Kuliner Legendaris

Kim Teng Coffee Shop

di Pekanbaru, Riau

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menelusuri Jejak Rasa di Kedai Kopi Kim Teng: Legenda Kuliner Pekanbaru

Kota Pekanbaru tidak hanya dikenal sebagai pusat industri minyak dan perkebunan sawit, tetapi juga sebagai rumah bagi salah satu institusi kopi paling ikonik di Pulau Sumatera: Kedai Kopi Kim Teng. Berdiri kokoh di tengah hiruk-pikuk Jalan Senapelan, kedai ini bukan sekadar tempat untuk menyesap kafein, melainkan sebuah artefak hidup yang merekam sejarah, akulturasi budaya, dan keteguhan rasa selama lebih dari tujuh dekade.

#

Akar Sejarah: Warisan Tan Kim Teng

Kisah Kedai Kopi Kim Teng bermula pada tahun 1950-an. Didirikan oleh seorang pria keturunan Tionghoa bernama Tan Kim Teng, kedai ini awalnya merupakan perwujudan dari semangat pasca-kemerdekaan. Tan Kim Teng sendiri bukan sekadar pengusaha; ia dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa patriotisme tinggi, bahkan tercatat memiliki peran dalam membantu pejuang kemerdekaan di Riau.

Karakter kuat sang pendiri inilah yang menjadi fondasi utama kedai. Meskipun kini telah dikelola oleh generasi ketiga, yakni Mulyadi (Awai), semangat "kekeluargaan" dan "kualitas tanpa kompromi" tetap dipertahankan. Kedai ini telah melewati berbagai zaman, mulai dari era kolonialisme hingga modernisasi digital, namun tetap menjadi titik temu bagi semua golongan, dari pejabat pemerintahan hingga buruh pelabuhan.

#

Rahasia Roti Bakar Srikaya yang Melegenda

Jika ada satu menu yang wajib dipesan saat berkunjung ke Kim Teng, itu adalah Roti Bakar Srikaya. Keistimewaan menu ini terletak pada proses produksinya yang masih memegang teguh tradisi homemade. Roti yang digunakan adalah roti tawar bertekstur lembut dengan pori-pori yang mampu menyerap mentega dengan sempurna.

Srikaya Kim Teng bukanlah selai buah srikaya, melainkan selai khas peranakan yang terbuat dari campuran telur, gula, dan santan kelapa murni. Rahasia kelezatannya terletak pada teknik memasak manual yang memakan waktu berjam-jam di atas api kecil (teknik double boiler) hingga mencapai karamelisasi sempurna tanpa menggumpal. Warnanya kuning kecokelatan alami tanpa pewarna tambahan, dengan aroma pandan yang samar namun menyegarkan. Saat digigit, perpaduan antara renyahnya tepian roti yang dibakar dengan arang dan lumeran selai srikaya menciptakan simfoni rasa manis-gurih yang tak terlupakan.

#

Kopi O dan Teknik Seduh Tradisional

Kopi di Kim Teng adalah representasi dari profil rasa kopi Sumatra yang kuat. Biji kopi yang digunakan biasanya merupakan campuran (blend) antara Robusta dan sedikit Arabika yang diproses dengan gaya torrefacto—disangrai bersama sedikit gula atau margarin untuk memberikan karakter body yang tebal dan aroma karamel yang pekat.

Teknik penyeduhannya masih menggunakan metode tradisional "Kopi Tarik" dengan saringan kain panjang (kaus kaki kopi). Air mendidih dituangkan dari teko tembaga bermulut panjang, ditarik tinggi-tinggi untuk menciptakan aerasi, sehingga menghasilkan busa halus (crema) di permukaan kopi. Menu favorit pengunjung adalah Kopi O (kopi hitam manis) dan Kopi Susu yang menggunakan kental manis berkualitas tinggi. Karakter kopinya sangat nendang, memiliki aftertaste cokelat gelap, dan sedikit sentuhan asap (smoky) yang berasal dari proses pemanggangan bijinya.

#

Ragam Menu Pendamping: Mie Ayam hingga Dimsum

Meskipun kopi dan roti bakar adalah bintang utamanya, Kedai Kopi Kim Teng juga menawarkan ragam hidangan yang mencerminkan keberagaman kuliner di Riau. Mie Ayam Kim Teng adalah salah satu yang paling dicari. Mienya dibuat segar setiap hari tanpa bahan pengawet, disajikan dengan potongan ayam berbumbu kecap yang gurih, sawi hijau, dan kuah kaldu bening yang kaya rasa.

Selain itu, pengunjung sering memesan menu sarapan khas Melayu-Tionghoa lainnya seperti Bubur Ayam yang lembut, Dimsum (Siomay), dan telur setengah matang yang disajikan dalam gelas kaca kecil dengan taburan lada putih dan kecap asin. Keunikan lain dari Kim Teng adalah keberadaan tenant makanan di sekitarnya yang diizinkan menjual hidangan lokal seperti Nasi Lemak atau Lontong Sayur, menciptakan ekosistem kuliner lokal yang saling mendukung.

#

Budaya "Nongkrong" dan Atmosfer Sosial

Di Pekanbaru, istilah "ke Kim Teng" sudah menjadi sinonim untuk bersosialisasi. Kedai ini adalah ruang publik yang demokratis. Di sini, Anda bisa melihat seorang pengusaha besar berdiskusi bisnis di meja yang sama bersebelahan dengan warga lokal yang sedang membaca koran pagi. Tidak ada sekat sosial yang kaku; semua dipersatukan oleh aroma kopi dan kepulan asap roti bakar.

Interior kedai di Jalan Senapelan tetap mempertahankan nuansa klasik. Meskipun telah mengalami renovasi, esensi arsitektur ruko tua dengan langit-langit tinggi dan kipas angin gantung yang berputar lambat memberikan kesan nostalgia yang kuat. Suara dentingan sendok yang beradu dengan cangkir keramik bermotif bunga menjadi latar suara (ambient noise) yang khas dari tempat ini.

#

Keberlanjutan dan Ekspansi Tanpa Menghilangkan Jati Diri

Seiring bertambahnya usia, Kim Teng telah membuka beberapa cabang di Pekanbaru, termasuk di pusat perbelanjaan modern dan bandara Sultan Syarif Kasim II. Namun, para pelanggan setia tetap menganggap kedai pusat di Senapelan sebagai "jantung" dari pengalaman Kim Teng.

Pihak keluarga pengelola sangat ketat dalam menjaga standar rasa. Mereka memastikan bahwa bahan baku utama, terutama selai srikaya dan bubuk kopi, tetap diproduksi secara terpusat untuk menjaga konsistensi. Inilah alasan mengapa Kim Teng mampu bertahan di tengah serbuan kedai kopi kekinian (specialty coffee) yang menjamur di Pekanbaru. Mereka tidak mencoba menjadi modern, melainkan fokus pada keunggulan tradisi yang tidak bisa ditiru oleh mesin otomatis.

#

Nilai Budaya dan Warisan Lokal

Kedai Kopi Kim Teng bukan sekadar destinasi wisata kuliner; ia adalah penjaga memori kolektif warga Pekanbaru. Bagi perantau yang pulang kampung, Kim Teng adalah perhentian pertama untuk melepaskan rindu. Bagi wisatawan, kunjungan ke Pekanbaru belumlah lengkap tanpa mencicipi roti bakar srikayanya.

Keberadaan Kim Teng juga membuktikan bagaimana budaya Tionghoa telah melebur secara harmonis dengan budaya lokal Riau. Keramahan pelayan, suasana yang inklusif, dan adaptasi rasa yang sesuai dengan lidah Sumatera menjadikan kedai ini sebagai simbol toleransi dan kebersamaan di Bumi Lancang Kuning.

#

Penutup: Mengapa Kim Teng Tetap Abadi?

Kekuatan Kedai Kopi Kim Teng terletak pada kesederhanaannya yang dilakukan dengan sempurna. Mereka tidak menawarkan menu yang rumit, namun setiap elemen—dari suhu air kopi hingga tingkat kematangan roti—diperhatikan dengan saksama. Warisan Tan Kim Teng yang diteruskan secara turun-temurun ini membuktikan bahwa dalam dunia kuliner yang terus berubah, keaslian (authenticity) adalah mata uang yang paling berharga.

Menghabiskan pagi di Kim Teng adalah cara terbaik untuk merasakan denyut nadi Kota Pekanbaru. Sambil menyeruput kopi panas dan menyapu sisa selai srikaya di piring, kita diingatkan bahwa sejarah tidak hanya tertulis dalam buku, tetapi juga bisa dirasakan dalam setiap tegukan dan gigitan di sebuah kedai kopi tua di sudut kota.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Senapelan No. 22, Kota Pekanbaru
entrance fee
Harga menu mulai Rp 15.000
opening hours
Setiap hari, 06:30 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Pekanbaru

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Pekanbaru

Pelajari lebih lanjut tentang Pekanbaru dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Pekanbaru