Wisata Alam

Batu Angus

di Ternate, Maluku Utara

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menjelajahi Keajaiban Geologi Batu Angus: Hamparan Lava Beku di Kaki Gamalama

Ternate, sebuah pulau vulkanik di Maluku Utara, tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan rempah sejarah dunia, tetapi juga sebagai rumah bagi fenomena geologi yang luar biasa. Salah satu destinasi wisata alam yang paling ikonik dan unik di pulau ini adalah Batu Angus. Terletak di Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Pulau, destinasi ini menawarkan lanskap surealis yang memadukan sisa-sisa amukan vulkanik masa lalu dengan birunya perairan Laut Maluku.

#

Jejak Sejarah dan Formasi Geologi

Batu Angus bukanlah sekadar tumpukan batu biasa. Secara harfiah, namanya berarti "Batu Hangus" atau "Batu Terbakar". Situs ini merupakan hamparan aliran lava yang membeku, hasil dari letusan dahsyat Gunung Gamalama pada tahun 1737 dan 1763. Aliran lava yang panas membara kala itu mengalir dari puncak gunung menuju pesisir pantai, lalu mendingin dan mengeras menjadi batuan basal berwarna hitam pekat.

Keunikan utama Batu Angus terletak pada tekstur dan bentuk batuannya. Pengunjung akan melihat bongkahan-bongkahan batu tajam dan berpori dengan berbagai ukuran yang membentang luas dari kaki gunung hingga ke bibir pantai. Tekstur permukaannya yang kasar dan warnanya yang hitam legam menciptakan kontras yang dramatis dengan latar belakang pepohonan hijau di lereng Gamalama dan gradasi warna biru laut di hadapannya.

#

Ekosistem dan Biodiversitas Unik

Meskipun didominasi oleh batuan vulkanik yang tampak gersang, Batu Angus memiliki ekosistem yang menarik. Di sela-sela bebatuan hitam tersebut, tanaman pionir seperti lumut kerak dan beberapa jenis semak mulai tumbuh, menunjukkan proses suksesi alami yang sedang berlangsung. Di beberapa titik, pohon-pohon ketapang dan kelapa memberikan sedikit keteduhan di pinggir kawasan.

Dari sisi fauna, kawasan ini sering menjadi tempat melintasnya burung-burung endemik Maluku Utara. Jika beruntung, pengunjung dapat melihat burung Elang Laut atau burung-burung pantai yang mencari makan di celah-celah batu saat air laut surut. Kejernihan air di sekitar pesisir Batu Angus juga menyimpan potensi biodiversitas laut yang masih terjaga, dengan terumbu karang kecil yang mulai tumbuh di atas fondasi lava yang tenggelam di bawah permukaan air.

#

Aktivitas Luar Ruangan dan Pengalaman Wisata

Batu Angus menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan pantai-pantai tropis pada umumnya. Berikut adalah beberapa aktivitas utama yang dapat dilakukan:

1. Trekking Ringan di Atas Lava: Pengunjung dapat berjalan menyusuri jalan setapak yang telah dibangun di atas hamparan batu. Sensasi berjalan di antara labirin batu hitam yang tajam memberikan tantangan tersendiri dan perspektif visual yang unik.

2. Fotografi Lanskap: Tempat ini adalah surga bagi fotografer. Perpaduan antara tekstur batu hitam yang kasar, puncak Gunung Gamalama yang sering tertutup awan, dan cakrawala laut yang luas menciptakan komposisi foto yang estetik dan dramatis.

3. Menikmati Matahari Terbit (Sunrise): Karena posisinya yang menghadap ke arah timur laut, Batu Angus adalah salah satu titik terbaik di Ternate untuk menyaksikan matahari terbit. Cahaya keemasan pagi yang menyinari batuan hitam menciptakan pantulan cahaya yang sangat indah.

4. Wisata Edukasi Geologi: Tempat ini berfungsi sebagai laboratorium alam. Pengunjung dapat belajar secara langsung tentang jenis batuan beku dan bagaimana aktivitas vulkanik membentuk morfologi sebuah pulau.

#

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Batu Angus adalah pada pagi hari atau sore hari. Mengingat sebagian besar kawasan ini merupakan hamparan batu hitam yang menyerap panas matahari, suhu di tengah hari bisa menjadi sangat menyengat. Datanglah sekitar pukul 06.00 WIT untuk menikmati sunrise, atau pukul 16.30 WIT untuk menikmati udara yang lebih sejuk sambil menunggu senja.

Secara musiman, bulan April hingga Oktober (musim kemarau) adalah waktu yang ideal karena langit cenderung cerah, sehingga puncak Gunung Gamalama terlihat jelas tanpa tertutup kabut tebal. Namun, keindahan Batu Angus tetap dapat dinikmati sepanjang tahun karena aksesnya yang mudah dan sifat batuan vulkaniknya yang tidak berubah oleh cuaca.

#

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Batu Angus berada di bawah pengawasan pemerintah daerah dan balai konservasi setempat. Sebagai situs warisan geologi (geoheritage), sangat penting bagi pengunjung untuk menjaga kelestarian situs ini. Aturan utama yang harus dipatuhi adalah tidak mengambil atau memindahkan bongkahan batu dari lokasinya (vandalism) dan tidak membuang sampah sembarangan di sela-sela bebatuan, karena sampah plastik sangat sulit dibersihkan dari celah-celah batu yang dalam.

Upaya konservasi juga difokuskan pada perlindungan vegetasi alami yang tumbuh di atas lava agar proses ekologi tetap berjalan. Kesadaran pengunjung untuk tetap berada di jalur yang telah disediakan sangat membantu dalam meminimalkan kerusakan pada formasi batu yang rapuh.

#

Aksesibilitas dan Fasilitas

Akses menuju Batu Angus sangatlah mudah. Terletak hanya sekitar 7 hingga 10 kilometer dari pusat Kota Ternate, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalanan menuju lokasi sudah beraspal mulus dan mengikuti garis pantai yang menawarkan pemandangan indah selama perjalanan.

Fasilitas di objek wisata ini sudah cukup memadai untuk kenyamanan wisatawan, di antaranya:

  • Area Parkir: Tersedia lahan parkir yang cukup luas untuk motor dan mobil.
  • Jalur Pejalan Kaki (Boardwalk): Terdapat jalur setapak permanen yang memudahkan pengunjung berjalan di tengah hamparan batu tanpa harus mendaki batuan yang tajam.
  • Gazebo dan Tempat Istirahat: Beberapa pondokan kecil tersedia bagi pengunjung yang ingin duduk bersantai sambil menikmati angin laut.
  • Warung Lokal: Di sekitar area parkir, terdapat penjual makanan dan minuman ringan yang menyajikan kuliner khas Ternate seperti pisang goreng mulut bebek dan air kelapa muda.

Batu Angus bukan sekadar destinasi wisata, melainkan monumen alam yang menceritakan kekuatan besar bumi yang membentuk Pulau Ternate. Bagi para pecinta alam dan fotografi, kunjungan ke Ternate belum lengkap tanpa merasakan atmosfer magis di hamparan lava hitam Batu Angus. Keheningan yang ditawarkan, berpadu dengan deburan ombak dan kemegahan Gamalama, menjadikan tempat ini sebagai pelarian sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Kulaba, Kec. Kota Ternate Utara, Kota Ternate
entrance fee
Rp 5.000 per orang
opening hours
24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Ternate

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Ternate

Pelajari lebih lanjut tentang Ternate dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Ternate