soekarno, Sang Proklamator, yang menghabiskan waktu sekolahnya di Eerste Inlandse School (sekarang SDN Purwotengah) antara tahun 1907 hingga 1912, sebuah periode yang membentuk karakter nasionalismenya.
#
Era Revolusi Kemerdekaan
Dalam mempertahankan kemerdekaan, Mojokerto menjadi palagan penting bagi laskar-laskar pejuang. Pasukan pimpinan KH Hasyim Asy'ari dan barisan Hizbullah menjadikan wilayah ini sebagai basis pertahanan untuk membendung agresi militer Belanda yang bergerak dari Surabaya. Peristiwa heroik "Pertempuran Jembatan Gajah Mada" menjadi bukti militansi penduduk lokal dalam menjaga kedaulatan republik di tengah gempuran sekutu.
#
Warisan Budaya dan Modernitas
Warisan sejarah Mojokerto tetap hidup melalui tradisi lokal yang terjaga. Ritual Ruwat Desa dan penghormatan terhadap leluhur di kompleks makam Troloyo menunjukkan sinkretisme budaya Islam dan Hindu-Buddha yang harmonis. Secara kuliner, Onde-onde yang diperkenalkan oleh imigran Tiongkok pada masa kolonial telah berevolusi menjadi identitas tak terpisahkan, menjadikan Mojokerto dijuluki "Kota Onde-onde".
Kini, Mojokerto bertransformasi menjadi kawasan industri dan pariwisata sejarah yang modern tanpa meninggalkan jati dirinya. Sebagai wilayah non-pesisir yang berada di jantung Jawa Timur, Mojokerto terus berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kemegahan masa lalu Majapahit dengan ambisi pembangunan masa depan Indonesia.
Geography
#
Geografi Kabupaten dan Kota Mojokerto
Mojokerto merupakan entitas wilayah yang terletak strategis di jantung Provinsi Jawa Timur. Dengan total luas wilayah mencapai 999,89 km², kawasan ini secara geografis terkurung daratan (landlocked) dan tidak memiliki garis pantai. Posisinya yang berada di bagian tengah provinsi menjadikannya titik simpul transportasi utama yang menghubungkan pusat pertumbuhan Surabaya dengan wilayah pedalaman Jawa Timur bagian barat dan selatan.
##
Topografi dan Bentang Alam
Lanskap Mojokerto menampilkan kontras yang tajam antara dataran rendah di bagian utara dan pegunungan di sisi selatan. Wilayah utara didominasi oleh dataran aluvial yang landai, sementara bagian selatan merupakan kawasan perbukitan dan pegunungan yang curam. Fitur geografis yang paling ikonik adalah keberadaan Gunung Penanggungan (1.653 mdpl), sebuah gunung berapi dorman yang dianggap suci secara historis, serta lereng utara kompleks Pegunungan Arjuno-Welirang. Di antara puncak-puncak ini, terdapat lembah-lembah subur yang menyediakan mikroklimat sejuk bagi kawasan Trawas dan Pacet.
Sistem hidrologi Mojokerto didominasi oleh aliran Sungai Brantas, sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa, yang membelah wilayah ini. Sungai ini menjadi urat nadi drainase utama, didukung oleh anak-anak sungai seperti Kali Sadar dan Kali Kromong. Keberadaan sungai-sungai ini menciptakan endapan sedimentasi yang kaya, membentuk tanah yang sangat subur di sepanjang bantarannya.
##
Iklim dan Variasi Musiman
Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, Mojokerto memiliki iklim monsun tropis (Am). Terdapat perbedaan suhu yang signifikan antara wilayah utara dan selatan; kawasan kota dan dataran rendah cenderung panas dengan suhu rata-rata 28°C-34°C, sedangkan kawasan dataran tinggi di selatan memiliki suhu yang jauh lebih rendah, berkisar antara 18°C hingga 25°C. Musim kemarau biasanya berlangsung dari Mei hingga September, dipengaruhi oleh angin monsun tenggara, sementara musim penghujan terjadi antara Oktober hingga April dengan intensitas curah hujan tertinggi terkonsentrasi di wilayah pegunungan selatan.
##
Sumber Daya Alam dan Ekologi
Kekayaan sumber daya alam Mojokerto terbagi menjadi sektor pertanian dan mineral. Tanah vulkanik yang kaya akan unsur hara menjadikan wilayah ini lumbung padi, tebu, dan hortikultura. Di sektor mineral, wilayah ini memiliki potensi batuan sirtu (pasir dan batu) hasil deposisi vulkanik serta material tanah liat yang mendukung industri gerabah dan bata merah tradisional yang telah eksis sejak zaman Majapahit.
Zona ekologi di Mojokerto mencakup hutan hujan tropis pegunungan di kawasan Tahura R. Soerjo yang menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati, termasuk berbagai spesies burung endemik dan primata seperti lutung jawa (Trachypithecus auratus). Secara administratif dan geografis, Mojokerto berbatasan langsung dengan sembilan wilayah, yaitu Kabupaten Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Batu, Kediri, Jombang, dan Bojonegoro, menjadikannya salah satu wilayah dengan konektivitas terpadat di Jawa Timur.
Culture
#
Warisan Luhur dan Identitas Budaya Mojokerto
Mojokerto, yang terletak di jantung Provinsi Jawa Timur, bukan sekadar titik geografis seluas 999,89 km², melainkan sebuah episentrum peradaban Jawa. Sebagai bekas pusat administrasi Kerajaan Majapahit, Mojokerto menyimpan memori kolektif yang membentuk identitas kultural masyarakatnya hingga saat ini.
##
Tradisi dan Ritual Keagamaan
Kehidupan sosial di Mojokerto sangat dipengaruhi oleh sinkretisme antara nilai-nilai Islam dan tradisi lokal. Salah satu upacara yang paling ikonik adalah Ruwat Sumber Penguripan di Petirtaan Jolotundo. Ritual ini merupakan bentuk syukur atas melimpahnya sumber air yang dianggap suci. Selain itu, terdapat tradisi Grebeg Suro di Trowulan yang melibatkan arak-arakan gunungan hasil bumi. Masyarakat setempat juga rutin melakukan nyadran atau bersih desa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan menjaga harmoni sosial.
##
Kesenian dan Pertunjukan Rakyat
Mojokerto memiliki kekayaan seni pertunjukan yang khas, salah satunya adalah Bantengan. Kesenian ini memadukan unsur tari, olah kanuragan (beladiri), dan mistis, di mana pemainnya mengenakan kostum kepala banteng dan seringkali mengalami kondisi trans (*mendhem*). Selain itu, terdapat Ujung, sebuah tradisi adu fisik menggunakan rotan yang melambangkan keberanian dan biasanya digelar untuk memanggil hujan. Seni Ludruk juga tetap eksis sebagai media kritik sosial dengan dialek lokal yang lugas dan jenaka.
##
Seni Kriya dan Tekstil
Warisan Majapahit sangat kental dalam seni kriya Mojokerto, terutama pada kerajinan Patung Batu dan Terakota di Desa Bejijong. Perajin di sana masih menggunakan teknik turun-temurun untuk mereplikasi gaya arsitektur kuno. Dalam bidang tekstil, Batik Mojokerto atau dikenal dengan Batik Mojo memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari peninggalan purbakala, seperti motif Surya Majapahit, Rantai, dan Merica Bolong. Warna-warna yang digunakan cenderung gelap dan berwibawa, mencerminkan karakter masyarakatnya yang teguh.
##
Kuliner Khas
Identitas kuliner Mojokerto tidak dapat dipisahkan dari Onde-onde. Panganan bulat bertabur wijen ini telah menjadi ikon hingga Mojokerto dijuluki sebagai Kota Onde-onde. Keunikan lainnya adalah Sate Keong dan Sambal Wader yang biasanya dinikmati di pinggiran kolam Segaran. Ikan wader yang kecil dan renyah dipadukan dengan sambal terasi pedas memberikan cita rasa autentik agraris pedalaman Jawa. Untuk minuman, Es Dawet Jabung sering menjadi primadona saat perayaan adat.
##
Bahasa dan Tutur Lokal
Masyarakat Mojokerto menggunakan Bahasa Jawa dialek Jawa Timuran, namun dengan aksentuasi yang lebih halus dibandingkan dialek Surabaya (Suroboyoan). Penggunaan partikel penegas seperti "se" atau "deng" sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Ungkapan-ungkapan yang merujuk pada kejayaan masa lalu sering diselipkan sebagai bentuk kebanggaan sebagai warga "Bumi Majapahit".
Perpaduan antara kemegahan sejarah masa lalu dan kearifan lokal yang tetap terjaga menjadikan Mojokerto sebagai destinasi budaya yang mendalam, di mana setiap jengkal tanahnya seolah bercerita tentang kebesaran nusantara.
Tourism
#
Menelusuri Jejak Megah Majapahit dan Pesona Alam Mojokerto
Terletak di jantung Jawa Timur, Kabupaten dan Kota Mojokerto menawarkan perpaduan langka antara romantisme sejarah kekaisaran kuno dan kemegahan alam pegunungan. Sebagai wilayah yang berbatasan dengan sembilan daerah lain, Mojokerto merupakan titik temu strategis yang menyimpan kekayaan wisata tak ternilai.
##
Warisan Megah Kerajaan Majapahit
Mojokerto adalah rumah bagi situs arkeologi Trowulan, yang diyakini sebagai ibu kota Kerajaan Majapahit. Pengalaman unik yang wajib dicoba adalah menyusuri Candi Tikus, sebuah pemandian ritual bawah tanah yang artistik, serta Candi Bajang Ratu yang berdiri kokoh dengan arsitektur gapura paduraksa yang ikonis. Jangan lewatkan kunjungan ke Maha Vihara Mojopahit untuk melihat Patung Buddha Tidur raksasa berwarna emas—salah satu yang terbesar di Asia Tenggara—yang memberikan atmosfer spiritual yang tenang.
##
Petualangan Alam di Kaki Gunung Welirang
Bagi pecinta alam, kawasan dataran tinggi Pacet dan Trawas menyediakan udara sejuk yang menyegarkan. Anda bisa mengunjungi Air Terjun Dlundung yang memiliki aliran air tenang dan dikelilingi taman yang asri, sangat cocok untuk berkemah. Jika ingin tantangan lebih, pendakian ke Puncak Lorokan atau menjelajahi jalur hutan di lereng Gunung Penanggungan akan menyuguhkan pemandangan matahari terbit yang spektakuler. Penanggungan sendiri dikenal sebagai "Gunung Seribu Candi" karena banyaknya situs pemujaan kuno yang tersebar di sepanjang jalur pendakiannya.
##
Wisata Kuliner dan Cita Rasa Lokal
Perjalanan ke Mojokerto belum lengkap tanpa mencicipi Onde-onde Bo Liem, kudapan legendaris dengan tekstur kenyal dan isian kacang hijau yang manis. Untuk hidangan utama, Sambal Wader yang disajikan di pinggir Kolam Segaran memberikan sensasi makan yang autentik; ikan wader kecil yang digoreng garing dinikmati bersama sambal terasi pedas dan nasi hangat sambil memandang situs kolam kuno seluas 6,5 hektar.
##
Akomodasi dan Keramahtamahan
Masyarakat Mojokerto dikenal dengan sikap *guyub rukun* dan keramahtamahannya terhadap wisatawan. Pilihan akomodasi sangat beragam, mulai dari hotel butik bergaya kolonial di pusat kota hingga *glamping* (glamorous camping) mewah di Trawas yang menawarkan pemandangan langsung ke Gunung Arjuno. Banyak penginapan di area Pacet juga menyediakan fasilitas pemandian air panas alami dari sumber belerang, seperti di Pemandian Air Panas Padusan, yang sangat efektif untuk relaksasi.
##
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu paling ideal untuk mengunjungi Mojokerto adalah pada akhir musim kemarau, antara bulan Agustus hingga Oktober. Pada periode ini, langit biasanya cerah sehingga pemandangan pegunungan terlihat jelas, dan suhu di dataran tinggi terasa lebih sejuk. Selain itu, sering diadakan festival budaya atau napak tilas sejarah Majapahit yang memberikan pengalaman mendalam bagi para pelancong.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten dan Kota Mojokerto
Mojokerto, yang terletak secara strategis di bagian tengah Provinsi Jawa Timur, merupakan pusat pertumbuhan ekonomi yang unik dengan luas wilayah mencapai 999,89 km². Sebagai wilayah yang dikelilingi oleh daratan dan berbatasan langsung dengan sembilan daerah administratif—termasuk Jombang, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Malang—Mojokerto berfungsi sebagai simpul logistik krusial yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah pedalaman Jawa Timur.
##
Sektor Industri dan Manufaktur
Sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung utama ekonomi Mojokerto. Kehadiran Kawasan Industri Ngoro Industrial Park (NIP) telah menarik investasi asing (PMA) dan domestik berskala besar. Industri manufaktur di sini sangat beragam, mulai dari produksi kertas (seperti PT Tjiwi Kimia), alas kaki, plastik, hingga perakitan otomotif dan elektronik. Pertumbuhan sektor ini didukung oleh upah minimum yang kompetitif dan aksesibilitas yang tinggi melalui tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) serta tol Trans-Jawa, yang memangkas biaya distribusi barang menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
##
Pertanian dan Agrobisnis
Meskipun bertransformasi menjadi daerah industri, sektor pertanian tetap memegang peranan vital, terutama di wilayah selatan yang subur di kaki Gunung Penanggungan dan Welirang. Mojokerto dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur dengan komoditas unggulan berupa padi, jagung, dan tebu. Sektor perkebunan juga berkembang pesat melalui produksi kakao dan kopi organik. Integrasi antara pertanian dan industri terlihat dari banyaknya pabrik pengolahan tebu dan pakan ternak yang menyerap tenaga kerja lokal secara masif.
##
Kerajinan Tradisional dan Ekonomi Kreatif
Keunikan ekonomi Mojokerto juga terletak pada warisan sejarah Kerajaan Majapahit yang termanifestasi dalam industri kreatif. Desa Trowulan menjadi pusat kerajinan pahat batu dan pengecoran kuningan yang produknya telah menembus pasar ekspor Eropa dan Amerika. Selain itu, Mojokerto memiliki spesialisasi ekonomi pada produksi alas kaki (sepatu dan sandal) di wilayah perkotaan, serta sentra jajanan khas Onde-onde yang menjadi penggerak UMKM sektor kuliner dan pariwisata.
##
Pariwisata Sejarah dan Alam
Tanpa garis pantai, Mojokerto mengoptimalkan ekonomi berbasis daratan melalui wisata sejarah dan alam. Keberadaan situs arkeologi Majapahit di Trowulan menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya, menciptakan multiplier effect bagi sektor jasa, penginapan, dan transportasi lokal. Di sisi lain, kawasan Pacet dan Trawas berkembang menjadi pusat ekonomi jasa pariwisata pegunungan dengan menjamurnya hotel, kafe, dan agrowisata yang menyasar pasar kelas menengah dari Surabaya dan sekitarnya.
##
Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan
Pembangunan infrastruktur jalan lingkar dan optimalisasi jalur ganda kereta api (double track) telah meningkatkan konektivitas regional. Hal ini memicu pergeseran tren ketenagakerjaan dari sektor primer (pertanian) menuju sektor sekunder (manufaktur) dan tersier (jasa). Pemerintah daerah terus berfokus pada sinkronisasi kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri di kawasan Ngoro untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Demographics
#
Profil Demografis Wilayah Mojokerto, Jawa Timur
Mojokerto merupakan salah satu pusat peradaban penting di Jawa Timur yang terbagi menjadi dua wilayah administratif utama: Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Dengan total luas wilayah mencapai 999,89 km², kawasan ini menempati posisi strategis di bagian tengah (cardinal position: tengah) provinsi Jawa Timur. Sebagai wilayah non-pesisir yang dikelilingi oleh sembilan daerah tetangga—termasuk Jombang, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Malang—Mojokerto berfungsi sebagai koridor penyangga ekonomi antara wilayah agraris dan industri.
Kepadatan dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data kependudukan terbaru, jumlah penduduk di Kabupaten Mojokerto melampaui 1,1 juta jiwa, sementara Kota Mojokerto memiliki kepadatan yang jauh lebih tinggi sebagai entitas urban terkecil di Indonesia. Distribusi penduduk terkonsentrasi di wilayah utara yang berbatasan dengan koridor industri Surabaya-Sidoarjo serta wilayah pusat kota. Tingkat kepadatan penduduk di kawasan perkotaan mencapai angka signifikan, mencerminkan peran Mojokerto sebagai hub perdagangan dan jasa.
Komposisi Etnis dan Warisan Budaya
Demografi Mojokerto didominasi oleh etnis Jawa, dengan pengaruh kuat kebudayaan "Mataraman" dan "Arekan". Keunikan demografis wilayah ini adalah identitas kolektif sebagai pewaris Kerajaan Majapahit, yang tercermin dalam pola pemukiman di sekitar situs Trowulan. Selain etnis Jawa, terdapat komunitas Tionghoa dan Arab yang telah lama menetap di area perkotaan, menciptakan keragaman budaya yang harmonis dalam tatanan sosial masyarakat.
Struktur Usia dan Pendidikan
Struktur penduduk Mojokerto menunjukkan karakteristik piramida ekspansif menuju stasioner, di mana kelompok usia produktif (15–64 tahun) mendominasi komposisi demografis. Hal ini memberikan bonus demografi bagi pengembangan sektor industri manufaktur. Tingkat melek huruf di Mojokerto sangat tinggi, melampaui 98%, didukung oleh akses pendidikan yang merata dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Urbanisasi dan Pola Migrasi
Terjadi pergeseran dinamis dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri-perkotaan. Pola urbanisasi terkonsentrasi di kecamatan seperti Ngoro dan Jetis karena keberadaan kawasan industri besar. Migrasi masuk (in-migration) didominasi oleh tenaga kerja dari wilayah sekitar Jawa Timur yang mencari peluang di sektor manufaktur. Sebaliknya, migrasi keluar (out-migration) biasanya didorong oleh pencarian pendidikan tinggi di Surabaya atau Malang. Hubungan rural-urban di Mojokerto sangat cair, di mana penduduk pedesaan memiliki aksesibilitas tinggi menuju pusat pertumbuhan ekonomi kota.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini memiliki situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit berupa sebuah pintu gerbang megah yang dipercaya sebagai pintu masuk utama menuju kediaman Gajah Mada.
- 2.Kesenian tradisional Bantengan yang memadukan unsur tari, bela diri, dan musik perkusi merupakan warisan budaya yang sangat populer dan mengakar kuat di lereng pegunungan wilayah ini.
- 3.Kawasan ini dikelilingi oleh gugusan gunung berapi yang dikenal sebagai Pegunungan Arjuno-Welirang, serta menjadi jalur utama yang menghubungkan Kota Surabaya dan Kota Malang.
- 4.Wilayah ini dijuluki sebagai Kota Industri karena menjadi pusat manufaktur besar di Jawa Timur, mulai dari pabrik kertas, tekstil, hingga perusahaan rokok ternama.
Destinasi di Mojokerto
Semua Destinasi→Candi Bajang Ratu
Gapura megah peninggalan Kerajaan Majapahit ini berdiri kokoh dengan arsitektur paduraksa yang memuk...
Bangunan IkonikMaha Vihara Mojopahit (Patung Buddha Tidur)
Destinasi religi ini menyimpan daya tarik utama berupa patung Buddha Tidur raksasa berwarna emas yan...
Wisata AlamDlundung Waterfall
Terletak di lereng Gunung Welirang, air terjun ini menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dengan d...
Pusat KebudayaanMuseum Trowulan
Sebagai pusat informasi arkeologi terbesar di Jawa Timur, museum ini menyimpan ribuan artefak berhar...
Kuliner LegendarisOnde-Onde Bo Liem
Tak lengkap rasanya mengunjungi Kota Mojokerto tanpa mencicipi kudapan legendaris yang telah ada sej...
Situs SejarahCandi Tikus
Sebuah petirtaan atau tempat pemandian kuno yang unik karena letaknya yang berada di bawah permukaan...
Tempat Lainnya di Jawa Timur
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Mojokerto dari siluet petanya?