Candi Lor
di Nganjuk, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Jejak Fajar Mataram Isyana: Menelusuri Kemegahan dan Sejarah Candi Lor Nganjuk
Candi Lor bukan sekadar tumpukan bata merah yang melapuk dimakan usia. Terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, situs ini merupakan monumen bisu yang menandai salah satu transisi kekuasaan paling krusial dalam sejarah Nusantara. Sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Nganjuk, Candi Lor memegang peran vital sebagai "akta kelahiran" wilayah tersebut sekaligus simbol pergeseran pusat politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
#
Asal-Usul Historis dan Prasasti Anjuk Ladang
Berdirinya Candi Lor berkaitan erat dengan sosok Mpu Sindok, raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Timur (Mataram Kuno). Berdasarkan data arkeologis yang dikorelasikan dengan Prasasti Anjuk Ladang yang ditemukan di lokasi tersebut, candi ini dibangun sekitar tahun 937 Masehi (859 Saka).
Pembangunan candi ini merupakan bentuk apresiasi atau "hadiah" dari Mpu Sindok kepada rakyat Anjuk Ladang. Masyarakat setempat kala itu dinilai berjasa besar dalam membantu pasukan raja menghalau serangan tentara dari Kerajaan Sriwijaya yang mencoba melakukan ekspansi ke wilayah timur. Sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan (Sima), Mpu Sindok menetapkan wilayah Anjuk Ladang sebagai perdikan (daerah bebas pajak) dan mendirikan sebuah bangunan suci yang kini kita kenal sebagai Candi Lor. Nama "Anjuk Ladang" sendiri kemudian menjadi asal-usul nama "Nganjuk" yang berarti "Kemenangan yang Gemilang".
#
Arsitektur dan Material Konstruksi yang Unik
Secara arsitektural, Candi Lor menampilkan karakteristik yang unik jika dibandingkan dengan candi-candi di Jawa Tengah yang umumnya menggunakan batu andesit. Candi ini dibangun menggunakan bata merah berukuran besar, yang merupakan ciri khas awal transisi menuju gaya arsitektur Jawa Timur. Penggunaan bata merah ini menunjukkan adaptasi ketersediaan material lokal di dataran rendah Nganjuk.
Struktur Candi Lor saat ini memang tidak lagi utuh. Bagian atap dan sebagian tubuh candi telah runtuh, menyisakan bagian kaki dan sebagian badan candi yang masih berdiri. Yang paling ikonik dari situs ini adalah keberadaan pohon kepuh raksasa yang tumbuh tepat di atas reruntuhan candi. Akar-akar pohon ini mencengkeram erat struktur bata merah, seolah-olah menjadi kerangka alami yang menjaga agar bangunan tersebut tidak benar-benar roboh. Fenomena ini menciptakan pemandangan yang eksotis sekaligus mistis, di mana alam dan sejarah menyatu dalam simbiosis yang rapuh.
#
Signifikansi Sejarah dan Hubungan dengan Mpu Sindok
Candi Lor adalah monumen kemenangan. Dalam catatan sejarah, periode kepemimpinan Mpu Sindok adalah masa transisi besar di mana pusat pemerintahan dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur akibat letusan dahsyat Gunung Merapi dan ancaman konstan dari Kerajaan Sriwijaya.
Candi ini menjadi bukti fisik bahwa Mpu Sindok berhasil mengonsolidasikan kekuatannya di Jawa Timur dengan dukungan penuh dari rakyat lokal. Keberhasilan memukul mundur pasukan Melayu (Sriwijaya) di Anjuk Ladang memastikan stabilitas Dinasti Isyana yang kemudian melahirkan raja-raja besar seperti Airlangga hingga nantinya menurunkan raja-raja di Singasari dan Majapahit. Tanpa peristiwa kemenangan yang diabadikan di Candi Lor, peta sejarah Jawa Timur mungkin akan sangat berbeda.
#
Fungsi Keagamaan dan Budaya
Meskipun saat ini kondisinya sudah rusak, para arkeolog meyakini bahwa Candi Lor pada masa kejayaannya berfungsi sebagai tempat pemujaan Hindu. Hal ini didasarkan pada temuan prasasti dan beberapa fragmen arca di sekitar lokasi. Sebagai sebuah bangunan suci (Jayastambha atau tugu kemenangan), candi ini digunakan untuk melakukan ritual persembahan kepada dewa-dewa sebagai rasa syukur atas kemenangan perang dan kemakmuran wilayah.
Bagi masyarakat Nganjuk modern, Candi Lor memiliki kedudukan budaya yang sangat tinggi. Setiap tahunnya, situs ini menjadi pusat prosesi peringatan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk. Masyarakat melakukan kirab budaya dari Candi Lor menuju pusat kota, membawa replika Prasasti Anjuk Ladang dan gunungan hasil bumi. Ini menunjukkan bahwa nilai sakralitas candi tetap terjaga melampaui batas waktu ribuan tahun.
#
Status Pelestarian dan Tantangan Restorasi
Kondisi Candi Lor saat ini berada di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI. Tantangan terbesar dalam pelestarian situs ini adalah faktor alam. Pohon kepuh yang tumbuh di atas candi berada dalam posisi dilematis; di satu sisi akarnya berfungsi mengikat bata agar tidak ambrol, namun di sisi lain, pertumbuhan akar yang terus membesar memberikan tekanan mekanis yang dapat menghancurkan struktur bata merah dari dalam.
Upaya restorasi fisik sangat sulit dilakukan tanpa merusak pohon yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Oleh karena itu, langkah yang diambil oleh otoritas terkait saat ini adalah konservasi preventif, yakni menjaga kebersihan area, melakukan pendataan struktur yang tersisa, dan memperkuat narasi sejarahnya sebagai objek wisata edukasi. Pagar pengaman telah dipasang di sekeliling candi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat aktivitas manusia.
#
Fakta Unik: Dari Nama Hingga Penemuan Prasasti
Ada beberapa fakta unik yang membuat Candi Lor menonjol. Pertama, nama "Lor" dalam bahasa Jawa berarti "Utara". Hal ini dikarenakan letaknya yang berada di sebelah utara dari pusat kekuasaan administratif kuno di wilayah tersebut. Kedua, Prasasti Anjuk Ladang yang ditemukan di sini kini disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta karena nilai sejarahnya yang tak ternilai, namun replikanya tetap dihormati di Nganjuk.
Ketiga, Candi Lor adalah salah satu dari sedikit situs yang memiliki catatan tanggal pembangunan yang sangat spesifik melalui prasasti pendukungnya, sehingga ia menjadi patokan kronologis penting bagi para sejarawan untuk memetakan perkembangan awal Dinasti Isyana di Jawa Timur.
#
Kesimpulan: Warisan yang Harus Dijaga
Candi Lor adalah jantung sejarah Nganjuk. Ia bukan sekadar reruntuhan bata yang terlilit akar, melainkan simbol keberanian, kedaulatan, dan rasa terima kasih seorang raja kepada rakyatnya. Sebagai situs yang menandai awal mula peradaban besar di Jawa Timur, kelestarian Candi Lor adalah tanggung jawab kolektif. Menjaga Candi Lor berarti menjaga memori kolektif bangsa tentang bagaimana kemenangan diraih melalui persatuan antara pemimpin dan rakyat, sebuah pesan moral yang tetap relevan hingga hari ini.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Nganjuk
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Nganjuk
Pelajari lebih lanjut tentang Nganjuk dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Nganjuk