Pasar Bawah (Pasar Wisata)
di Pekanbaru, Riau
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Akar Sejarah dan Konteks Budaya
Sejarah Pasar Bawah tidak dapat dipisahkan dari cikal bakal berdirinya Kota Pekanbaru itu sendiri. Kawasan Senapelan, tempat pasar ini berdiri, dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Pada abad ke-18, aktivitas perdagangan di tepian Sungai Siak mulai berkembang pesat, yang kemudian memicu lahirnya "Pekan Baharu" atau pasar baru.
Seiring berjalannya waktu, Pasar Bawah berevolusi dari pasar tradisional yang becek menjadi bangunan megah yang memadukan unsur modern dan tradisional. Keberadaannya mencerminkan keterbukaan masyarakat Riau terhadap perdagangan lintas batas, mengingat posisinya yang dekat dengan Selat Malaka. Hal ini menjadikan Pasar Bawah sebagai titik temu berbagai etnis—Melayu, Minang, Tionghoa, hingga Jawa—yang berinteraksi dalam harmoni perdagangan selama berabad-abad.
Arsitektur: Perpaduan Estetika Melayu dan Fungsionalitas Modern
Dari kejauhan, bangunan Pasar Bawah menonjol dengan ciri khas arsitektur Melayu yang kental. Atapnya mengadopsi bentuk "Selembayung", hiasan ukiran yang menyerupai tanduk kerbau atau pucuk rebung, yang melambangkan kasih sayang dan ketaatan pada adat. Warna kuning dan hijau yang mendominasi gedung ini merupakan warna kebesaran masyarakat Melayu Riau.
Secara tata letak, Pasar Wisata ini terdiri dari beberapa lantai yang diatur sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Meskipun telah direnovasi menjadi bangunan permanen bertingkat, suasana "pasar" yang akrab tetap terasa. Koridor-koridor di dalamnya dirancang untuk memaksimalkan sirkulasi udara, meskipun pada jam sibuk, kepadatan pengunjung memberikan sensasi belanja yang dinamis dan hidup.
Surga Produk Unik dan Barang Impor
Daya tarik utama Pasar Bawah terletak pada variasi produknya yang jarang ditemukan di pusat perbelanjaan modern atau mal konvensional. Pasar ini terkenal sebagai "surga" barang-barang impor dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Tiongkok.
1. Keramik dan Perlengkapan Rumah Tangga: Di lantai dasar dan beberapa sudut pasar, pengunjung akan disambut oleh deretan keramik hias, piring pajangan, vas bunga besar, hingga lampu kristal yang mewah. Kualitas keramik di sini terkenal baik dengan harga yang jauh lebih miring dibandingkan toko dekorasi di Jakarta.
2. Kudapan dan Oleh-Oleh Khas: Pasar Bawah adalah pusatnya camilan. Anda dapat menemukan Lempuk Durian khas Bengkalis, keripik nenas, ikan teri medan, hingga berbagai jenis cokelat impor dari Malaysia. Ikan asin dan terasi kualitas premium juga menjadi komoditas primadona di sini.
3. Tekstil dan Pakaian: Dari kain batik Riau dengan motif pucuk rebung hingga pakaian impor bermerek dengan harga terjangkau, semua tersedia. Pasar ini juga menjadi rujukan bagi mereka yang mencari karpet asal Turki atau Timur Tengah dengan motif yang eksklusif.
Peran Komunitas dan Dampak Ekonomi Lokal
Pasar Bawah bukan hanya tempat bertukarnya uang dan barang, tetapi juga pusat penghidupan bagi ribuan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Banyak pedagang di sini adalah keluarga yang telah berjualan secara turun-temurun selama tiga atau empat generasi. Keberadaan pasar ini menciptakan ekosistem ekonomi yang luas, mulai dari pemasok bahan baku lokal, jasa transportasi (sampan di Sungai Siak dan ojek), hingga sektor perhotelan di sekitarnya.
Secara ekonomi, Pasar Bawah berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru melalui retribusi dan pariwisata. Pasar ini menjadi alasan utama mengapa wisatawan dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat atau Sumatera Utara berkunjung ke Pekanbaru, yang secara otomatis menggerakkan roda ekonomi kota secara keseluruhan.
Pengalaman Pengunjung dan Fasilitas
Mengunjungi Pasar Bawah adalah sebuah pengalaman sensorik. Aroma rempah-rempah bercampur dengan wangi durian, riuh rendah tawar-menawar dalam dialek Melayu dan Minang, serta pemandangan warna-warni kain sutra menciptakan atmosfer yang autentik.
Bagi pengunjung, fasilitas di Pasar Bawah kini sudah cukup memadai. Terdapat area parkir yang luas, meskipun sering kali penuh pada akhir pekan. Di dalam gedung, tersedia musala yang bersih dan toilet umum. Bagi yang merasa lapar setelah berkeliling, di sekitar pasar terdapat banyak kedai kopi legendaris dan warung makan yang menyajikan hidangan khas Melayu seperti Ikan Patin Asam Pedas.
Salah satu tradisi unik yang masih bertahan adalah seni tawar-menawar. Di Pasar Bawah, harga yang tertera bukanlah harga mati. Interaksi antara pembeli dan penjual dalam menegosiasikan harga dianggap sebagai bentuk silaturahmi. Keluwesan dalam berbicara dan sedikit pengetahuan tentang bahasa lokal sering kali bisa membuahkan potongan harga yang signifikan.
Lokasi Strategis dan Integrasi Wisata
Keunggulan lain dari Pasar Bawah adalah lokasinya yang terintegrasi dengan objek wisata sejarah lainnya. Setelah puas berbelanja, pengunjung dapat berjalan kaki menuju tepian Sungai Siak untuk melihat Jembatan Siak yang megah atau mengunjungi Rumah Singgah Tuan Kadi, sebuah situs bersejarah tempat Sultan Siak biasa beristirahat. Kedekatan dengan pelabuhan lama juga memberikan pemandangan aktivitas sungai yang masih tradisional, memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan di Pekanbaru.
Tantangan dan Masa Depan
Di tengah gempuran e-commerce dan menjamurnya mal modern, Pasar Bawah terus berbenah. Pemerintah kota dan pengelola pasar terus berupaya menjaga kebersihan dan keamanan agar predikat "Pasar Wisata" tetap terjaga. Digitalisasi mulai merambah, dengan beberapa pedagang yang kini melayani pembayaran nontunai dan pengiriman barang ke luar kota, memastikan bahwa pasar tradisional ini tidak tertinggal oleh zaman.
Pasar Bawah tetap berdiri kokoh sebagai identitas Pekanbaru. Ia adalah tempat di mana sejarah tidak hanya dibaca di buku-buku, tetapi dirasakan melalui interaksi manusia dan barang-barang yang diperdagangkan. Bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di Bumi Lancang Kuning, perjalanan mereka belum dianggap lengkap tanpa mengunjungi Pasar Bawah. Di sinilah, di antara deretan keramik indah dan aroma lempuk durian, jiwa sejati Pekanbaru dapat ditemukan.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Pekanbaru
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Pekanbaru
Pelajari lebih lanjut tentang Pekanbaru dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Pekanbaru