Masjid Cheng Ho Palembang
di Palembang, Sumatera Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Arsitektur Masjid Cheng Ho Palembang: Harmoni Akulturasi Budaya di Bumi Sriwijaya
Masjid Cheng Ho Palembang, atau yang secara resmi bernama Masjid Al-Islam Muhammad Cheng Hoo, bukan sekadar tempat ibadah bagi umat Muslim di Sumatera Selatan. Bangunan ini berdiri sebagai monumen arsitektural yang merayakan pertemuan dua peradaban besar: Tionghoa dan Islam-Melayu. Terletak di kawasan Jakabaring, masjid ini menjadi simbol toleransi serta bukti sejarah panjang hubungan diplomatik dan perdagangan antara Tiongkok dan Nusantara.
#
Filosofi Desain dan Akulturasi Gaya Arsitektur
Secara visual, Masjid Cheng Ho Palembang segera menarik perhatian melalui penggunaan warna-warna berani yang didominasi oleh merah, hijau, dan kuning emas. Dalam kosmologi Tionghoa, merah melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan, sementara kuning melambangkan keagungan. Penggunaan warna-warna ini dipadukan dengan struktur bangunan yang mengadopsi elemen arsitektur pagoda dan kuil tradisional Tiongkok, namun tetap mempertahankan esensi fungsi sebuah masjid.
Prinsip desain utama masjid ini adalah akulturasi. Arsitekturnya tidak hanya mengambil elemen Tionghoa, tetapi juga menyisipkan identitas lokal Palembang dan nuansa Timur Tengah. Hal ini terlihat pada bentuk kubah utama yang cenderung landai, yang dihiasi dengan ornamen-ornamen khas, serta kehadiran menara yang memiliki struktur unik yang menyerupai pagoda bertingkat.
#
Konteks Sejarah dan Pembangunan
Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Selatan. Nama "Cheng Ho" dipilih untuk menghormati Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut Muslim asal Yunnan, Tiongkok, yang melakukan ekspedisi besar ke Nusantara pada abad ke-15. Cheng Ho diyakini pernah singgah di Palembang dalam misinya untuk mempererat hubungan perdagangan dan menyebarkan pesan perdamaian.
Masjid ini mulai dibangun pada tahun 2003 di atas lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi dan diresmikan pada tahun 2006. Pembangunannya merupakan upaya kolektif masyarakat Muslim Tionghoa di Palembang untuk menunjukkan bahwa Islam bersifat universal dan dapat berpadu harmonis dengan tradisi budaya mana pun tanpa menghilangkan akidah dasar.
#
Struktur Menara dan Keunikan Elemen Eksterior
Salah satu fitur arsitektural yang paling menonjol adalah keberadaan dua menara di sisi kanan dan kiri bangunan utama. Menara-menara ini diberi nama "Hablum Minallah" (hubungan dengan Allah) dan "Hablum Minannas" (hubungan dengan sesama manusia). Keunikan menara ini terletak pada jumlah tingkatannya yang berjumlah lima, melambangkan rukun Islam dan lima waktu salat dalam sehari.
Dari sisi struktural, menara ini memiliki atap berbentuk limas yang bertumpuk, sangat mirip dengan desain pagoda di Tiongkok daratan. Di puncak menara, terdapat ornamen bulan bintang yang menegaskan identitasnya sebagai bangunan Islam. Jendela-jendela pada menara dibuat dengan bingkai kayu melengkung, memberikan sentuhan estetika oriental yang kuat.
#
Detail Interior dan Ornamen Simbolis
Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh suasana yang tenang namun penuh detail. Mihrab masjid, tempat imam memimpin salat, didesain dengan lengkungan yang megah dan dihiasi dengan kaligrafi Arab yang dipadukan dengan ukiran motif bunga khas Tiongkok. Perpaduan ini menciptakan tekstur visual yang kaya, di mana seni khat Islam bertemu dengan kehalusan ukiran oriental.
Lantai masjid menggunakan material keramik berkualitas tinggi dengan pola yang simetris, membimbing pandangan jamaah menuju kiblat. Langit-langit masjid dibuat tinggi untuk memastikan sirkulasi udara yang baik (cross ventilation), sebuah adaptasi cerdas terhadap iklim tropis Palembang yang cenderung panas dan lembap. Penggunaan pilar-pilar besar berwarna merah di dalam ruangan memberikan kesan kokoh dan megah, mengingatkan pada struktur aula besar di Kota Terlarang, Beijing.
#
Inovasi Material dan Estetika Lokal
Meskipun bergaya Tionghoa, Masjid Cheng Ho Palembang tidak melupakan akar lokalnya. Beberapa elemen dekoratif mengadopsi motif "Pucuk Rebung" dan ukiran khas Palembang yang biasanya ditemukan pada rumah limas tradisional. Penggunaan material kayu pada beberapa bagian interior memberikan kehangatan tekstur yang mengimbangi dinginnya material beton dan keramik.
Inovasi juga terlihat pada sistem drainase dan penataan lanskap di sekitar masjid. Halaman masjid ditata secara fungsional untuk menampung jamaah saat hari raya besar, sementara area hijau di sekelilingnya memberikan kontras warna alami terhadap dominasi warna merah pada bangunan.
#
Signifikansi Sosial dan Pengalaman Pengunjung
Bagi warga Palembang, Masjid Cheng Ho telah menjadi landmark yang membanggakan. Secara sosial, masjid ini berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial bagi masyarakat sekitar, tidak terbatas hanya pada warga keturunan Tionghoa. Keberadaannya memperkuat narasi bahwa Palembang adalah kota yang inklusif dan terbuka terhadap keberagaman.
Bagi wisatawan, mengunjungi masjid ini menawarkan pengalaman sensorik yang unik. Kontras antara arsitektur pagoda yang biasanya diasosiasikan dengan vihara, dengan suara azan yang berkumandang, menciptakan momen reflektif tentang kerukunan beragama. Pengunjung seringkali terkesan dengan ketelitian detail pada setiap sudut bangunan, mulai dari pagar pembatas yang diukir indah hingga papan nama masjid yang ditulis dalam aksara Arab dan Mandarin.
#
Penutup: Warisan Arsitektur yang Hidup
Masjid Cheng Ho Palembang adalah sebuah mahakarya arsitektur yang berhasil menerjemahkan sejarah ke dalam bentuk fisik. Ia membuktikan bahwa gaya arsitektur tidak memiliki sekat agama. Dengan mempertahankan elemen tradisional Tionghoa di tengah masyarakat Melayu-Islam, masjid ini berdiri sebagai pengingat akan masa lalu yang gemilang dan visi masa depan yang harmonis. Secara teknis dan estetis, bangunan ini tetap merupakan salah satu pencapaian arsitektur religi paling signifikan di Sumatera Selatan, menginspirasi banyak pembangunan masjid serupa di berbagai kota lain di Indonesia.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Palembang
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Palembang
Pelajari lebih lanjut tentang Palembang dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Palembang