Masjid Agung Baitul Sobhur (Masjid 99 Cahaya)
di Tulang Bawang Barat, Lampung
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Kemegahan Tanpa Kubah: Arsitektur dan Filosofi Masjid Agung Baitul Sobhur (Masjid 99 Cahaya)
Masjid Agung Baitul Sobhur, yang lebih dikenal oleh masyarakat luas sebagai Masjid 99 Cahaya, berdiri tegak sebagai manifestasi keberanian arsitektural di tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya di Indonesia yang identik dengan kubah melengkung dan menara tinggi terpisah, Baitul Sobhur menawarkan radikalisme bentuk yang memadukan spiritualitas Islam dengan nilai-nilai lokalitas dan modernitas.
#
Visi Arsitektural dan Konteks Sejarah
Masjid ini merupakan bagian integral dari kawasan "Kota Budaya Uluan Nughik", sebuah proyek ambisius Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat di bawah kepemimpinan Bupati Umar Ahmad untuk menciptakan identitas daerah melalui arsitektur. Dirancang oleh arsitek kenamaan Indonesia, Andra Matin, masjid ini selesai dibangun pada tahun 2016.
Pemilihan Andra Matin sebagai perancang membawa pengaruh besar pada estetika bangunan yang minimalis namun sarat makna. Baitul Sobhur tidak dibangun secara terisolasi; ia berdampingan dengan Sesat Agung (Rumah Adat) Bumi Gayo. Kontras antara masjid yang vertikal dan rumah adat yang horizontal menciptakan dialektika visual yang melambangkan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Hablum Minallah) dan manusia dengan sesama (Hablum Minannas).
#
Geometri dan Inovasi Struktural
Keunikan utama Masjid Baitul Sobhur terletak pada bentuknya yang menyerupai pilar raksasa atau menara persegi yang menjulang setinggi 30 meter. Seluruh struktur bangunan didominasi oleh beton ekspos yang memberikan kesan jujur, kokoh, dan rendah hati. Bangunan ini memiliki dasar berbentuk persegi dengan dimensi 34 x 34 meter, angka yang merujuk pada jumlah sujud dalam salat lima waktu.
Keajaiban teknik sipil terlihat pada bagaimana bangunan ini mengelola sirkulasi udara dan cahaya. Tanpa pendingin udara (AC), ruang utama masjid tetap sejuk berkat desain "porous" atau berpori. Celah-celah pada dinding beton memungkinkan angin mengalir bebas, menciptakan sistem ventilasi silang alami yang sangat efektif untuk iklim tropis Lampung.
#
Filosofi 99 Cahaya dan Cahaya Ilahi
Nama "Masjid 99 Cahaya" bukan sekadar julukan estetis, melainkan representasi dari Asmaul Husna (99 nama baik Allah). Di bagian atap atau langit-langit masjid, terdapat 99 lubang cahaya yang dirancang secara presisi. Lubang-lubang ini tidak hanya berfungsi sebagai ventilasi, tetapi juga sebagai kanal cahaya matahari yang masuk ke dalam ruang salat.
Setiap lubang diberi tulisan kaligrafi 99 nama Allah. Ketika matahari bergerak dari timur ke barat, pantulan cahaya akan jatuh ke lantai dan dinding masjid, menciptakan drama visual yang terus berubah sepanjang hari. Fenomena ini memberikan pengalaman spiritual bagi jemaah, seolah-olah mereka sedang dilingkupi oleh cahaya sifat-sifat Tuhan. Angka 99 ini juga direpresentasikan melalui tinggi bangunan yang dikalibrasi sedemikian rupa agar selaras dengan proporsi numerik dalam Islam.
#
Interior yang Kontemplatif
Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh suasana yang tenang dan kontemplatif. Interiornya minimalis, menghindari ornamen yang berlebihan agar konsentrasi ibadah tetap terjaga. Material beton yang dingin dipadukan dengan aksen kayu pada beberapa bagian, memberikan kehangatan visual.
Area mihrab didesain dengan sangat sederhana namun kuat secara simbolis, mengarahkan fokus sepenuhnya ke arah Kiblat. Ruang utama yang luas tanpa tiang penyangga di tengah memberikan kesan keterbukaan dan egaliter, di mana tidak ada sekat yang membatasi pandangan jemaah. Lantai masjid menggunakan material yang tetap dingin meskipun suhu di luar ruangan sedang terik, menambah kenyamanan saat bersujud.
#
Signifikansi Sosial dan Budaya
Masjid Agung Baitul Sobhur telah melampaui fungsinya sebagai tempat ibadah semata. Ia telah menjadi ikon pariwisata religi yang menarik ribuan wisatawan dari luar provinsi Lampung. Keberadaan masjid ini membuktikan bahwa arsitektur kontemporer dapat diterima oleh masyarakat religius asalkan memiliki akar filosofis yang kuat.
Secara sosial, kompleks masjid ini menjadi ruang publik bagi warga Tubaba. Area sekitarnya yang dikelilingi oleh kolam ikan luas menciptakan efek cermin (mirroring effect) yang membuat bangunan tampak seolah terapung di atas air. Kolam ini bukan hanya elemen estetika, tetapi juga berfungsi sebagai pengatur suhu mikro di sekitar bangunan dan tempat warga berkumpul untuk menikmati sore hari.
#
Pengalaman Pengunjung dan Keberlanjutan
Bagi pengunjung, pengalaman di Baitul Sobhur dimulai sejak dari kejauhan. Siluet bangunan yang vertikal tampak kontras dengan lanskap perkebunan karet dan sawah di sekitarnya. Saat malam hari, pencahayaan buatan yang dirancang dengan hati-hati membuat gedung ini tampak seperti lentera raksasa yang menerangi kawasan Uluan Nughik.
Sistem pemeliharaan bangunan ini dirancang untuk jangka panjang. Penggunaan beton ekspos meminimalisir biaya pengecatan ulang, sementara desain hemat energi melalui pencahayaan dan ventilasi alami menjadikan masjid ini contoh arsitektur berkelanjutan yang relevan dengan isu lingkungan saat ini.
#
Kesimpulan
Masjid Agung Baitul Sobhur adalah sebuah mahakarya yang mendefinisikan ulang wajah arsitektur Islam di Indonesia. Ia adalah bukti bahwa untuk menjadi religius, sebuah bangunan tidak harus selalu mengikuti pakem Timur Tengah secara harfiah. Dengan menggabungkan numerologi Islam, kearifan iklim lokal, dan estetika modern, Masjid 99 Cahaya di Tulang Bawang Barat berdiri sebagai mercusuar spiritualitas yang memancarkan keindahan melalui kesederhanaan dan kejujuran bentuk. Ia bukan sekadar gedung beton, melainkan sebuah puisi ruang yang ditulis untuk memuliakan Sang Pencipta melalui cahaya dan bayang-bayang.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Tulang Bawang Barat
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Tulang Bawang Barat
Pelajari lebih lanjut tentang Tulang Bawang Barat dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Tulang Bawang Barat