Bangunan Ikonik

Vihara Ratanavana Arama

di Rembang, Jawa Tengah

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Keagungan Arsitektur Vihara Ratanavana Arama: Harmoni Borobudur Kecil di Pesisir Lasem

Vihara Ratanavana Arama bukan sekadar tempat ibadah bagi umat Buddha; ia adalah monumen arsitektural yang merajut benang sejarah, spiritualitas, dan akulturasi budaya di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Terletak di Desa Sendangcoyo, Kecamatan Lasem, kompleks vihara ini berdiri megah di atas perbukitan yang menawarkan pandangan panoramik ke arah Laut Jawa, menciptakan dialog visual antara elemen bumi dan air.

#

Filosofi Desain dan Konsep Ruang

Arsitektur Vihara Ratanavana Arama mengusung prinsip keheningan dan keterbukaan. Secara tipologi, bangunan ini tidak mengadopsi gaya tunggal, melainkan merupakan perpaduan antara estetika Buddhis tradisional Jawa dengan sentuhan modern yang adaptif terhadap topografi perbukitan. Nama "Ratanavana Arama" sendiri mengandung makna "Taman Hutan Permata," sebuah filosofi yang diterjemahkan ke dalam penataan lanskap yang rimbun, di mana struktur bangunan seolah-olah "tumbuh" dari sela-sela pepohonan jati dan batuan kapur khas Lasem.

Desain ruang luar (outdoor) memainkan peran krusial. Alih-alih berupa satu gedung masif, kompleks ini terdiri dari beberapa paviliun dan stupa yang dihubungkan oleh jalur pedestrian yang berundak-undak. Prinsip ini mengikuti konsep terracing yang meminimalisir pemotongan lahan ekstrem, menjaga ekosistem perbukitan Lasem tetap terjaga.

#

Miniatur Borobudur: Replikasi Spiritual dan Teknis

Elemen paling ikonik dari Vihara Ratanavana Arama adalah keberadaan replika Candi Borobudur dalam skala yang lebih kecil. Secara arsitektural, replika ini bukan sekadar tiruan estetis, melainkan sebuah penghormatan terhadap kejayaan arsitektur Buddhis masa lalu di tanah Jawa.

Struktur miniatur ini mengikuti pakem sistem interlocking (penguncian) batu, meskipun dalam pengerjaan modernnya melibatkan material beton bertulang yang dilapisi oleh batu alam untuk mencapai tekstur yang menyerupai aslinya. Stupa-stupa yang berderet di teras-teras atas dirancang dengan presisi geometris yang ketat, menciptakan permainan bayangan yang dramatis saat matahari terbenam menyentuh ufuk barat Lasem. Kehadiran replika ini memberikan pusat gravitasi visual bagi seluruh kompleks, sekaligus menjadi titik meditasi utama bagi para peziarah.

#

Detail Material dan Inovasi Struktural

Salah satu keunikan material yang digunakan dalam pembangunan Vihara Ratanavana Arama adalah pemanfaatan batu alam lokal. Penggunaan batu andesit pada lantai dan dinding tidak hanya memberikan ketahanan terhadap cuaca pesisir yang korosif, tetapi juga menciptakan suhu ruang yang tetap sejuk di tengah teriknya matahari Rembang.

Pada bagian interior Dhammasala (ruang bakti), struktur atap dirancang dengan bentang lebar tanpa banyak kolom tengah, memberikan kesan ruang yang luas dan tak terbatas. Plafonnya seringkali dihiasi dengan detail ukiran kayu yang halus, mencerminkan keterampilan tangan pengrajin lokal Lasem yang terkenal akan tradisi ukirnya. Inovasi struktural lainnya terlihat pada sistem drainase lereng. Karena dibangun di atas bukit, arsitek menerapkan sistem parit terbuka yang terintegrasi dengan estetika taman, memastikan aliran air hujan tidak mengerosi pondasi bangunan namun justru mengalir ke kolam-kolam teratai yang berfungsi sebagai pengatur mikro-klimat.

#

Integrasi Budaya dan Akulturasi Lasem

Lasem dikenal sebagai "Tiongkok Kecil," dan pengaruh ini meresap ke dalam detail arsitektur vihara. Meskipun didominasi oleh gaya India-Jawa, pengunjung dapat menemukan sentuhan ornamen yang mengingatkan pada estetika Tionghoa, seperti pemilihan palet warna emas dan merah pada beberapa detail gerbang serta bentuk atap pelana yang sedikit melengkung pada bangunan pendukung.

Keberadaan patung Buddha tidur (Reclining Buddha) sepanjang 14 meter menjadi daya tarik struktural lainnya. Patung ini tidak hanya menjadi simbol pencapaian Parinibbana, tetapi juga menjadi pencapaian teknis dalam seni pahat beton dan pengecatan yang mampu bertahan menghadapi kelembapan udara laut. Penempatan patung ini di ruang terbuka dengan latar belakang vegetasi hijau menciptakan kontras warna yang menonjolkan nilai sakralitasnya.

#

Signifikansi Sosial dan Konteks Sejarah

Pembangunan Vihara Ratanavana Arama tidak lepas dari peran Bhante Win Vijano, yang memiliki visi untuk menciptakan pusat studi dan meditasi yang menyatu dengan alam. Sejarah konstruksinya merupakan bukti kerja keras komunitas yang membangun secara bertahap sejak tahun 1980-an. Hal ini membuat vihara ini memiliki nilai historis sebagai simbol kebangkitan kembali tradisi Buddhis di pesisir utara Jawa.

Secara sosial, arsitektur vihara ini dirancang untuk inklusivitas. Tidak ada pagar tinggi yang membatasi interaksi masyarakat. Desainnya yang terbuka mengundang siapa saja, terlepas dari latar belakang agama, untuk menikmati keindahan arsitekturnya. Hal ini menjadikan vihara sebagai katalis toleransi di Rembang, di mana bangunan suci menjadi ruang publik yang edukatif dan rekreatif.

#

Pengalaman Pengunjung dan Fungsi Saat Ini

Saat ini, Vihara Ratanavana Arama berfungsi ganda sebagai tempat ibadah aktif dan destinasi wisata religi. Pengalaman pengunjung dimulai dari gerbang bawah, di mana mereka harus mendaki anak tangga yang melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan. Setiap tingkatan menawarkan sudut pandang (viewpoint) yang berbeda terhadap bangunan utama.

Di area puncak, pengunjung disambut oleh angin laut yang berhembus di sela-sela stupa. Ruang-ruang di sini tidak hanya digunakan untuk ritual puja, tetapi juga sebagai area sunyi untuk refleksi diri. Pencahayaan pada malam hari dirancang secara tematis; lampu-lampu sorot (spotlight) diletakkan di dasar stupa untuk menonjolkan relief dan tekstur batu, memberikan siluet megah yang dapat terlihat dari kejauhan di jalur Pantura.

Vihara Ratanavana Arama adalah sebuah mahakarya arsitektur yang berhasil menyeimbangkan antara ambisi estetika, penghormatan sejarah, dan fungsionalitas spiritual. Ia berdiri sebagai bukti bahwa arsitektur dapat menjadi jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang damai, sekaligus menjadi permata tersembunyi yang memperkaya khazanah bangunan ikonik di Jawa Tengah.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Sendangcoyo, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang
entrance fee
Donasi sukarela
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Rembang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Rembang

Pelajari lebih lanjut tentang Rembang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Rembang