Kapuas Hulu
CommonDipublikasikan: Januari 2025
History
Sejarah Kapuas Hulu: Jantung Borneo di Perbatasan Utara
Kapuas Hulu, sebuah kabupaten yang membentang seluas 31.458,9 km² di ujung utara Kalimantan Barat, merupakan wilayah yang secara historis menjadi titik temu antara peradaban sungai dan pegunungan. Dikenal sebagai "The Heart of Borneo," wilayah ini memiliki catatan sejarah yang panjang, mulai dari era kerajaan tradisional hingga perannya sebagai benteng pertahanan di perbatasan Indonesia-Malaysia.
#
Masa Kerajaan dan Asal-Usul
Jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, Kapuas Hulu terdiri dari beberapa kerajaan kecil yang mandiri. Kerajaan-kerajaan ini menempati wilayah strategis di sepanjang aliran Sungai Kapuas, seperti Kerajaan Jongkong, Selimbau, Bunut, Suhaid, Piasa, dan Silat. Salah satu yang paling menonjol adalah Kerajaan Selimbau, yang menurut tradisi lisan didirikan oleh Abang Berit pada abad ke-7. Nama "Kapuas Hulu" sendiri secara harfiah merujuk pada lokasinya yang berada di hulu sungai terpanjang di Indonesia, yang menjadi urat nadi perdagangan emas, sarang burung walet, dan hasil hutan lainnya sejak masa lampau.
#
Era Kolonial Belanda dan Penjelajahan
Interaksi formal dengan pemerintah kolonial Belanda mulai menguat pada abad ke-19. Pada tahun 1823, pemerintah Hindia Belanda mulai menaruh perhatian pada wilayah pedalaman ini melalui ekspedisi Mayor Georg Müller. Namun, perjalanan Müller berakhir tragis di wilayah Bungan, di mana ia tewas dibunuh oleh penduduk lokal. Peristiwa ini memicu ketegangan panjang, hingga akhirnya Belanda mendirikan pos militer di Putussibau pada tahun 1895 untuk mengamankan jalur perdagangan dan membatasi pengaruh Kesultanan Brunei serta Inggris (Sarawak) di utara. Pada periode ini, sistem pemerintahan lokal yang dipimpin oleh para Sultan mulai berada di bawah pengawasan asisten residen Belanda.
#
Perjuangan Kemerdekaan dan Era Konfrontasi
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, masyarakat Kapuas Hulu turut bergerak mempertahankan kedaulatan. Tokoh lokal seperti Raden Tumenggung Setia Pahlawan menjadi simbol perlawanan terhadap upaya NICA yang ingin kembali berkuasa. Pada era 1960-an, posisi Kapuas Hulu menjadi sangat krusial dalam sejarah nasional selama masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Wilayah perbatasan seperti Badau menjadi basis pertahanan militer penting. Kehadiran pasukan TNI di bawah komando Presiden Soekarno dalam operasi "Ganyang Malaysia" meninggalkan jejak sejarah militer yang kuat di sepanjang perbatasan utara.
#
Warisan Budaya dan Perkembangan Modern
Secara budaya, Kapuas Hulu adalah rumah bagi suku Dayak (seperti Iban, Kayan, Kantuk, dan Tamambaloh) serta suku Melayu. Warisan sejarah yang masih terjaga adalah Rumah Betang (Rumah Panjang), salah satunya yang tertua adalah Betang Ensaid Panjang. Sistem sosial tradisional "Gawai Dayak" dan kekayaan khazanah Melayu di pesisir sungai menjadi identitas yang tak terpisahkan.
Kini, Kapuas Hulu berkembang menjadi Kabupaten Konservasi berdasarkan SK Bupati tahun 2003. Keberadaan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum menjadi bukti sejarah bagaimana manusia dan alam hidup berdampingan. Dengan berbatasan langsung dengan empat wilayah penting (termasuk Sarawak, Malaysia, dan Kalimantan Timur), Kapuas Hulu tetap memegang peran strategis sebagai gerbang utara Nusantara yang menjaga kedaulatan serta kelestarian ekologis Indonesia.
Geography
#
Profil Geografis Kabupaten Kapuas Hulu
Kapuas Hulu merupakan wilayah administratif yang terletak di ujung timur Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Dengan luas wilayah mencapai 31.458,9 km², kabupaten ini mencakup sekitar 21% dari total luas provinsi, menjadikannya salah satu pilar geografis terpenting di Pulau Kalimantan. Secara astronomis, wilayah ini membentang pada koordinat antara 0,5° Lintang Selatan hingga 2° Lintang Utara dan 111,5° hingga 114° Bujur Timur.
##
Topografi dan Bentang Alam
Sebagai wilayah yang berada di posisi utara Kalimantan Barat, Kapuas Hulu memiliki karakteristik topografi yang sangat kontras. Bagian utara dan timurnya didominasi oleh rangkaian Pegunungan Muller dan Pegunungan Schwaner yang membentuk perbatasan alami dengan Malaysia (Sarawak) serta Provinsi Kalimantan Timur dan Tengah. Puncak-puncak gunung seperti Gunung Lawit menjadi titik elevasi penting yang mengatur sistem hidrologi kawasan.
Meskipun secara administratif berada di pedalaman daratan besar Kalimantan, wilayah ini memiliki karakteristik unik dengan garis pantai yang membentang di sepanjang perairan yang terhubung dengan sistem Laut Indonesia melalui jalur-jalur sungai besar. Sebagian besar wilayah tengah merupakan dataran rendah yang didominasi oleh cekungan danau dan rawa. Kapuas Hulu dikelilingi oleh empat wilayah utama yang berbatasan langsung, termasuk Kabupaten Sintang di sisi barat dan selatan.
##
Sistem Hidrologi: Nadi Kehidupan
Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia, berhulu di wilayah ini, tepatnya di Pegunungan Muller. Aliran sungai ini menciptakan lembah-lembab subur dan ekosistem perairan darat yang kompleks. Salah satu fitur geografis paling unik di Kapuas Hulu adalah keberadaan Danau Sentarum. Kompleks danau musiman ini berfungsi sebagai reservoir alami yang mengatur debit air Sungai Kapuas; saat musim penghujan danau ini terisi penuh, sementara pada musim kemarau ia menyusut menjadi hamparan padang lebak.
##
Iklim dan Variasi Musiman
Kapuas Hulu memiliki iklim tropis basah (Af) dengan curah hujan yang sangat tinggi sepanjang tahun, berkisar antara 3.000 hingga 4.500 mm. Tidak ada musim kemarau yang benar-benar kering. Variasi musiman lebih ditentukan oleh intensitas curah hujan yang dipengaruhi oleh angin monsun. Suhu udara rata-rata berkisar antara 23°C hingga 32°C dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi akibat tutupan hutan yang rapat.
##
Kekayaan Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Wilayah ini adalah jantung konservasi Kalimantan. Memiliki dua taman nasional utama, TN Betung Kerihun dan TN Danau Sentarum, Kapuas Hulu diakui sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO. Ekosistemnya meliputi hutan hujan tropis pegunungan hingga hutan rawa gambut.
1. Kehutanan & Pertanian: Merupakan penghasil utama kayu, madu hutan, dan komoditas unggulan seperti Arwana Super Red serta tanaman Kratom.
2. Mineral: Terdapat potensi kandungan emas, tembaga, dan batubara di daerah perbukitan, namun pengelolaannya sangat dibatasi demi menjaga keseimbangan ekologis hulu sungai.
Dengan bentang alam yang meliputi pegunungan tinggi, sistem perairan danau yang unik, serta posisi strategis di utara provinsi, Kapuas Hulu memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas ekologi dan hidrologi seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Culture
#
Kekayaan Budaya Kapuas Hulu: Jantung Borneo yang Autentik
Kapuas Hulu, yang terletak di ujung timur Provinsi Kalimantan Barat, merupakan wilayah seluas 31.458,9 km² yang dikenal sebagai "Jantung Borneo". Berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia di sebelah utara, kabupaten ini menjadi rumah bagi peradaban Dayak dan Melayu yang harmonis, menciptakan mosaik budaya yang tiada duanya.
##
Tradisi dan Struktur Sosial Dayak
Salah satu pilar budaya Kapuas Hulu adalah keberadaan Rumah Betang (Rumah Panjang). Di wilayah ini, khususnya komunitas Dayak Tamambaloh dan Dayak Iban, Rumah Betang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol persatuan dan sistem hukum adat yang hidup. Tradisi Gawai Dayak menjadi perayaan tahunan paling megah sebagai bentuk syukur atas hasil panen. Selain itu, terdapat upacara Dange pada suku Dayak Kayan, sebuah ritual sakral yang melibatkan seluruh komunitas untuk memohon berkah dan keselamatan.
##
Seni Kriya dan Tekstil: Tenun Ikat serta Manik
Kapuas Hulu sangat terkenal dengan kerajinan tangan yang rumit. Produk budaya yang paling menonjol adalah Tenun Ikat Sintang/Iban yang menggunakan pewarna alami dari akar dan daun hutan. Motifnya menceritakan mitologi kuno dan flora-fauna lokal. Selain tenun, seni manik-manik (manik) yang diaplikasikan pada pakaian adat atau tas merupakan simbol status sosial. Tak kalah unik, kerajinan anyaman rotan dan bambu dari Kapuas Hulu memiliki ketahanan dan estetika tinggi yang telah diekspor ke mancanegara.
##
Kelestarian Musik dan Tarian
Dalam aspek seni pertunjukan, instrumen musik *Sape* (gitar tradisional Dayak) menjadi pengiring utama dalam setiap upacara. Alunan Sape yang tenang namun magis sering mengiringi Tari Kancet Papatai (tari perang) atau Tari Gong. Bagi masyarakat Melayu di pesisir sungai Kapuas, musik Rebab dan Gendang mendominasi dalam kesenian Jepin yang bernuansa Islami.
##
Kuliner Khas: Cita Rasa Sungai dan Hutan
Geografi Kapuas Hulu yang didominasi sungai dan danau (seperti Danau Sentarum) melahirkan kuliner spesifik. Kerupuk Basah adalah primadona kuliner lokal; kudapan mirip pempek namun berbentuk lonjong memanjang yang terbuat dari ikan belida atau ikan toman segar. Selain itu, terdapat Ale-Ale dan pengolahan ikan asam pedas khas Kapuas yang kaya akan rempah lokal. Masyarakat pedalaman juga mengenal Pekasam, yaitu fermentasi ikan sungai yang memberikan cita rasa asam gurih yang unik.
##
Bahasa dan Identitas Lokal
Masyarakat menggunakan Bahasa Melayu dialek Kapuas Hulu yang memiliki kemiripan dengan bahasa Melayu Sarawak, serta berbagai bahasa Dayak seperti bahasa Iban, Kayan, dan Kantuk. Ekspresi lokal sering kali mencerminkan kedekatan dengan alam, di mana pepatah-pepatah kuno sering digunakan dalam sidang adat untuk menyelesaikan konflik antarwarga.
##
Kehidupan Religi dan Festival
Meskipun masyarakatnya menganut agama yang beragam (Islam, Kristen, Katolik), hukum adat tetap tegak berdiri. Festival budaya seperti Festival Danau Sentarum menjadi ajang internasional yang menampilkan balap perahu tradisional (Lomba Bidar) dan parade budaya, mempertegas posisi Kapuas Hulu sebagai destinasi ekowisata berbasis budaya yang sangat kuat di Kalimantan Barat.
Tourism
Menjelajahi Jantung Borneo: Pesona Wisata Kapuas Hulu
Terletak di ujung utara Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu merupakan wilayah seluas 31.458,9 km² yang memegang predikat sebagai Kabupaten Konservasi. Berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, serta dikelilingi oleh empat wilayah tetangga, Kapuas Hulu menawarkan ekosistem air tawar dan hutan hujan tropis yang tiada duanya di dunia.
#
Keajaiban Alam: Dari Danau Sentarum hingga Pegunungan Müller
Daya tarik utama Kapuas Hulu adalah Taman Nasional Danau Sentarum, sebuah kawasan hamparan lahan basah seluas 132.000 hektar. Uniknya, danau ini bersifat musiman; saat musim hujan nampak seperti lautan air tawar, namun saat kemarau berubah menjadi padang rumput yang luas. Selain itu, terdapat Taman Nasional Betung Kerihun yang melindungi barisan Pegunungan Müller, menawarkan pemandangan karst, goa-goa purba, dan jeram sungai yang menantang. Meski berada di pedalaman, wilayah utara ini memiliki akses ke perairan pesisir sungai yang menyerupai garis pantai darat melalui sistem drainase Sungai Kapuas yang masif.
#
Warisan Budaya dan Arsitektur Tradisional
Bagi pencinta wisata budaya, mengunjungi Rumah Betang (rumah panjang) adalah pengalaman wajib. Di daerah seperti Desa Ensaid Panjang atau Saham, Anda dapat melihat struktur hunian panggung kayu ulin yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga suku Dayak. Di sini, pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan pengrajin Tenun Ikat Sintang yang khas. Selain itu, peninggalan sejarah berupa makam-makam kuno dan situs budaya di Putussibau memberikan wawasan mendalam mengenai asimilasi budaya Melayu dan Dayak di hulu sungai.
#
Petualangan Arung Jeram dan Ekspedisi Rimba
Kapuas Hulu adalah surga bagi pencari adrenalin. Aktivitas river trekking menyusuri hulu Sungai Kapuas atau Sungai Mendalam memberikan sensasi menembus hutan primer. Anda dapat mencoba memancing ikan Arwana atau ikan Tapah yang legendaris di habitat aslinya. Bagi pendaki, jalur menuju Puncak Bukit Kelam atau menjelajahi rimba menuju perbatasan Malaysia menawarkan tantangan fisik dengan imbalan perjumpaan dengan satwa endemik seperti Orangutan Kalimantan dan Burung Enggang.
#
Kuliner Khas dan Keramahan Lokal
Pengalaman kuliner di Kapuas Hulu tidak lengkap tanpa mencicipi Kerupuk Basah (Temet), olahan ikan belida atau ikan toman segar dengan tekstur kenyal dan sambal kacang pedas. Anda juga wajib mencoba Madu Hutan Danau Sentarum yang terkenal murni dan memiliki cita rasa organik. Untuk akomodasi, tersedia berbagai pilihan dari hotel di Putussibau hingga homestay di rumah penduduk lokal yang hangat, memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan hidup selaras dengan alam.
#
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Juni hingga September jika Anda ingin melihat fenomena Danau Sentarum saat surut, atau pada bulan Oktober hingga Januari untuk menikmati keindahan labirin air saat danau penuh. Festival Danau Sentarum yang diadakan tahunan juga menjadi momen tepat untuk menyaksikan parade kapal hias dan budaya lokal secara kolektif.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Kapuas Hulu: Jantung Konservasi dan Potensi Komoditas Unggulan
Kabupaten Kapuas Hulu, yang terletak di ujung utara Provinsi Kalimantan Barat, merupakan wilayah strategis seluas 31.458,9 km² yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Sebagai kabupaten konservasi, struktur ekonomi Kapuas Hulu memiliki karakteristik unik yang memadukan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan dengan pengembangan komoditas ekspor.
##
Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan Darat
Meskipun secara geografis Kapuas Hulu berada di pedalaman Kalimantan dan tidak memiliki garis pantai laut (berbeda dengan wilayah pesisir Kalimantan lainnya), ekonomi maritim di sini bertumpu pada "ekonomi perairan darat". Sungai Kapuas dan Danau Sentarum menjadi motor utama sektor perikanan. Kapuas Hulu adalah penghasil ikan Arwana Super Red yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. Selain itu, produksi ikan konsumsi asap (ikan sale) dan kerupuk basah menjadi produk olahan unggulan yang menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Di sektor perkebunan, Karet dan Kelapa Sawit tetap menjadi penyumbang PDRB yang signifikan. Namun, komoditas yang paling spesifik dari wilayah ini adalah Madu Hutan Danau Sentarum dan tanaman Kratom (Mitragyna speciosa). Kratom telah menjadi tulang punggung ekonomi ribuan petani di Kapuas Hulu, menjadikan wilayah ini sebagai pemasok utama pasar global.
##
Industri Kreatif dan Kerajinan Tradisional
Industri pengolahan di Kapuas Hulu didominasi oleh skala UMKM yang berbasis kearifan lokal. Kerajinan tenun ikat Dayak dan anyaman rotan merupakan produk tradisional yang mulai menembus pasar nasional. Pengembangan industri pengolahan hasil hutan non-kayu (HHNK) terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk sebelum keluar dari wilayah kabupaten.
##
Pariwisata Berbasis Konservasi
Sektor jasa dan pariwisata berfokus pada ekowisata. Keberadaan dua taman nasional besar, yaitu Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, memposisikan Kapuas Hulu sebagai destinasi wisata minat khusus. Aktivitas bird watching, susur sungai, dan wisata budaya rumah betang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara, yang pada gilirannya menumbuhkan sektor perhotelan dan jasa pemanduan wisata.
##
Infrastruktur dan Konektivitas Lintas Batas
Pembangunan infrastruktur transportasi, terutama Jalan Paralel Perbatasan dan keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, telah mengubah konstelasi ekonomi wilayah utara ini. PLBN Badau membuka akses perdagangan langsung ke Malaysia, mempercepat arus barang, dan meningkatkan peluang ekspor komoditas lokal secara legal. Keberadaan Bandara Pangsuma di Putussibau juga menjadi urat nadi penting bagi mobilitas pelaku usaha dan logistik.
##
Tren Ketenagakerjaan dan Tantangan Ekonomi
Tren ketenagakerjaan di Kapuas Hulu mulai bergeser dari sektor ekstraktif murni menuju sektor jasa dan perdagangan seiring dengan meningkatnya konektivitas. Tantangan utama yang dihadapi adalah fluktuasi harga komoditas global (seperti karet dan kratom) serta perlunya standardisasi produk UMKM. Dengan luas wilayah yang mencakup 20% dari total luas Kalimantan Barat, optimalisasi infrastruktur digital dan penguatan rantai pasok lokal menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan.
Demographics
#
Demografi Kabupaten Kapuas Hulu: Jantung Borneo di Kalimantan Barat
Kapuas Hulu merupakan kabupaten yang secara geografis terletak di ujung paling timur sekaligus posisi kardinal utara Provinsi Kalimantan Barat. Dengan luas wilayah mencapai 31.458,9 km², kabupaten ini mencakup sekitar 21% dari total luas provinsi, menjadikannya salah satu daerah penyangga ekologis terpenting di Indonesia. Berbatasan langsung dengan Serawak (Malaysia) di utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu memiliki karakteristik demografis yang unik sebagai wilayah perbatasan darat.
Kepadatan dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Kapuas Hulu berkisar di angka 260.000 jiwa. Mengingat luas wilayahnya yang masif, kepadatan penduduk di daerah ini tergolong sangat rendah, yakni hanya sekitar 8 hingga 9 jiwa per kilometer persegi. Distribusi penduduk cenderung terkonsentrasi di sepanjang aliran Sungai Kapuas dan pusat pertumbuhan ekonomi seperti Putussibau Utara dan Putussibau Selatan. Sebagian besar wilayah lainnya merupakan kawasan hutan lindung dan taman nasional (Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum) yang berpenduduk jarang.
Komposisi Etnis dan Keberagaman Budaya
Demografi Kapuas Hulu didominasi oleh dua kelompok etnis utama: Suku Dayak dan Suku Melayu. Suku Dayak terdiri dari berbagai sub-etnis seperti Dayak Iban, Kantuk, Tamambaloh, dan Kayan yang mayoritas mendiami wilayah pedalaman dan hulu sungai. Sementara itu, komunitas Melayu terkonsentrasi di pesisir sungai dan pusat perkotaan. Keberadaan etnis pendatang seperti Jawa, Bugis, dan Tionghoa menambah pluralitas budaya, menciptakan harmoni sosial yang terjaga melalui kearifan lokal "Kapuas Hulu Hebat".
Struktur Usia dan Pendidikan
Struktur kependudukan Kapuas Hulu menunjukkan pola piramida penduduk ekspansif, di mana proporsi penduduk usia muda (0-19 tahun) masih cukup besar. Hal ini mengindikasikan angka kelahiran yang stabil. Dalam sektor pendidikan, angka melek huruf telah mencapai lebih dari 95%, meskipun tantangan aksesibilitas di wilayah terpencil masih membayangi. Peningkatan jenjang pendidikan menengah dan tinggi terus dipacu melalui pembangunan infrastruktur sekolah di kecamatan-kecamatan perbatasan.
Urbanisasi dan Migrasi
Dinamika penduduk ditandai dengan pola migrasi sirkuler. Sebagai wilayah perbatasan, mobilitas lintas batas negara menuju Malaysia untuk mencari lapangan kerja sektor perkebunan dan konstruksi cukup signifikan. Fenomena urbanisasi internal juga terjadi, di mana penduduk pedesaan berpindah ke Putussibau untuk mengakses layanan publik yang lebih baik. Namun, karakteristik agraris tetap kuat, dengan mayoritas penduduk menggantungkan hidup pada sektor kehutanan, perikanan air tawar di Danau Sentarum, dan perkebunan karet serta sawit.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Tanjungpura, kerajaan tertua di Kalimantan Barat yang jejak peninggalannya ditemukan di Desa Negeri Baru.
- 2.Tradisi Syair Gulung merupakan warisan budaya takbenda khas daerah ini yang sering dilantunkan dalam upacara adat pernikahan atau penyambutan tamu penting.
- 3.Kawasan ini menjadi rumah bagi Taman Nasional Gunung Palung yang merupakan salah satu habitat alami paling penting bagi populasi Orangutan Kalimantan di dunia.
- 4.Kabupaten ini dikenal luas sebagai penghasil kerajinan anyaman pandan dan merupakan lokasi penyelenggaraan acara internasional Sail Selat Karimata pada tahun 2016.
Destinasi di Kapuas Hulu
Semua Destinasi→Taman Nasional Danau Sentarum
Labirin air raksasa ini merupakan hamparan lahan basah paling penting di Asia Tenggara dengan sistem...
Wisata AlamTaman Nasional Betung Kerihun
Sebagai paru-paru dunia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, taman nasional ini menawarkan petu...
Pusat KebudayaanRumah Betang Ensaid Panjang
Rumah panggung tradisional khas suku Dayak Desa ini adalah simbol harmoni dan komunalitas yang masih...
Tempat RekreasiBukit Semugang
Destinasi wisata modern di kawasan perbatasan ini menawarkan panorama alam perbukitan yang hijau den...
Situs SejarahMasjid Jami' At-Taqwa Putussibau
Merupakan salah satu masjid tertua di Kapuas Hulu yang menjadi saksi bisu perkembangan syiar Islam d...
Pusat KebudayaanPusat Kerajinan Tenun Ikat Sintang
Kapuas Hulu dikenal sebagai produsen tenun ikat motif Dayak yang sangat detail dan sarat akan makna ...
Tempat Lainnya di Kalimantan Barat
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Kapuas Hulu dari siluet petanya?