Kediri

Common
Jawa Timur
Luas
1.598,71 km²
Posisi
tengah
Jumlah Tetangga
7 wilayah
Pesisir
Ya

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Sejarah Kediri: Jejak Peradaban Agraris dan Pusat Keagungan Jawa Timur

Kediri merupakan salah satu wilayah tertua dan paling bersejarah di Provinsi Jawa Timur. Dengan luas wilayah mencapai 1.598,71 km², kawasan ini secara geografis terletak di posisi tengah (pedalaman) namun memiliki akses strategis melalui aliran Sungai Brantas yang menjadi urat nadi kehidupan sejak masa lampau. Dikelilingi oleh tujuh wilayah kabupaten tetangga seperti Jombang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, dan Nganjuk, Kediri memegang peran sentral dalam peta politik dan ekonomi Nusantara.

##

Era Kerajaan dan Kejayaan Kadiri

Akar sejarah Kediri bermula dari pembagian Kerajaan Kahuripan oleh Raja Airlangga pada tahun 1042 menjadi dua bagian: Janggala dan Panjalu (Kadiri). Nama "Kediri" sendiri diyakini berasal dari kata Sansekerta Khadri yang berarti pohon mengkudu. Puncak kejayaan Kediri terjadi pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya (1135–1157), yang dikenal dengan ramalan Jangka Jayabaya. Pada era ini, Kediri menjadi pusat sastra Jawa kuno dengan lahirnya karya monumental seperti Kakawin Bharatayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Monumen bersejarah seperti Situs Tondowongso dan Candi Tegowangi menjadi bukti kemajuan arsitektur dan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat di wilayah ini.

##

Masa Kolonial dan Perlawanan Rakyat

Memasuki abad ke-17, Kediri jatuh ke dalam pengaruh Mataram Islam sebelum akhirnya dikuasai oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan pemerintah Hindia Belanda. Pada masa kolonial, Kediri ditransformasi menjadi pusat industri perkebunan, terutama tebu dan kopi. Hal ini ditandai dengan berdirinya Pabrik Gula Pesantren Baru dan Ngadirejo. Secara administratif, status Kediri ditetapkan sebagai Gemeente pada 1 April 1906. Perlawanan rakyat terhadap kolonialisme juga terekam kuat, di mana wilayah ini menjadi saksi ketegangan sosial yang dipicu oleh kebijakan tanam paksa dan eksploitasi lahan.

##

Era Kemerdekaan dan Modernisasi

Pasca Proklamasi 1945, Kediri memainkan peran krusial dalam mempertahankan kedaulatan. Jenderal Sudirman tercatat pernah melakukan rute gerilya melalui kawasan Kediri saat memimpin perang melawan Agresi Militer Belanda. Pada era modern, dinamika ekonomi Kediri bergeser secara signifikan dengan berdirinya pabrik rokok Gudang Garam oleh Surya Wonowidjojo pada tahun 1958. Keberadaan industri ini mengubah wajah Kediri menjadi salah satu kontributor cukai terbesar bagi kas negara Indonesia.

##

Warisan Budaya dan Identitas Lokal

Hingga saat ini, Kediri tetap melestarikan tradisi Jaranan Kediri yang memiliki karakteristik unik dibanding daerah lain. Selain itu, tradisi ritual di Gunung Kelud dan situs suci Petirtaan Sri Tanjung terus dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Landmark modern seperti Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), yang arsitekturnya menyerupai Arc de Triomphe di Prancis namun dihiasi relief sejarah lokal, kini menjadi simbol kebangkitan Kediri di tingkat nasional. Sejarah Kediri bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi kokoh yang membentuk identitas Jawa Timur sebagai pusat peradaban yang tangguh dan dinamis.

Geography

#

Profil Geografis Wilayah Kediri, Jawa Timur

Kediri merupakan salah satu wilayah strategis di Provinsi Jawa Timur yang memiliki karakteristik geografis unik sebagai perpaduan antara dataran rendah, lembah subur, hingga wilayah pesisir. Secara administratif, wilayah ini mencakup luas total 1598,71 km² dan menempati posisi cardinal di bagian tengah provinsi. Secara astronomis, wilayah ini membentang pada koordinat 7°45′–7°55′ Lintang Selatan dan 111°05′–112°03′ Bujur Timur, berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif yang memperkuat konektivitas regionalnya.

##

Topografi dan Bentang Alam

Topografi Kediri didominasi oleh dataran rendah dan lembah yang terbentuk di antara dua gunung api besar, yaitu Gunung Wilis di sisi barat dan Gunung Kelud di sisi timur. Bagian tengah wilayah ini merupakan sebuah graben atau lembah sungai yang sangat subur. Namun, yang menjadikannya unik adalah eksistensi garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia (Samudra Hindia) di bagian selatan. Bentang alam ini menciptakan kontras yang tajam antara perbukitan karst dan hutan tropis di utara-barat dengan garis pantai selatan yang memiliki abrasi tinggi namun kaya akan potensi kelautan.

##

Hidrografi dan Aliran Sungai

Nadi kehidupan geografis Kediri ditentukan oleh keberadaan Sungai Brantas, sungai terpanjang di Jawa Timur, yang membelah wilayah ini menjadi dua bagian. Sungai Brantas membawa sedimentasi vulkanik yang kaya nutrisi dari material letusan Gunung Kelud, menjadikan tanah di sekitarnya sangat subur. Selain Brantas, terdapat jaringan sungai kecil seperti Sungai Konto yang berfungsi sebagai sarana irigasi alami bagi sektor agraris.

##

Iklim dan Variasi Musiman

Kediri memiliki iklim tropis musiman (Aw) dengan suhu rata-rata berkisar antara 23°C hingga 31°C. Wilayah ini sangat dipengaruhi oleh angin muson barat yang membawa musim hujan (Oktober–April) dan angin muson timur yang membawa musim kemarau (Mei–September). Curah hujan cenderung lebih tinggi di lereng Gunung Kelud dan Wilis dibandingkan dengan wilayah dataran tengah, yang menciptakan iklim mikro yang ideal bagi berbagai jenis tanaman perkebunan.

##

Sumber Daya Alam dan Biodiversitas

Kekayaan alam Kediri bertumpu pada sektor agraris dan mineral non-logam. Tanah vulkanik (andosol) mendukung komoditas unggulan seperti tebu, nanas, dan kopi. Di sektor kehutanan, terdapat kawasan hutan lindung di lereng Gunung Wilis yang menjadi habitat penting bagi flora endemik dan fauna seperti elang jawa. Sementara itu, di wilayah pesisir selatan yang berbatasan dengan Laut Indonesia, potensi perikanan laut dan pariwisata bahari menjadi sumber daya ekonomi yang signifikan. Secara ekologis, Kediri memiliki zona biodiversitas yang beragam, mulai dari ekosistem hutan hujan pegunungan hingga ekosistem mangrove dan pantai berpasir di bagian selatan.

Culture

#

Kediri: Jantung Peradaban dan Warisan Budaya Jawa Timur

Kediri, yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah mencapai 1598,71 km², bukan sekadar titik geografis, melainkan pusat peradaban kuno yang terus berdenyut. Dikelilingi oleh tujuh wilayah tetangga dan memiliki akses ke wilayah pesisir di sisi selatan (Kabupaten Kediri), daerah ini menyimpan kekayaan budaya yang berakar kuat pada kejayaan Kerajaan Kadiri.

##

Kesenian dan Pertunjukan Rakyat

Ikon budaya yang paling melekat dengan Kediri adalah Kesenian Jaranan. Berbeda dengan daerah lain, Jaranan Kediri memiliki karakteristik khas pada ritme musiknya yang cepat dan dinamis, serta penggunaan topeng *Prabu Klono Sewandono* dan *Dewi Sekartaji*. Selain itu, Kediri adalah rumah bagi Wayang Mbah Gandrung, sebuah warisan ritual di Desa Pagung yang menggunakan wayang kayu kuno dan hanya dipentaskan pada saat-saat tertentu untuk tujuan tolak bala. Tari Pecut Samandiman juga menjadi kebanggaan lokal, menampilkan kemahiran memainkan cambuk besar yang menghasilkan suara menggelegar, melambangkan kekuatan dan otoritas.

##

Tradisi, Upacara, dan Kepercayaan

Masyarakat Kediri menjaga tradisi luhur melalui upacara Larung Sesaji di Gunung Kelud dan Sungai Brantas. Ritual ini merupakan bentuk syukur sekaligus permohonan keselamatan kepada penguasa alam. Di Desa Menang, terdapat tradisi Upacara Pamoja untuk menghormati Sri Aji Jayabaya, raja legendaris yang juga dikenal sebagai peramal masa depan Nusantara (Jangka Jayabaya). Kedekatan spiritual ini menciptakan harmoni antara penganut Islam, Hindu, dan kepercayaan lokal yang hidup berdampingan secara damai.

##

Kuliner dan Cita Rasa Khas

Kediri dikenal secara nasional melalui julukan "Kota Tahu". Tahu Takwa (tahu kuning) memiliki tekstur padat dan kenyal yang unik, hasil dari teknik fermentasi tradisional. Selain itu, Sambel Tumpang yang terbuat dari tempe semangit (tempe hampir busuk) yang dimasak dengan aneka bumbu dan santan, menjadi sarapan wajib warga setempat. Jangan lupakan Sate Bekicot (02) dari daerah Plosoklaten, sebuah kuliner ekstrem yang telah menjadi komoditas budaya unik di Kediri.

##

Bahasa dan Dialek Lokal

Masyarakat Kediri menggunakan bahasa Jawa dialek Mataraman yang cenderung halus, namun memiliki kosakata khas yang berbeda dengan dialek Solo atau Yogyakarta. Ungkapan seperti "Cah" (untuk menyapa teman sebaya) atau penggunaan partikel "leh" di akhir kalimat sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari, menciptakan identitas linguistik yang kental.

##

Busana dan Tekstil Tradisional

Dalam hal sandang, Kediri memiliki Tenun Ikat Bandar Kidul. Kerajinan ini merupakan warisan turun-temurun di tepi barat Sungai Brantas. Motifnya yang geometris dengan warna-warna cerah kini telah bertransformasi menjadi busana resmi dan kasual yang ikonik. Selain itu, penggunaan Batik Kediri dengan motif bunga krisan dan monumen Simpang Lima Gumul menjadi tren yang memperkuat identitas visual daerah.

Kediri berhasil memadukan eksotisme masa lalu dengan dinamika modernitas, menjadikannya salah satu titik pusat kebudayaan Jawa yang tetap relevan hingga saat ini.

Tourism

#

Menjelajahi Kediri: Perpaduan Harmoni Sejarah, Alam, dan Kuliner di Jantung Jawa Timur

Kediri, sebuah wilayah strategis seluas 1598,71 km² yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur, merupakan destinasi yang menawarkan paket lengkap bagi setiap pelancong. Dikelilingi oleh tujuh wilayah kabupaten lainnya, Kediri memiliki bentang alam yang unik karena mencakup wilayah pegunungan yang sejuk hingga garis pantai di sisi selatan (Kabupaten Kediri), menjadikannya daerah yang kaya akan diversitas wisata.

##

Pesona Alam: Dari Puncak Kelud hingga Pesisir Selatan

Daya tarik utama Kediri terletak pada kemegahan Gunung Kelud. Wisatawan dapat menikmati fenomena kubah lava dan kawah hijau yang eksotis melalui jalur pendakian yang modern. Bagi pencinta air, Air Terjun Dolo di lereng Wilis menawarkan kesegaran udara pegunungan dengan ribuan anak tangga yang menantang fisik. Meski lebih dikenal dengan lanskap daratannya, sisi selatan Kediri yang berbatasan dengan Samudra Hindia menyuguhkan Pantai Pehpulo, yang sering dijuluki sebagai "Raja Ampat-nya Kediri" karena gugusan pulau karang kecil di lepas pantainya yang menakjubkan.

##

Jejak Peradaban dan Budaya

Sebagai bekas pusat Kerajaan Kadiri yang melegenda, kota ini adalah surga bagi peminat sejarah. Anda dapat mengunjungi Situs Tondowongso atau Candi Tegowangi yang menampilkan relief detail khas abad ke-14. Jangan lewatkan kunjungan ke Museum Airlangga untuk melihat koleksi artefak purbakala. Salah satu pengalaman unik adalah mengunjungi Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Arsitektur yang menyerupai L'arc de Triomphe di Paris ini menjadi ikon modern yang menghubungkan lima wilayah di Kediri, lengkap dengan koridor bawah tanah yang artistik.

##

Petualangan dan Pengalaman Unik

Bagi pencari adrenalin, arung jeram di Sungai Konto menawarkan jeram-jeram yang memacu detak jantung di tengah tebing-tebing alami. Pengalaman lain yang tak boleh dilewatkan adalah berjalan menyusuri Desa Wisata Ngancar, di mana Anda bisa memetik nanas madu langsung dari kebunnya—komoditas unggulan yang tumbuh subur di tanah vulkanik Kelud.

##

Wisata Kuliner: Cita Rasa Autentik

Lidah Anda akan dimanjakan dengan kuliner khas yang spesifik, seperti Tahu Takwa yang berwarna kuning alami dan bertekstur padat. Cobalah Sate Bekicot (Nol-Nol) di kawasan Plosoklaten untuk pengalaman rasa yang tidak ditemukan di tempat lain. Saat malam tiba, kehangatan Nasi Goreng Arang di sepanjang jalan protokol memberikan aroma smoky yang khas dan menggugah selera.

##

Akomodasi dan Waktu Terbaik

Kediri dikenal dengan keramahan penduduknya yang menjunjung tinggi tradisi andhap asor. Pilihan akomodasi sangat beragam, mulai dari hotel berbintang di pusat kota hingga homestay bernuansa pedesaan di lereng Gunung Wilis. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau (Mei hingga September) agar Anda bisa menikmati pemandangan kawah Kelud tanpa tertutup kabut tebal dan menjelajahi pantai selatan dengan ombak yang lebih tenang.

Economy

#

Dinamika Ekonomi Kediri: Episentrum Industri dan Agrobisnis Jawa Timur

Kediri, yang terbagi menjadi wilayah administratif Kota dan Kabupaten dengan total luas mencapai 1598,71 km², memegang peranan vital dalam konstelasi ekonomi Jawa Timur. Terletak strategis di bagian tengah provinsi dan dikelilingi oleh tujuh wilayah tetangga—termasuk Nganjuk, Jombang, dan Malang—Kediri bertransformasi dari pusat agraris menjadi kekuatan industri manufaktur yang signifikan di Indonesia.

##

Sektor Industri dan Korporasi Skala Besar

Tulang punggung ekonomi Kediri didominasi oleh industri pengolahan, khususnya sektor hasil tembakau. Kehadiran PT Gudang Garam Tbk sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia memberikan kontribusi masif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah serta penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai puluhan ribu orang. Selain industri rokok, sektor manufaktur lain seperti pengolahan makanan dan tekstil mulai berkembang pesat, menciptakan efek pengganda bagi UMKM di sekitarnya.

##

Kelautan dan Ekonomi Maritim

Meskipun pusat kotanya berada di daratan, wilayah Kabupaten Kediri memiliki akses strategis yang menjangkau sisi selatan Jawa, dengan garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia. Potensi maritim ini mulai dioptimalkan melalui pengembangan sektor perikanan tangkap dan budidaya laut. Ekonomi pesisir ini memberikan diversifikasi pendapatan bagi masyarakat melalui pengolahan hasil laut dan pengembangan destinasi wisata bahari yang terintegrasi.

##

Agrobisnis dan Produk Lokal Unggulan

Sektor pertanian tetap menjadi pilar penting. Kediri dikenal sebagai penghasil utama nanas (khususnya varietas Pasir Kelud), mangga podang yang khas, serta tebu. Industri gula tradisional dan modern tumbuh subur di sini. Dalam aspek kerajinan, Kediri memiliki warisan Tenun Ikat Bandar Kidul yang telah menembus pasar internasional. Selain itu, produk kuliner spesifik seperti Tahu Takwa dan Gethuk Pisang menjadi komoditas ekonomi kreatif yang menggerakkan sektor perdagangan ritel.

##

Infrastruktur dan Transformasi Transportasi

Akselerasi ekonomi Kediri saat ini dipicu oleh pembangunan infrastruktur skala nasional. Kehadiran Bandara Internasional Dhoho yang dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) menjadi titik balik fundamental. Bandara ini diproyeksikan mengubah Kediri menjadi hub logistik dan pintu gerbang pariwisata baru di Jawa Timur bagian selatan. Dukungan akses jalan tol yang menghubungkan Kediri dengan jaringan Tol Trans-Jawa semakin memperlancar arus barang dan jasa.

##

Tren Ketenagakerjaan dan Pariwisata

Pergeseran tren ketenagakerjaan terlihat dari meningkatnya sektor jasa dan pariwisata. Selain wisata sejarah seperti Monumen Simpang Lima Gumul yang ikonik, sektor pendidikan (Kampung Inggris Pare) menciptakan ekosistem ekonomi jasa yang unik dan berkelanjutan. Dengan integrasi antara industri manufaktur, kekuatan agraris, dan infrastruktur modern, Kediri memposisikan diri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang kompetitif di tingkat nasional.

Demographics

#

Profil Demografis Wilayah Kediri, Jawa Timur

Kediri, yang terletak di posisi strategis bagian tengah Provinsi Jawa Timur, merupakan wilayah dengan dualitas administratif antara Kota dan Kabupaten. Secara geografis, wilayah ini mencakup luas total sekitar 1.598,71 km² yang membentang dari lereng Gunung Kelud hingga wilayah pesisir selatan di Kecamatan Watulimo (akses laut melalui jalur lintas selatan). Dengan posisi yang dikelilingi oleh tujuh wilayah tetangga—termasuk Jombang, Malang, dan Tulungagung—Kediri berfungsi sebagai pusat gravitasi ekonomi dan kependudukan di koridor tengah Jawa Timur.

Struktur Penduduk dan Distribusi

Populasi Kediri menunjukkan kepadatan yang signifikan, terutama di kawasan urban yang terkonsentrasi di sekitar aliran Sungai Brantas. Distribusi penduduk cenderung padat di wilayah pusat kota dan menyebar ke arah wilayah agraris di utara dan timur. Struktur usia penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (15-64 tahun), membentuk piramida penduduk ekspansif yang mulai mengalami transisi menuju tipe stasioner. Hal ini mengindikasikan keberhasilan program pengendalian kelahiran, namun tetap menyisakan tantangan berupa penyediaan lapangan kerja bagi angkatan kerja muda yang besar.

Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya

Secara demografis, etnis Jawa merupakan mayoritas mutlak, namun Kediri memiliki keunikan sebagai titik lebur budaya "Mataraman". Keberadaan komunitas Tionghoa yang telah menetap selama berabad-abad di pusat perdagangan memberikan warna pluralisme yang kental. Selain itu, terdapat sub-kultur santri yang sangat kuat, dipengaruhi oleh keberadaan pesantren-pesantren besar seperti Lirboyo dan Ploso, yang mendatangkan ribuan santri dari seluruh penjuru nusantara setiap tahunnya, menciptakan keberagaman dialek dan tradisi lokal.

Pendidikan dan Urbanisasi

Tingkat literasi di Kediri sangat tinggi, melampaui rata-rata provinsi, didukung oleh infrastruktur pendidikan yang merata. Urbanisasi di Kediri unik karena didorong oleh sektor industri rokok raksasa dan pendidikan. Fenomena "urban sprawl" terlihat jelas di perbatasan kabupaten-kota, di mana desa-desa agraris bertransformasi menjadi kawasan semi-industri.

Pola Migrasi dan Dinamika Sosial

Pola migrasi di Kediri bersifat sirkuler dan permanen. Migrasi masuk didominasi oleh pelajar dan pekerja industri, sementara migrasi keluar biasanya melibatkan tenaga kerja profesional menuju Surabaya atau Jakarta. Pembangunan Bandara Internasional Dhoho diprediksi akan mengubah peta demografi secara drastis, memicu lonjakan populasi baru dan mempercepat pergeseran mata pencaharian penduduk dari sektor pertanian ke sektor jasa dan pariwisata.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini merupakan lokasi berdirinya candi peninggalan Kerajaan Singasari yang unik karena memiliki dua bagian kaki yang bertumpuk, melambangkan perpaduan ajaran Hindu dan Buddha.
  • 2.Terdapat tradisi seni pertunjukan rakyat bernama Wayang Topeng yang para penarinya mengenakan topeng kayu berkarakter Panji, yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak abad ke-19.
  • 3.Bentang alamnya mencakup garis pantai selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia hingga puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa yang puncaknya disebut Mahameru.
  • 4.Daerah ini sangat terkenal di seluruh Indonesia sebagai produsen utama buah apel berkualitas tinggi, khususnya varietas Manalagi dan Rome Beauty.

Destinasi di Kediri

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Jawa Timur

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Kediri dari siluet petanya?