Jakarta Utara

Epic
Jakarta
Luas
149,87 km²
Posisi
tengah
Jumlah Tetangga
6 wilayah
Pesisir
Tidak

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Sejarah Jakarta Utara: Gerbang Maritim Nusantara

Asal-Usul dan Masa Pra-Kolonial

Jakarta Utara merupakan titik nol sejarah Jakarta. Wilayah ini bermula dari pelabuhan kuno bernama Sunda Kelapa yang terletak di muara Sungai Ciliwung. Berdasarkan naskah Bujangga Manik, pelabuhan ini sudah menjadi pusat perdagangan lada internasional sejak abad ke-12 di bawah Kerajaan Pajajaran. Transformasi besar terjadi pada 22 Juni 1527, ketika Fatahillah, panglima dari Kesultanan Demak, berhasil memukul mundur armada Portugis dan merebut pelabuhan ini, kemudian mengubah namanya menjadi Jayakarta yang berarti "Kemenangan yang Gemilang".

Era Kolonial dan Transformasi Batavia

Pada tahun 1619, Jan Pieterszoon Coen dari VOC menghancurkan Jayakarta dan membangun Batavia. Jakarta Utara, khususnya kawasan Pasar Ikan dan Penjaringan, menjadi pusat saraf administratif kolonial. Di sini berdiri Galangan Kapal VOC dan benteng-benteng pertahanan. Salah satu peristiwa kelam yang terjadi adalah Tragedi Angke pada tahun 1740, sebuah pembantaian etnis Tionghoa yang mengubah demografi wilayah tersebut. Seiring pendangkalan pelabuhan Sunda Kelapa, pemerintah Hindia Belanda membangun Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 1877 di bawah pengawasan Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge, yang hingga kini menjadi pelabuhan tersibuk di Indonesia.

Masa Perjuangan Kemerdekaan

Jakarta Utara memegang peranan vital dalam mobilisasi logistik dan militer selama masa revolusi. Pelabuhan Tanjung Priok menjadi saksi bisu kedatangan tentara Sekutu (AFNEI) pasca-Proklamasi 1945 yang memicu ketegangan dengan para pejuang lokal. Para buruh pelabuhan di Jakarta Utara dikenal sangat militan dalam mendukung kemerdekaan, sering kali melakukan aksi mogok kerja untuk melumpuhkan suplai tentara Belanda.

Perkembangan Modern dan Warisan Budaya

Pasca-kemerdekaan, Jakarta Utara berkembang menjadi kawasan industri dan pariwisata. Pada tahun 1966, di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, kawasan Ancol yang dulunya merupakan rawa-rawa disulap menjadi Taman Impian Jaya Ancol. Secara administratif, Jakarta Utara dengan luas 149,87 km² resmi berdiri sebagai kota administrasi yang berbatasan dengan enam wilayah di sekitarnya.

Warisan budaya di wilayah ini sangat unik, mencerminkan akulturasi budaya pesisir. Tradisi "Nadran" atau pesta laut masih dilakukan oleh masyarakat nelayan di Cilincing sebagai bentuk syukur. Selain itu, terdapat tradisi silat Cingkrik yang lahir dari lingkungan pesisir.

Situs Bersejarah dan Identitas Lokal

Jakarta Utara memiliki konsentrasi situs sejarah tertinggi di Jakarta. Museum Kebaharian (bekas gudang rempah VOC), Masjid Luar Batang yang didirikan oleh Al-Habib Husein bin Abubakar Alaydrus pada abad ke-18, serta Gereja Sion (Gereja Portugis) adalah bukti nyata kemajemukan wilayah ini. Keberadaan Kampung Tugu dengan komunitas keturunan Portugis-nya memberikan warna sejarah yang tidak ditemukan di belahan Jakarta lainnya. Kini, Jakarta Utara terus bertransformasi menjadi pusat ekonomi biru Indonesia dengan tetap menjaga narasi sejarahnya sebagai pintu gerbang utama Nusantara ke dunia internasional.

Geography

#

Geografi Jakarta Utara: Jantung Administratif di Tengah Jakarta

Jakarta Utara merupakan sebuah wilayah administratif unik di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki karakteristik geografis yang kontras dengan persepsi umum. Meskipun menyandang nama "Utara", dalam konteks lanskap sistemik ini, Jakarta Utara terletak secara strategis di posisi tengah dari provinsi Jakarta. Dengan luas wilayah daratan mencapai 149,87 km², wilayah ini menjadi titik temu krusial bagi konektivitas antarwilayah di ibu kota. Sebagai wilayah dengan tingkat kelangkaan Epic, Jakarta Utara memiliki peranan vital dalam struktur tata ruang dan ekonomi regional.

##

Topografi dan Bentang Alam

Berbeda dengan wilayah pesisir pada umumnya, Jakarta Utara dalam klasifikasi ini tidak berbatasan langsung dengan laut (No Coastal). Terletak di tengah Pulau Jawa, wilayah ini dikelilingi sepenuhnya oleh daratan. Topografinya didominasi oleh dataran rendah yang sangat landai dengan kemiringan antara 0 hingga 2 persen. Ketinggian rata-ratanya berada pada kisaran 1 hingga 7 meter di atas permukaan laut. Karena posisinya yang berada di bagian tengah, wilayah ini menjadi cekungan sedimen yang dialiri oleh beberapa sungai utama seperti Sungai Ciliwung dan Kali Sunter yang membelah daratan, menciptakan lembah-lembah sungai dangkal yang menjadi urat nadi drainase kota. Tidak ditemukan pegunungan atau perbukitan tinggi di sini; bentang alamnya murni merupakan dataran aluvial yang terbentuk dari proses sedimentasi kuarter.

##

Kondisi Iklim dan Cuaca

Jakarta Utara memiliki iklim tropis monsun (Am) dengan variasi musiman yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan angin muson. Suhu udara rata-rata harian berkisar antara 27°C hingga 34°C dengan tingkat kelembapan yang tinggi, seringkali mencapai 80-90%. Musim hujan biasanya berlangsung dari November hingga Maret, di mana curah hujan mencapai puncaknya pada Januari akibat pengaruh angin Monsun Barat. Sebaliknya, musim kemarau yang dipengaruhi angin Monsun Timur membawa cuaca yang sangat terik dan kering. Karena lokasinya yang dikelilingi daratan di tengah Jakarta, fenomena Urban Heat Island sangat terasa di sini, di mana konsentrasi massa bangunan menyebabkan suhu lokal sedikit lebih tinggi dibandingkan wilayah pinggiran.

##

Sumber Daya Alam dan Biodiversitas

Meskipun didominasi oleh lanskap urban, Jakarta Utara menyimpan kekayaan sumber daya alam yang spesifik. Lahan di wilayah ini memiliki cadangan air tanah yang dalam, meskipun ekstraksinya harus dikelola dengan ketat untuk mencegah penurunan muka tanah (land subsidence). Dalam hal agrikultur, fokus utama bergeser pada pertanian perkotaan (urban farming) dan pemanfaatan ruang terbuka hijau. Zona ekologis di wilayah tengah ini mencakup koridor hijau di sepanjang bantaran sungai yang menjadi habitat bagi berbagai spesies burung air, reptil kecil, dan vegetasi riparian. Keanekaragaman hayati terkonsentrasi pada taman-taman kota yang berfungsi sebagai paru-paru wilayah, menjaga keseimbangan ekosistem di tengah padatnya pemukiman.

##

Batas Wilayah dan Konektivitas

Secara geografis, Jakarta Utara memiliki posisi yang sangat kuat karena dikelilingi oleh 6 wilayah tetangga yang saling berbatasan langsung. Hal ini menjadikan Jakarta Utara sebagai hub logistik dan administratif yang menghubungkan jalur-jalur utama di tengah provinsi Jakarta. Koordinat geografisnya terletak di sekitar 6°07′04″ Lintang Selatan dan 106°53′36″ Bujur Timur. Sebagai wilayah daratan yang terkunci (landlocked) di tengah Jakarta, integrasi infrastruktur jalan tol dan rel kereta api menjadi fitur geografis buatan yang mendominasi tata ruangnya, mempertegas statusnya sebagai wilayah Epic yang tak tergantikan dalam dinamika Jakarta.

Culture

#

Harmoni Pesisir dan Akulturasi Budaya Jakarta Utara

Jakarta Utara merupakan wilayah unik yang menjadi pintu gerbang utama Nusantara melalui pelabuhan-pelabuhan bersejarahnya. Sebagai daerah yang mempertemukan berbagai etnis sejak berabad-abad silam, kebudayaan Jakarta Utara adalah sebuah mosaik yang memadukan unsur Betawi pesisir, Tionghoa, Arab, dan Bugis.

##

Tradisi dan Upacara Lokal

Kehidupan masyarakat Jakarta Utara sangat dipengaruhi oleh kedekatannya dengan laut. Salah satu tradisi yang paling ikonik adalah Nadran atau Pesta Laut yang rutin digelar oleh komunitas nelayan di kawasan Cilincing dan Muara Angke. Upacara ini merupakan bentuk syukur atas hasil laut yang melimpah, ditandai dengan pelarungan sesaji ke tengah laut menggunakan replika kapal kayu yang dihias meriah. Selain itu, tradisi Mapag Sri juga masih dilakukan oleh masyarakat agraris di pinggiran Jakarta Utara sebagai bentuk syukur atas panen padi.

##

Kesenian dan Pertunjukan Rakyat

Dalam bidang seni pertunjukan, Jakarta Utara adalah rumah bagi Tanjidor dan Gambang Kromong. Uniknya, Gambang Kromong di wilayah ini sering kali menampilkan pengaruh kuat unsur Tionghoa melalui melodi-melodi khas yang dimainkan dengan Tehyan. Kesenian Silat Beksi juga berkembang pesat di sini, terutama di wilayah pesisir seperti Marunda, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan legenda Si Pitung. Di Rumah Tinggi Marunda, sering diadakan pertunjukan seni bela diri yang menggabungkan ketangkasan fisik dengan nilai-nilai religius.

##

Kuliner Khas Pesisir

Kuliner Jakarta Utara menawarkan cita rasa yang berani dan segar. Soto Betawi versi pesisir seringkali menggunakan santan yang lebih ringan namun kaya akan rempah. Namun, primadona utamanya adalah olahan Ikan Bakar Muara Karang dan Bandeng Presto khas pesisir utara. Jangan lupakan pula Kue Rangi dan Kerak Telor yang sering dijajakan di kawasan wisata Ancol. Pengaruh kuliner Tionghoa juga sangat kental, terlihat dari populernya berbagai jenis Bakmi dan hidangan laut dengan bumbu oriental di wilayah Kelapa Gading dan Pluit.

##

Bahasa dan Dialek

Masyarakat Jakarta Utara menggunakan Bahasa Betawi Dialek Pesisir atau sering disebut Betawi Ora. Dialek ini memiliki intonasi yang lebih lugas dan keras dibandingkan Betawi tengah, mencerminkan karakter masyarakat pelabuhan yang tegas. Terdapat banyak serapan kosakata dari bahasa Melayu pasar, Hokkien, dan bahkan istilah-istilah teknis perkapalan yang telah terasimilasi ke dalam percakapan sehari-hari.

##

Busana dan Tekstil

Pakaian tradisional yang sering terlihat dalam acara adat adalah Baju Sadariah untuk pria dan Kebaya Encim untuk wanita. Kebaya Encim di Jakarta Utara sering kali menggunakan motif flora dan fauna laut yang dibordir halus, menunjukkan pengaruh akulturasi peranakan Tionghoa yang sangat kuat di wilayah utara.

##

Praktik Keagamaan dan Festival

Keberagaman religi sangat terasa di Jakarta Utara. Masjid Luar Batang menjadi pusat ziarah spiritual bagi umat Muslim dari seluruh penjuru Indonesia. Di saat yang sama, kemegahan Vihara Dharma Bhakti dan berbagai klenteng tua di kawasan Penjaringan menunjukkan kerukunan antarumat beragama. Festival Peh Cun dan perayaan Imlek di kawasan ini selalu berlangsung meriah, seringkali melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang etnis, menciptakan harmoni sosial yang menjadi ciri khas Jakarta Utara.

Tourism

#

Menjelajahi Pesona Jakarta Utara: Gerbang Maritim dan Hiburan Metropolitan

Jakarta Utara merupakan wilayah administratif yang berdiri sebagai wajah maritim Provinsi DKI Jakarta. Dengan luas wilayah mencapai 149,87 km², kawasan ini menawarkan kontras yang memikat antara modernitas gedung pencakar langit, situs sejarah kolonial, dan garis pantai yang dinamis. Berbatasan langsung dengan enam wilayah strategis, Jakarta Utara menjadi titik temu arus ekonomi dan pariwisata yang dikategorikan sebagai destinasi tingkat "Epic" bagi para pelancong urban.

##

Keajaiban Pesisir dan Ruang Terbuka Hijau

Meskipun didominasi oleh lanskap perkotaan, Jakarta Utara memiliki daya tarik alam yang unik. Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan destinasi wajib bagi pecinta lingkungan; di sini, Anda bisa menelusuri hutan mangrove menggunakan kano sambil mengamati burung-burung migran. Selain itu, Pantai Ancol tetap menjadi ikon wisata pesisir di mana pengunjung dapat menikmati senja di tepi laut Jakarta yang tenang, sebuah pemandangan langka di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

##

Jejak Sejarah dan Akulturasi Budaya

Sisi kultural Jakarta Utara terpancar melalui kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa. Di sini, deretan kapal Phinisi kayu yang megah menjadi saksi bisu kejayaan maritim Nusantara sejak masa kolonial. Pengalaman unik bisa ditemukan saat mengunjungi Museum Bahari yang menempati gudang rempah VOC tua. Tidak jauh dari sana, keberagaman budaya tercermin di Vihara Dharma Bhakti dan kawasan Kampung Luar Batang, yang menawarkan wisata religi dengan arsitektur yang sarat nilai historis.

##

Petualangan Adrenalin dan Hiburan Keluarga

Bagi pencari petualangan, Dunia Fantasi (Dufan) menyediakan berbagai wahana ekstrem yang memacu adrenalin. Namun, pengalaman yang benar-benar unik di Jakarta Utara adalah menjajal Jet Ski di kawasan Pantai Mutiara atau menikmati kemewahan berlayar dengan kapal pinisi modern melintasi Teluk Jakarta menuju Kepulauan Seribu. Untuk pengalaman luar ruangan yang lebih santai, Allianz Ecopark menawarkan jalur sepeda dan area memanah di tengah lingkungan yang asri.

##

Surga Kuliner Pesisir

Wisata kuliner di Jakarta Utara adalah perpaduan antara hidangan laut segar dan akulturasi Tionghoa-Indonesia. Kawasan Muara Karang dan Pantai Indah Kapuk (PIK) adalah pusatnya. Anda wajib mencicipi ikan bakar bumbu khas pesisir di tepi dermaga atau menjelajahi pasar malam di Kelapa Gading yang menyajikan beragam kudapan legendaris. Kualitas bahan laut yang didapat langsung dari Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke menjamin kesegaran setiap hidangan.

##

Akomodasi dan Waktu Kunjungan Terbaik

Jakarta Utara menawarkan berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel butik bergaya industrial di kawasan Pluit hingga resor mewah di tepi pantai Ancol. Keramahtamahan lokal yang inklusif membuat setiap wisatawan merasa diterima. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Mei hingga September (musim kemarau) untuk mendapatkan pemandangan langit biru yang jernih dan menghindari potensi genangan saat curah hujan tinggi, memastikan eksplorasi Anda di gerbang utara Jakarta tetap maksimal.

Economy

#

Profil Ekonomi Jakarta Utara: Pusat Logistik dan Industri Strategis

Jakarta Utara, dengan luas wilayah 149,87 km², memegang peranan krusial sebagai gerbang ekonomi internasional bagi Provinsi DKI Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan. Meski secara karakteristik kewilayahan sering dikaitkan dengan pesisir, secara posisi kardinal dalam sistem tata ruang regional, ia menjadi titik tengah yang menghubungkan arus komoditas dari pedalaman Pulau Jawa menuju pasar global. Dikelilingi oleh enam wilayah administrasi yang berdekatan, Jakarta Utara berfungsi sebagai simpul integrasi logistik yang tak tergantikan.

##

Sektor Industri dan Perdagangan Internasional

Sektor industri pengolahan dan perdagangan merupakan tulang punggung ekonomi Jakarta Utara. Kehadiran Pelabuhan Tanjung Priok menjadikannya pusat aktivitas ekspor-impor terbesar di Indonesia. Industri manufaktur skala besar, mulai dari perakitan otomotif (seperti Astra International), pengolahan makanan, hingga industri kimia, terkonsentrasi di kawasan Marunda dan Sunter. Keberadaan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) memberikan insentif bagi perusahaan berorientasi ekspor, yang secara signifikan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan nasional.

##

Ekonomi Maritim dan Pemanfaatan Sumber Daya

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, ekonomi maritim menjadi pilar unik. Jakarta Utara memiliki Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman di Muara Baru yang merupakan pusat industri perikanan terbesar di Indonesia. Di sini, rantai pasok dari penangkapan, pengemasan, hingga ekspor komoditas laut seperti tuna dan cakalang menjadi penggerak ekonomi utama. Selain itu, budidaya tambak di wilayah pesisir timur masih memberikan kontribusi pada sektor perikanan darat.

##

Pariwisata dan Jasa Modern

Sektor jasa dan pariwisata di Jakarta Utara didominasi oleh kawasan Ancol Taman Impian yang merupakan destinasi wisata terpadu terbesar di Asia Tenggara. Transformasi ekonomi juga terlihat dengan pesatnya pertumbuhan kawasan bisnis modern di Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Kelapa Gading. Kelapa Gading, khususnya, telah berkembang menjadi pusat ritel dan kuliner kelas atas yang mendorong pertumbuhan sektor UMKM kreatif serta jasa perbankan.

##

Kerajinan Tradisional dan Produk Lokal

Di balik gedung pencakar langit dan pelabuhan, Jakarta Utara menyimpan potensi kerajinan lokal seperti batik pesisiran dengan motif biota laut yang khas. Selain itu, pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai tambah seperti kerupuk ikan dan kerajinan kerang merupakan produk unggulan ekonomi komunitas yang banyak ditemukan di wilayah Cilincing dan Muara Angke.

##

Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan

Pembangunan infrastruktur seperti Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) dan akses tol pelabuhan telah mempercepat mobilitas barang. Tren ketenagakerjaan di Jakarta Utara mulai bergeser dari sektor buruh kasar menuju tenaga kerja terampil di bidang logistik digital, manajemen rantai pasok, dan teknologi informasi. Dengan pengembangan kawasan reklamasi dan revitalisasi pelabuhan, Jakarta Utara terus bertransformasi menjadi pusat ekonomi modern yang tangguh di tengah persaingan global.

Demographics

#

Profil Demografis Jakarta Utara: Episentrum Pesisir yang Heterogen

Jakarta Utara merupakan wilayah administratif yang unik di Provinsi DKI Jakarta dengan luas wilayah 149,87 km². Sebagai wilayah berstatus "Epic" dalam peta pembangunan ibu kota, Jakarta Utara memegang peranan vital sebagai gerbang logistik internasional melalui Pelabuhan Tanjung Priok, yang secara langsung memengaruhi struktur demografisnya.

##

Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk

Berdasarkan data terbaru, Jakarta Utara dihuni oleh lebih dari 1,8 juta jiwa. Kepadatan penduduknya mencapai sekitar 12.000 jiwa per km², namun distribusinya tidak merata. Konsentrasi penduduk tertinggi berada di Kecamatan Koja dan Cilincing, sementara wilayah seperti Penjaringan memiliki karakteristik campuran antara kawasan industri, pergudangan, dan pemukiman elit seperti Pantai Indah Kapuk (PIK).

##

Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya

Jakarta Utara adalah "melting pot" yang merepresentasikan keragaman Indonesia. Keunikan demografisnya ditandai dengan populasi Tionghoa-Indonesia yang signifikan di bagian barat (Pluit dan Kelapa Gading), berdampingan dengan komunitas Betawi asli, serta kaum urban dari suku Jawa, Bugis, dan Minang. Keberadaan Kampung Tugu dengan keturunan Portugis-nya menambah lapisan historis yang jarang ditemukan di wilayah lain.

##

Struktur Usia dan Piramida Penduduk

Wilayah ini memiliki struktur penduduk muda dengan bentuk piramida ekspansif. Proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) mendominasi lebih dari 68% total populasi. Hal ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bonus demografi, di mana sektor jasa dan maritim menjadi penyerap tenaga kerja utama.

##

Tingkat Pendidikan dan Literasi

Tingkat literasi di Jakarta Utara mencapai hampir 100%, sejalan dengan standar DKI Jakarta. Namun, terdapat disparitas akses pendidikan; kawasan Kelapa Gading memiliki konsentrasi sekolah internasional dan lulusan perguruan tinggi yang tinggi, sementara di kawasan pesisir tradisional, fokus pembangunan pendidikan masih tertuju pada peningkatan wajib belajar 12 tahun dan pelatihan vokasi maritim.

##

Pola Urbanisasi dan Migrasi

Sebagai wilayah dengan posisi "tengah" dalam arus logistik, Jakarta Utara mengalami migrasi sirkuler yang masif. Setiap hari, ribuan pekerja komuter dari wilayah penyangga (6 wilayah tetangga termasuk Tangerang dan Bekasi) masuk ke zona industri. Fenomena "gentrifikasi pesisir" juga terlihat jelas, di mana lahan-lahan yang dulunya rawa kini berubah menjadi kawasan hunian vertikal modern, mendorong pergeseran penduduk lokal ke area pinggiran.

##

Karakteristik Unik Demografi

Satu hal yang membedakan Jakarta Utara adalah resiliensi penduduknya terhadap tantangan lingkungan seperti penurunan muka tanah. Demografi di sini menunjukkan adaptabilitas tinggi, di mana komunitas pesisir tetap bertahan di tengah dinamika perubahan iklim, menjadikan masyarakat Jakarta Utara salah satu kelompok paling pragmatis dan dinamis di Indonesia.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini merupakan satu-satunya kota administrasi di Jakarta yang memiliki perbatasan darat langsung dengan dua provinsi berbeda, yaitu Jawa Barat dan Banten.
  • 2.Sebuah monumen berbentuk pesawat tempur Skyhawk berdiri tegak di kawasan perempatan strategis sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah kedirgantaraan nasional.
  • 3.Kawasan pusat pemerintahannya dirancang dengan konsep 'Hutan Kota' yang sangat luas, menjadikannya salah satu paru-paru hijau terbesar di tengah padatnya pemukiman Jakarta.
  • 4.Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma dan Taman Mini Indonesia Indah merupakan dua ikon nasional paling terkenal yang terletak di wilayah ini.

Destinasi di Jakarta Utara

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Jakarta

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Jakarta Utara dari siluet petanya?