Pusat Kebudayaan

Selasar Kompleks Dunia Akhirat (Balai Adat Sesat Agung)

di Tulang Bawang Barat, Lampung

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Arsitektur dan Filosofi Ruang

Keunikan Selasar Kompleks Dunia Akhirat dimulai dari desain arsitekturnya yang sarat makna. Bangunan Sesat Agung dirancang tanpa dinding, melambangkan keterbukaan dan transparansi pemerintah serta masyarakat Tubaba terhadap dunia luar. Atapnya yang megah menaungi 11 rumah kayu kecil yang merepresentasikan 11 desa (tiyuh) asli di wilayah Tulang Bawang.

Selasar ini berfungsi sebagai area transisi yang menghubungkan masyarakat dari berbagai latar belakang. Di sinilah nilai-nilai kearifan lokal didiseminasi melalui program-program terukur yang melibatkan seniman, budayawan, dan masyarakat umum.

Program Pelestarian Seni dan Budaya Tradisional

Sesat Agung menjadi wadah utama bagi pelestarian kesenian Lampung yang mulai langka. Melalui program rutin, pusat kebudayaan ini menawarkan pelatihan dan pertunjukan seni spesifik:

1. Seni Tari Tradisional: Fokus utama diberikan pada revitalisasi Tari Nenemo dan Tari Cangget. Tari Cangget, yang merupakan tarian adat tertinggi dalam masyarakat Lampung Pepadun, diajarkan secara berkala kepada generasi muda untuk memastikan pakem-pakem gerak dan maknanya tidak hilang tergerus zaman.

2. Musik Klasik Lampung: Di selasar ini, dentuman Talo Balak (perangkat gamelan Lampung) sering terdengar. Program kelas musik tradisional mencakup pelatihan instrumen perkusi dan petik seperti Gambus Luna.

3. Sastra Lisan: Selasar ini sering menjadi tempat bagi para tetua adat untuk menurunkan ilmu Padiangan atau sastra lisan Lampung kepada para pemuda. Hal ini penting untuk menjaga tradisi berbalas pantun dan pidato adat dalam prosesi pernikahan atau pengangkatan gelar (Cakak Pepadun).

Workshop Kerajinan dan Kriya Khas Tubaba

Pusat kebudayaan ini tidak hanya fokus pada seni pertunjukan, tetapi juga pada penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya. Program workshop kriya diadakan secara berkala di area selasar, meliputi:

  • Penyulaman Tapis: Pelatihan teknik sulam Tapis dengan motif-motif kontemporer yang tetap menjaga pakem tradisional. Selasar ini menjadi tempat bagi para pengrajin untuk berinovasi menciptakan motif yang menceritakan sejarah Tubaba.
  • Pembuatan Batik Tubaba: Pengembangan motif batik khas yang mengambil inspirasi dari ikon-ikon daerah seperti patung Megalith dan relief Sesat Agung sendiri.
  • Seni Ukir Kayu: Karena bangunan Sesat Agung dipenuhi dengan detail ukiran yang rumit, terdapat program magang bagi pemuda setempat untuk mempelajari seni ukir motif Pucuk Rebung dan Siger.

Pendidikan Budaya dan Keterlibatan Masyarakat

Selasar Kompleks Dunia Akhirat menjalankan fungsi edukasi melalui program "Sekolah Seni Tubaba". Ini adalah inisiatif pendidikan non-formal yang menggunakan ruang-ruang di Sesat Agung sebagai kelas terbuka. Anak-anak dari berbagai tiyuh datang untuk belajar tentang etika (tata krama adat), sejarah lokal, hingga literasi digital berbasis konten budaya.

Keterlibatan masyarakat diwujudkan melalui konsep "Gotong Royong Kebudayaan". Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam merawat fisik bangunan dan menghidupkan suasana di selasar. Setiap akhir pekan, ruang ini bertransformasi menjadi panggung terbuka bagi komunitas seni lokal untuk mengekspresikan karya mereka di bawah bimbingan kurator profesional.

Perhelatan Budaya dan Festival Ikonik

Sebagai pusat kebudayaan, Sesat Agung merupakan venue utama bagi berbagai festival berskala nasional dan internasional. Yang paling menonjol adalah Tubaba Art Festival (TAF). Selama festival ini berlangsung, Selasar Kompleks Dunia Akhirat menjadi pusat instalasi seni instalasi, pertunjukan teater kontemporer, dan pameran rupa.

Selain TAF, perayaan Gawi Adat (pesta adat besar) juga sering diselenggarakan di sini. Dalam momen ini, seluruh unsur masyarakat adat Lampung Pepadun berkumpul, mengenakan pakaian kebesaran, dan menjalankan ritual yang telah turun-temurun. Kehadiran acara-acara ini menjadikan Sesat Agung sebagai titik temu antara masa lalu yang sakral dan masa depan yang kreatif.

Peran dalam Pengembangan Kebudayaan Lokal

Keberadaan Selasar Kompleks Dunia Akhirat telah mengubah paradigma pembangunan di Tulang Bawang Barat. Kebudayaan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak pembangunan daerah. Pusat kebudayaan ini berperan sebagai:

1. Laboratorium Kreativitas: Tempat di mana seniman lokal berkolaborasi dengan seniman nasional maupun internasional untuk menciptakan karya baru yang berakar pada identitas Tubaba.

2. Identitas Kolektif: Menjadi simbol kebanggaan warga Tubaba yang memberikan rasa memiliki terhadap warisan leluhur di tengah arus globalisasi.

3. Destinasi Wisata Berbasis Edukasi: Menarik wisatawan bukan hanya karena keindahan arsitekturnya, tetapi karena pengalaman budaya yang ditawarkan melalui interaksi langsung dengan aktivitas di selasar.

Upaya Konservasi Warisan Budaya

Pihak pengelola Kompleks Dunia Akhirat bekerja sama dengan tokoh adat (Masyarakat Adat Empat Marga) untuk melakukan digitalisasi arsip-arsip budaya. Selasar ini sering digunakan sebagai tempat diskusi terfokus (FGD) untuk merumuskan kebijakan pelestarian benda cagar budaya dan tradisi takbenda di Lampung.

Konservasi juga dilakukan secara fisik terhadap material bangunan Sesat Agung yang didominasi kayu-kayu pilihan. Perawatan bangunan dilakukan dengan teknik tradisional untuk memastikan ketahanan struktur tanpa menghilangkan nilai estetika aslinya. Hal ini mengajarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga material alam sebagai bagian dari keberlanjutan budaya.

Penutup: Masa Depan Selasar Sesat Agung

Selasar Kompleks Dunia Akhirat (Balai Adat Sesat Agung) adalah bukti nyata bahwa sebuah ruang fisik dapat menjadi napas bagi kehidupan budaya suatu bangsa. Di bawah atapnya yang luas, nilai-nilai lama dirawat dengan cara-cara baru. Pusat kebudayaan ini berhasil membuktikan bahwa tradisionalisme tidak harus kaku, dan modernitas tidak harus kehilangan jati diri.

Melalui program-program yang berkelanjutan, keterlibatan aktif masyarakat, dan dukungan penuh terhadap ekspresi seni, Selasar Kompleks Dunia Akhirat akan terus berdiri sebagai mercusuar peradaban di Tulang Bawang Barat, memastikan bahwa cahaya budaya Lampung tetap bersinar terang menuju masa depan yang lebih harmonis.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Panaragan Jaya, Kec. Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Tulang Bawang Barat

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Tulang Bawang Barat

Pelajari lebih lanjut tentang Tulang Bawang Barat dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Tulang Bawang Barat