Situs Sejarah

Candi Jawi

di Pasuruan, Jawa Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Konteks Sejarah

Berdasarkan catatan dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca, Candi Jawi dibangun atas perintah Raja Kertanegara, penguasa terakhir Kerajaan Singasari, pada abad ke-13 (sekitar tahun 1285 Masehi). Berbeda dengan banyak candi lain yang berfungsi murni sebagai tempat ibadah, Candi Jawi memiliki fungsi khusus sebagai tempat pendarmaan atau penyimpanan abu suci Raja Kertanegara.

Kertanegara dikenal sebagai raja yang visioner namun kontroversial. Ia adalah penganut aliran Syiwa-Buddha yang taat. Pembangunan Candi Jawi mencerminkan filosofi Bhinneka Tunggal Ika yang mulai mengakar pada masa itu, di mana ajaran Hindu (Siwa) dan Buddha Tantrayana dipadukan secara harmonis dalam satu struktur bangunan. Lokasinya yang berada jauh dari pusat pemerintahan Singasari (Malang) menunjukkan bahwa kawasan Prigen saat itu merupakan area penting, kemungkinan sebagai tempat perasingan suci atau jalur spiritual menuju puncak gunung.

Arsitektur: Perpaduan Dua Kepercayaan

Secara visual, Candi Jawi memiliki karakteristik arsitektur yang sangat spesifik. Tubuh candi terbuat dari batu andesit gelap, namun bagian puncaknya menggunakan batu putih (porus). Hal ini sempat menimbulkan perdebatan di kalangan arkeolog mengenai apakah bagian puncak tersebut merupakan tambahan di era kemudian atau memang desain asli.

Candi ini menghadap ke arah timur, membelakangi Gunung Welirang. Hal ini menarik karena biasanya candi-candi di Jawa Timur menghadap ke arah gunung (kiblat suci). Struktur bangunannya terdiri dari kaki, tubuh, dan atap yang menjulang ramping (gaya Jawa Timuran).

Keunikan utama terletak pada bentuk atapnya. Puncak Candi Jawi merupakan perpaduan antara stupa (lambang Buddha) dan kubus (ratna/lingga) yang meruncing (lambang Hindu/Siwa). Di dalam bilik candi (garbagriha), dahulu terdapat arca Siwa yang memegang atribut Buddha. Sayangnya, banyak arca asli telah dipindahkan ke museum atau hilang, namun struktur bangunannya tetap memberikan gambaran jelas tentang konsep sinkretisme tersebut.

Detail Relief dan Narasi Tersembunyi

Dinding tubuh Candi Jawi dihiasi dengan relief yang dipahat dengan teknik low relief (pahatan tipis), khas periode Jawa Timur. Relief-relief ini mengelilingi bangunan secara prasawya (berlawanan arah jarum jam), yang biasanya menandakan bahwa candi ini berkaitan dengan ritual kematian atau pendarmaan.

Meskipun sebagian relief telah aus termakan usia, para ahli sejarah berhasil mengidentifikasi fragmen cerita yang menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan, bangunan dengan atap tumpang, serta iring-iringan bangsawan. Terdapat pula relief yang menggambarkan Candi Jawi itu sendiri lengkap dengan parit yang mengelilinginya, membuktikan bahwa tata kota atau tata ruang di sekitar situs ini sudah sangat maju pada zamannya.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Candi Jawi memegang peranan penting dalam transisi dari Kerajaan Singasari ke Kerajaan Majapahit. Menurut Negarakertagama, Raja Hayam Wuruk dari Majapahit sering mengunjungi candi ini dalam perjalanan kelilingnya di wilayah Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa Candi Jawi tetap menjadi situs suci yang sangat dihormati bahkan setelah dinasti Singasari runtuh.

Salah satu fakta unik adalah peristiwa sambaran petir yang pernah merusak candi ini pada tahun 1332 Masehi, sebagaimana tercatat dalam sejarah. Kerusakan tersebut kemudian diperbaiki pada masa Majapahit, yang menjelaskan mengapa terdapat perbedaan jenis batuan antara bagian bawah dan atas candi. Restorasi kuno ini membuktikan adanya upaya pelestarian warisan leluhur oleh penguasa Majapahit.

Parit dan Ekosistem Situs

Salah satu fitur yang membedakan Candi Jawi dengan situs lainnya di Pasuruan adalah keberadaan parit luas yang mengelilingi halaman candi. Parit ini diisi air dan ditumbuhi bunga teratai, menciptakan kesan bahwa candi ini seolah terapung di tengah kolam. Secara simbolis, parit ini melambangkan Samudera Mantana yang mengelilingi Gunung Meru (pusat alam semesta dalam kosmologi Hindu-Buddha). Secara fungsional, parit ini juga berfungsi sebagai sistem drainase yang membantu menjaga stabilitas tanah di sekitar fondasi candi yang berada di lahan miring.

Upaya Pelestarian dan Status Saat Ini

Candi Jawi telah melalui beberapa tahap pemugaran modern oleh pemerintah Indonesia. Pemugaran terbesar dilakukan pada kurun waktu 1938 hingga 1941 pada masa pemerintahan Hindia Belanda, dan dilanjutkan kembali setelah kemerdekaan. Saat ini, Candi Jawi dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI.

Kondisi situs saat ini sangat terawat dengan taman-taman hijau yang rapi. Meskipun beberapa bagian relief hilang atau rusak akibat faktor alam, struktur utama candi masih berdiri kokoh. Lokasinya yang strategis di pinggir jalan raya Prigen menjadikannya destinasi wisata sejarah utama di Jawa Timur, sekaligus menjadi objek penelitian penting bagi para arkeolog yang mempelajari transisi ideologi agama di Nusantara.

Kesimpulan Nilai Budaya

Candi Jawi bukan sekadar monumen batu, melainkan saksi bisu dari kecerdasan intelektual nenek moyang bangsa Indonesia dalam mendamaikan perbedaan. Keberadaannya membuktikan bahwa pada abad ke-13, masyarakat Jawa telah mampu mengintegrasikan dua agama besar dunia menjadi satu identitas budaya yang unik. Nilai toleransi dan sinkretisme yang terpancar dari arsitektur Candi Jawi tetap relevan hingga saat ini, menjadikannya warisan budaya yang tak ternilai harganya bagi identitas nasional Indonesia.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Raya Prigen, Jawi, Candi Wates, Kec. Prigen, Kabupaten Pasuruan
entrance fee
Sukarela / Donasi
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Pasuruan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Pasuruan

Pelajari lebih lanjut tentang Pasuruan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Pasuruan