Taman Nasional Danau Sentarum
di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Fenomena Alam "Danau Musiman" yang Unik
Karakteristik paling mencolok dari Taman Nasional Danau Sentarum adalah sifatnya yang merupakan danau musiman. Kawasan seluas kurang lebih 132.000 hektar ini sebenarnya adalah hamparan dataran banjir (floodplain) yang berfungsi sebagai pengatur tata air bagi Sungai Kapuas.
Pada musim penghujan, kawasan ini akan menjelma menjadi lautan air raksasa dengan kedalaman mencapai 8 hingga 15 meter. Airnya berwarna hitam jernih, sebuah fenomena khas air gambut yang kaya akan tanin. Namun, pemandangan akan berubah total saat musim kemarau ekstrem tiba. Air danau akan menyusut hingga kering kerontang, menyisakan alur-alur sungai kecil dan hamparan tanah retak yang ditumbuhi rerumputan. Fenomena transisi ini menciptakan ekosistem yang memaksa flora dan fauna di dalamnya beradaptasi secara luar biasa.
Kekayaan Biodiversitas dan Ekosistem Lahan Basah
Danau Sentarum adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang mencengangkan. Hutan di kawasan ini didominasi oleh jenis pepohonan yang mampu bertahan hidup terendam air dalam waktu lama, seperti pohon Putat (Planchonia valida) dan Kayu Besi atau Belian yang tersohor kekuatannya.
Bagi para pengamat burung, TNDS adalah surga tersembunyi. Tercatat ada sekitar 240 spesies burung, termasuk burung Rangkong (Enggang) yang menjadi simbol Kalimantan, serta burung air langka seperti Kuntul Besar. Di bawah permukaan air, danau ini menyimpan kekayaan iktiologi yang luar biasa. TNDS merupakan habitat asli bagi ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) yang legendaris dan bernilai tinggi. Selain itu, terdapat ikan konsumsi khas seperti ikan Ikan Toman, Belida, dan Jelawat yang ukurannya bisa mencapai ukuran raksasa dibandingkan di daerah lain.
Di daratan dan pulau-pulau kecil di tengah danau, pengunjung berkesempatan melihat satwa endemik seperti Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), Bekantan dengan hidung panjangnya yang unik, serta buaya muara yang sesekali menampakkan diri di tepian sungai.
Aktivitas Wisata dan Pengalaman Luar Ruang
Mengunjungi Danau Sentarum menawarkan pengalaman petualangan yang autentik. Beberapa aktivitas utama yang dapat dilakukan antara lain:
1. Menjelajah Labirin Air dengan Perahu Lanting: Menggunakan perahu tradisional atau speedboat, pengunjung dapat membelah hutan yang terendam air. Sensasi melewati sela-sela pucuk pohon yang menyembul dari permukaan air memberikan kesan seolah berada di dunia purba.
2. Mendaki Bukit Tekenang: Ini adalah aktivitas wajib. Bukit Tekenang adalah titik tertinggi di kawasan danau. Setelah mendaki jalur yang cukup menantang, pengunjung akan disuguhi panorama 360 derajat hamparan Danau Sentarum yang dikelilingi perbukitan hijau. Dari sini, kompleksitas jalur air dan pulau-pulau kecil terlihat dengan jelas.
3. Wisata Budaya dan Madu Hutan: Pengunjung dapat berinteraksi dengan komunitas lokal, baik suku Dayak Iban maupun Melayu yang tinggal di rumah-rumah panggung atau rumah lanting (rumah terapung). Salah satu daya tarik utama adalah melihat proses panen Madu Hutan Sentarum yang organik dan telah tersertifikasi secara internasional.
4. Sport Fishing: Bagi penghobi memancing, Danau Sentarum menawarkan tantangan menangkap ikan Toman atau Kerandang di alam liar dengan teknik casting.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Pemilihan waktu kunjungan sangat bergantung pada pengalaman apa yang ingin didapatkan. Jika ingin menikmati keindahan danau yang penuh air dan menjelajah dengan perahu, datanglah pada bulan Oktober hingga Maret.
Sebaliknya, jika ingin menyaksikan fenomena "danau kering" di mana Anda bisa berjalan kaki di dasar danau atau melihat masyarakat lokal memanen ikan secara tradisional di lubuk-lubuk air yang tersisa, datanglah pada musim kemarau antara bulan Juli hingga September. Festival Danau Sentarum biasanya diadakan pada paruh kedua tahun ini untuk merayakan kekayaan budaya dan alam setempat.
Status Konservasi dan Perlindungan Lingkungan
Sebagai Taman Nasional, kawasan ini dilindungi ketat oleh negara. TNDS memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas iklim mikro dan siklus hidrologi di Kalimantan Barat. Upaya konservasi di sini melibatkan masyarakat lokal secara aktif, terutama dalam pengelolaan madu hutan berkelanjutan dan perlindungan habitat Arwana. Pengunjung diharapkan mematuhi aturan ketat, seperti tidak membuang sampah ke perairan dan tidak mengganggu satwa liar, guna menjaga integritas ekosistem yang rapuh ini.
Aksesibilitas dan Fasilitas
Menuju Danau Sentarum memerlukan jiwa petualang. Perjalanan biasanya dimulai dari Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Anda dapat menggunakan penerbangan domestik menuju Bandara Pangsuma di Putussibau, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Lanjak atau Selimbau. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu mesin (longboat).
Fasilitas di dalam kawasan masih bersifat terbatas namun memadai untuk wisata minat khusus. Terdapat guest house yang dikelola oleh Balai Taman Nasional di Bukit Tekenang. Namun, banyak wisatawan yang memilih untuk menginap di rumah-rumah penduduk (homestay) untuk merasakan kearifan lokal secara langsung.
Taman Nasional Danau Sentarum adalah destinasi bagi mereka yang mencari ketenangan di tengah kemegahan alam liar. Ia adalah pengingat betapa dinamisnya alam, di mana air dan daratan saling bergantian peran, menciptakan harmoni kehidupan yang eksotis di jantung Borneo.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Kapuas Hulu
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Kapuas Hulu
Pelajari lebih lanjut tentang Kapuas Hulu dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Kapuas Hulu