Masjid Raya Singkawang
di Singkawang, Kalimantan Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Kemegahan Arsitektur Masjid Raya Singkawang: Simbol Harmoni dan Identitas Kota Tertua di Kalimantan Barat
Masjid Raya Singkawang bukan sekadar tempat ibadah bagi umat Muslim, melainkan sebuah mahakarya arsitektur yang merangkum sejarah panjang, keberagaman budaya, dan ambisi estetika Kota Singkawang. Berdiri megah di jantung kota, bangunan ini menjadi titik orientasi visual dan spiritual yang menegaskan identitas Singkawang sebagai kota yang toleran dan kaya akan warisan kolonial maupun lokal.
#
Konteks Sejarah dan Evolusi Pembangunan
Sejarah Masjid Raya Singkawang berakar pada pertengahan abad ke-19. Cikal bakal masjid ini didirikan sekitar tahun 1885 oleh seorang pedagang asal Distrik Karimun, Kepulauan Riau, bernama Haji Basyir bin Ahmad. Pada awalnya, struktur ini hanyalah bangunan kayu sederhana yang berfungsi sebagai pusat penyebaran agama Islam di wilayah pesisir barat Kalimantan.
Namun, titik balik arsitektural terjadi setelah kebakaran besar melanda Singkawang pada tahun 1937, yang melahap bangunan aslinya. Upaya rekonstruksi dilakukan secara bertahap, dengan renovasi besar-besaran yang mengubah wajah masjid secara total. Pemugaran yang paling signifikan selesai pada tahun 2011, di mana konsep arsitektur modern dipadukan dengan elemen klasik Timur Tengah, menjadikannya masjid terbesar dan termegah di Kalimantan Barat saat itu.
#
Gaya Arsitektur dan Prinsip Desain
Arsitektur Masjid Raya Singkawang mengadopsi gaya eklektik yang menggabungkan estetika Neoklasik, pengaruh Byzantium, dan sentuhan lokal Melayu. Prinsip desain utamanya adalah simetri dan kemegahan (grandeur), yang terlihat dari fasad bangunan yang kokoh dan proporsional.
Salah satu fitur paling mencolok adalah dominasi kubah besar berwarna hijau tua yang dikelilingi oleh kubah-kubah kecil di sekelilingnya. Bentuk kubah ini merujuk pada pengaruh arsitektur Utsmaniyah (Ottoman), yang memberikan kesan perlindungan dan keagungan. Penggunaan warna hijau dan putih pada eksterior bukan tanpa alasan; hijau melambangkan kedamaian dan kesuburan dalam tradisi Islam, sementara putih mencerminkan kesucian.
#
Struktur dan Inovasi Konstruksi
Secara struktural, Masjid Raya Singkawang menggunakan sistem beton bertulang yang memungkinkan ruang interior yang luas tanpa banyak kolom penyangga di tengah (open plan). Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lapang saat salat berjamaah, sekaligus memastikan sirkulasi udara alami berjalan maksimal.
Menara masjid yang menjulang tinggi menjadi elemen vertikal yang mendominasi cakrawala kota. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengeras suara azan, tetapi juga sebagai simbol kehadiran Islam di tengah lanskap perkotaan yang padat. Detail pada puncak menara menggunakan ornamen bulan sabit dan bintang, yang dikerjakan dengan presisi logam tinggi untuk ketahanan terhadap cuaca tropis Kalimantan yang ekstrem.
#
Detail Ornamen dan Estetika Interior
Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh permainan kaligrafi Arab yang rumit namun elegan. Kaligrafi ini diukir pada dinding-dinding utama dan di sekeliling bagian dalam kubah, seringkali menggunakan gaya Tsuluts yang dinamis.
Lantai masjid menggunakan marmer berkualitas tinggi yang memberikan efek sejuk pada telapak kaki, sebuah pertimbangan fungsional yang krusial di wilayah tropis. Jendela-jendela besar dengan kusen kayu jati berukir memberikan sentuhan lokal Melayu yang kuat. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela ini menciptakan pola bayangan yang artistik di atas karpet sajadah, menambah kekhusyukan suasana ibadah.
Salah satu keunikan yang jarang ditemukan di masjid lain adalah integrasi elemen taman di sekitar bangunan. Lanskap masjid dirancang dengan konsep Islamic Garden, di mana terdapat kolam air dan area hijau yang berfungsi sebagai ruang transisi antara kebisingan jalan raya dengan ketenangan ruang salat.
#
Signifikansi Budaya dan Sosial
Masjid Raya Singkawang berdiri berdampingan secara harmonis dengan Vihara Tri Dharma Bumi Raya, yang hanya berjarak beberapa puluh meter. Kedekatan fisik ini merupakan manifestasi arsitektural dari julukan Singkawang sebagai "Kota Seribu Kelenteng" sekaligus simbol toleransi tingkat tinggi.
Secara sosial, masjid ini berfungsi sebagai pusat gravitasi kegiatan masyarakat. Selain ibadah harian, masjid ini menjadi pusat perayaan hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha, serta menjadi lokasi wisata religi utama di Kalimantan Barat. Keberadaannya memperkuat narasi bahwa Islam di Singkawang tumbuh berdampingan dengan budaya Tionghoa dan Dayak, menciptakan mosaik sosial yang unik.
#
Pengalaman Pengunjung dan Penggunaan Saat Ini
Bagi peziarah atau wisatawan arsitektur, mengunjungi Masjid Raya Singkawang menawarkan pengalaman yang multisensorik. Pada malam hari, sistem pencahayaan fasad yang dirancang dengan apik membuat bangunan ini tampak "bercahaya", memberikan efek dramatis pada kubah-kubah hijaunya.
Area selasar yang luas sering digunakan oleh jamaah untuk beristirahat atau berdiskusi, mencerminkan fungsi masjid sebagai ruang publik yang inklusif. Aksesibilitas juga diperhatikan dengan adanya jalur khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas, menunjukkan bahwa desain masjid ini tidak hanya mengejar estetika tetapi juga fungsionalitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
#
Kesimpulan: Warisan yang Terus Bertumbuh
Masjid Raya Singkawang bukan sekadar monumen masa lalu, melainkan entitas arsitektur yang terus bernapas. Setiap detailnya, dari ubin marmer hingga puncak menara, bercerita tentang ketangguhan masyarakat Singkawang dalam membangun kembali identitas mereka setelah bencana kebakaran besar. Sebagai bangunan ikonik, ia berhasil menjembatani nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan ruang modern, menjadikannya salah satu landmark paling berpengaruh di Kalimantan Barat yang patut dijaga kelestariannya demi generasi mendatang.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Singkawang
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Singkawang
Pelajari lebih lanjut tentang Singkawang dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Singkawang