Palembang

Rare
Sumatera Selatan
Luas
368,39 km²
Posisi
barat
Jumlah Tetangga
3 wilayah
Pesisir
Tidak

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Jejak Sejarah Palembang: Dari Kedatuan Sriwijaya Hingga Metropolis Modern

Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, merupakan salah satu kota tertua di Asia Tenggara yang memiliki akar sejarah mendalam. Dengan luas wilayah 368,39 km², kota yang terletak di bagian barat Indonesia ini menyimpan narasi panjang yang bermula dari tepian Sungai Musi. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang, hari jadi Palembang ditetapkan pada 16 Juni 683 Masehi, menandai berdirinya Kedatuan Sriwijaya di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Sri Jayanasa.

##

Era Keemasan Sriwijaya dan Kesultanan

Sebagai pusat kemaharajaan bahari, Sriwijaya mendominasi jalur perdagangan Selat Malaka. Meskipun tidak berada langsung di garis pantai (non-coastal), posisi Palembang yang strategis di jalur sungai menjadikannya pusat pembelajaran agama Buddha internasional. Setelah runtuhnya Sriwijaya, wilayah ini sempat mengalami masa vakum sebelum munculnya Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-17. Sultan Abdurrahman (1659–1706) tercatat sebagai pendiri kesultanan yang memadukan unsur budaya Jawa dan lokal. Sosok pahlawan paling ikonik, Sultan Mahmud Badaruddin II, memimpin perlawanan sengit melawan ekspansi Inggris dan Belanda di awal abad ke-19, termasuk dalam Perang Menteng tahun 1819.

##

Masa Kolonial dan Perjuangan Kemerdekaan

Penjajahan Belanda membawa perubahan struktural besar. Pada tahun 1823, Belanda menghapuskan sistem kesultanan. Namun, Palembang tetap menjadi pusat ekonomi penting karena komoditas lada dan penemuan minyak bumi di Plaju serta Gerong. Selama Perang Kemerdekaan, Palembang menjadi palagan pertempuran lima hari lima malam (Januari 1947) yang melibatkan pasukan TRI melawan militer Belanda. Peristiwa ini menunjukkan betapa krusialnya Palembang sebagai lumbung energi bagi Republik Indonesia yang baru berdiri.

##

Warisan Budaya dan Tradisi Lokal

Kekayaan sejarah Palembang terpancar melalui warisan budayanya yang unik. Tradisi "Bidar" (lomba perahu cepat) dan perayaan "Cap Go Meh" di Pulau Kemaro mencerminkan akulturasi budaya Melayu, Islam, dan Tionghoa. Dalam aspek kuliner, Pempek bukan sekadar makanan, melainkan simbol adaptasi kuliner yang telah ada sejak masa kesultanan. Kain Songket dengan motif "Lepus" dan "Sidak Mukti" menunjukkan kemegahan tekstil yang dahulu hanya digunakan oleh kaum bangsawan.

##

Pembangunan Modern dan Landmark Bersejarah

Memasuki era modern, Palembang bertransformasi menjadi metropolis yang disegani. Jembatan Ampera, yang diresmikan pada tahun 1965 dengan dana rampasan perang Jepang, menjadi monumen persatuan bangsa. Kota yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Muara Enim ini kini dikenal sebagai kota olahraga internasional setelah sukses menyelenggarakan SEA Games 2011 dan Asian Games 2018. Dengan kehadiran Light Rail Transit (LRT) pertama di Indonesia, Palembang berhasil menyelaraskan situs-situs bersejarah seperti Benteng Kuto Besak dengan infrastruktur mutakhir, menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi utama di Sumatera Selatan.

Geography

#

Geografi Palembang: Jantung Sungai Musi di Sumatera Selatan

Palembang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki karakteristik geografis unik sebagai kota sungai. Dengan luas wilayah mencapai 368,39 km², kota ini secara administratif dikelilingi oleh tiga wilayah penyangga utama di Provinsi Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Banyuasin di sisi utara, timur, dan barat, serta Kabupaten Ogan Ilir di sisi selatan. Terletak di bagian barat dari konstelasi wilayah Sumatera Selatan, Palembang mengemban peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional. Secara astronomis, wilayah ini membentang pada koordinat 2°59′27″LS 104°45′24″BT, menjadikannya titik temu penting di daratan Pulau Sumatera.

##

Topografi dan Bentang Alam

Topografi Palembang didominasi oleh dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 0 hingga 20 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayahnya merupakan daerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, meskipun kota ini tidak berada langsung di garis pantai (non-coastal). Lansekap kota terbagi menjadi dua bagian besar: Seberang Ulu dan Seberang Ilir, yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Tidak ditemukan pegunungan atau lembah curam di dalam batas administratifnya; sebaliknya, permukaan tanah cenderung landai dengan kemiringan antara 0-2%. Keberadaan rawa-rawa ini berfungsi sebagai retensi air alami, meskipun konversi lahan telah mengubah banyak zona ekologis asli menjadi kawasan urban.

##

Hidrologi: Nadi Sungai Musi

Fitur geografis yang paling ikonik adalah Sungai Musi, salah satu sungai terpanjang di Sumatera yang membelah kota sepanjang 750 kilometer. Sungai ini didampingi oleh beberapa anak sungai besar seperti Sungai Komering, Sungai Ogan, dan Sungai Keramasan. Jaringan hidrologi ini menciptakan ekosistem perairan tawar yang kompleks, yang secara historis membentuk pola pemukiman terapung dan transportasi air yang langka di kota-kota besar Indonesia lainnya.

##

Iklim dan Variasi Musiman

Palembang memiliki iklim tropis basah (Af) dengan kelembapan udara yang sangat tinggi, seringkali mencapai 82%. Suhu udara berkisar antara 23°C hingga 33°C. Pola curah hujan dipengaruhi oleh angin muson, dengan musim hujan yang intens antara bulan Oktober hingga April. Fenomena unik di wilayah ini adalah banjir rob yang terjadi saat debit air Sungai Musi meningkat bersamaan dengan pasang tinggi dari muara, yang seringkali menggenangi kawasan dataran rendah di bantaran sungai.

##

Sumber Daya Alam dan Biodiversitas

Meskipun merupakan kawasan perkotaan, wilayah sekitar Palembang kaya akan sumber daya mineral seperti batu bara dan gas alam yang didistribusikan melalui jalur sungai. Di sektor kehutanan dan pertanian, area pinggirannya masih memiliki kantong-kantong hutan sekunder dan perkebunan karet. Secara ekologis, Palembang adalah rumah bagi keanekaragaman hayati rawa, termasuk berbagai jenis ikan air tawar endemik seperti ikan belida (yang kini mulai langka) dan vegetasi riparian seperti pohon bungur dan nipah yang menjaga stabilitas garis sempadan sungai.

Culture

#

Palembang: Kemilau Peradaban Sungai Musi di Gerbang Barat Nusantara

Palembang, ibu kota Sumatera Selatan yang membentang seluas 368,39 km², merupakan salah satu kota tertua di Indonesia yang menyimpan jejak kemegahan Kerajaan Sriwijaya. Meskipun tidak terletak di pesisir pantai, karakter kota ini sangat kental dengan budaya sungai, di mana Sungai Musi menjadi urat nadi kehidupan masyarakatnya. Sebagai kota di bagian barat Indonesia yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir, Palembang menawarkan kekayaan budaya yang langka dan otentik.

##

Tradisi dan Upacara Adat

Salah satu tradisi unik yang masih terjaga adalah Adat Menetap, sebuah sistem kekerabatan yang mengatur tata cara pernikahan dan kehidupan keluarga. Dalam prosesi pernikahan, masyarakat Palembang mengenal ritual Munggah, puncak upacara di mana pengantin pria diarak menuju rumah pengantin wanita dengan iringan rebana dan pembacaan selawat. Selain itu, terdapat tradisi Sedekah Rame yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk syukur atas hasil bumi dan perlindungan dari bencana.

##

Seni Pertunjukan, Musik, dan Tari

Palembang memiliki kekayaan seni pertunjukan yang megah. Tari Gending Sriwijaya adalah tarian kolosal yang melambangkan kejayaan masa lalu, biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu agung. Selain itu, terdapat Tari Tanggai yang lebih fleksibel untuk acara formal. Dalam bidang seni pertunjukan, Dulmuluk merupakan teater tradisional khas Palembang yang memadukan unsur drama, komedi, dan nyanyian. Musik pengiringnya biasanya menggunakan instrumen seperti biola, gendang, dan gong, yang menciptakan harmoni akulturasi budaya Melayu dan Tionghoa.

##

Wastra dan Busana Tradisional

Kekayaan tekstil Palembang diakui dunia melalui Kain Songket yang ditenun dengan benang emas. Songket bukan sekadar pakaian, melainkan simbol status sosial. Motif seperti Lepus dan Bunga Cina menunjukkan pengaruh perdagangan masa lalu. Selain Songket, terdapat kain Jumputan dan Pelangi. Busana pengantin Aesan Gede (pakaian kebesaran) dan Aesan Paksangko mencerminkan kemewahan dengan hiasan kepala Kembang Goyang yang melambangkan keanggunan dan kehormatan.

##

Kuliner Khas yang Melegenda

Kuliner Palembang adalah perpaduan jenius antara hasil sungai dan bumbu rempah. Pempek, yang berbahan dasar ikan dan sagu, adalah ikon utama yang dinikmati dengan Cuko pedas-asam. Namun, kekayaan kuliner tidak berhenti di situ; terdapat Pindang Patin yang segar, Mie Celor dengan kuah kaldu udang kental, serta kudapan manis seperti Bolu Kojo dan Kue Delapan Jam yang membutuhkan waktu masak sangat lama sebagai simbol ketabahan.

##

Bahasa dan Praktik Keagamaan

Masyarakat menggunakan Bahasa Palembang yang memiliki dua tingkatan: Bahasa Palembang Halus (Bebaso) untuk berbicara dengan orang tua atau pemuka adat, dan Bahasa Palembang Sari-Sari untuk pergaulan sehari-hari yang banyak berakhiran vokal "o". Secara religius, Palembang merupakan pusat penyebaran Islam yang kuat di Sumatera Selatan, terlihat dari megahnya Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I dan tradisi Ziarah Kubro menjelang bulan Ramadan, di mana ribuan umat Muslim mengunjungi makam para ulama dan raja-raja Palembang.

Tourism

Menjelajahi Palembang: Pesona Kota Tertua di Indonesia

Palembang, ibu kota Sumatera Selatan yang membentang seluas 368,39 km², merupakan salah satu destinasi wisata paling langka dan bersejarah di bagian barat Indonesia. Sebagai bekas pusat Kerajaan Sriwijaya, kota ini menawarkan perpaduan unik antara kejayaan masa lalu dan denyut modernitas di tepian sungai.

#

Keindahan Alam dan Rekreasi Perairan

Meskipun tidak memiliki garis pantai, Palembang adalah kota air yang eksotis. Jantung kehidupannya terletak pada Sungai Musi. Wisatawan dapat menikmati pemandangan senja yang dramatis dari Pedestrian Sudirman atau menyusuri sungai menggunakan kapal pesiar kecil. Untuk nuansa hijau, Punti Kayu menawarkan hutan pinus di tengah kota dengan fasilitas konservasi satwa. Sementara itu, Pulau Kemaro yang terletak di delta Sungai Musi menyajikan lanskap alam yang dipadukan dengan legenda cinta abadi, menjadikannya spot fotografi yang tak tertandingi.

#

Jejak Sejarah dan Akulturasi Budaya

Sebagai kota tua, Palembang menyimpan kekayaan arsitektur yang megah. Jembatan Ampera, ikon kebanggaan yang membelah kota, menjadi gerbang masuk menuju situs sejarah lainnya. Di dekatnya, berdiri Benteng Kuto Besak (BKB), saksi bisu perjuangan Kesultanan Palembang Darussalam. Wisatawan wajib mengunjungi Museum Balaputradewa untuk melihat Rumah Limas (yang tertera di uang kertas Rp10.000 lama) dan artefak megalitik. Sisi spiritual kota ini tercermin pada Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I dan kemegahan Pagoda Pulau Kemaro yang melambangkan kerukunan etnis.

#

Surga Kuliner Nusantara

Pengalaman ke Palembang belum lengkap tanpa mencicipi Pempek langsung dari tempat asalnya. Kunjungi kawasan "Kampung Pempek" untuk merasakan sensasi *cuko* yang autentik. Jangan lewatkan Mie Celor dengan kuah kaldu udang kental yang gurih, serta Pindang Patin yang segar. Bagi pencinta kudapan manis, Kue Maksuba dan Lapis Kojo adalah hidangan kerajaan yang wajib dicicipi.

#

Aktivitas Luar Ruangan dan Petualangan

Untuk pengalaman unik, cobalah menyewa perahu "Ketek" untuk menjelajahi pemukiman terapung di pinggiran Musi. Menjelang malam, area di bawah Jembatan Ampera bertransformasi menjadi pusat kuliner malam yang hidup. Anda juga bisa berbelanja kain Songket Palembang asli di sentra perajin Tangga Buntung untuk melihat langsung proses tenun manual yang rumit.

#

Akomodasi dan Waktu Kunjungan Terbaik

Masyarakat Palembang dikenal dengan keterbukaan dan keramahannya yang hangat. Kota ini memiliki berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel butik bertema budaya hingga hotel bintang lima dengan pemandangan langsung ke sungai. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau antara Juni hingga September, atau selama perayaan Festival Musi dan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, di mana kota ini akan dipenuhi dengan festival budaya dan perlombaan perahu bidar.

Economy

#

Profil Ekonomi Kota Palembang: Hubungan Strategis dan Industri di Sumatera Selatan

Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, berdiri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi utama di bagian barat Indonesia. Dengan luas wilayah 368,39 km², kota ini memiliki karakteristik unik sebagai wilayah non-pesisir yang ekonomi maritimnya justru bertumpu pada Sungai Musi. Meskipun secara geografis bukan terletak di pesisir pantai, Palembang mengandalkan jalur sungai sebagai arteri perdagangan logistik yang vital, menghubungkan pedalaman Sumatera dengan pasar global.

##

Struktur Sektor Unggulan dan Industri

Perekonomian Palembang didorong oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Salah satu pilar ekonomi yang langka dan strategis adalah keberadaan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), produsen pupuk tertua di Indonesia yang menyokong ketahanan pangan nasional. Selain itu, sektor hilirisasi minyak dan gas melalui kilang Pertamina Plaju dan Sungai Gerong memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Keberadaan industri skala besar ini menciptakan ekosistem ekonomi yang stabil dan menarik investasi asing serta domestik secara konsisten.

##

Ekonomi Kreatif dan Produk Lokal

Di sektor UMKM, Palembang memiliki keunikan ekonomi melalui kerajinan tradisional seperti kain Songket Palembang yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Produk turunan perikanan air tawar, khususnya Pempek, telah bertransformasi dari sekadar konsumsi lokal menjadi industri kuliner masif yang mengirimkan berton-ton produk ke luar daerah setiap harinya. Sektor ini menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, terutama di kawasan sentra pempek dan kerajinan tangan.

##

Infrastruktur dan Konektivitas

Sebagai kota yang terletak di jalur strategis, Palembang memiliki infrastruktur transportasi yang sangat maju. Keberadaan Lintas Raya Terpadu (LRT) pertama di Indonesia, Jembatan Ampera, serta jalan tol Trans-Sumatera mempercepat arus barang dan jasa. Meski dikelilingi oleh daratan dan berbatasan langsung dengan tiga wilayah kabupaten (Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim), Palembang berfungsi sebagai hub logistik yang mengintegrasikan komoditas perkebunan seperti karet dan sawit dari wilayah tetangga untuk diolah atau didistribusikan lebih lanjut.

##

Pariwisata dan Jasa

Sektor jasa dan pariwisata berbasis sungai (river-based tourism) terus dikembangkan sebagai magnet ekonomi baru. Pengembangan kawasan tepian Sungai Musi dan objek wisata sejarah memberikan dampak multiplier bagi sektor perhotelan dan ritel. Tren ketenagakerjaan menunjukkan pergeseran dari sektor buruh industri menuju sektor jasa dan ekonomi digital, seiring dengan meningkatnya literasi teknologi di kalangan masyarakat perkotaan. Dengan visi menjadi kota internasional yang modern namun tetap menjaga akar budayanya, Palembang terus memperkuat posisinya sebagai lokomotif ekonomi di bagian barat Nusantara.

Demographics

#

Profil Demografis Kota Palembang: Dinamika Metropolis Sungai Musi

Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, merupakan salah satu kota tertua di Indonesia yang memiliki karakteristik demografis unik sebagai pusat gravitasi ekonomi di bagian barat kepulauan. Dengan luas wilayah 368,39 km², kota ini berfungsi sebagai hub regional yang menghubungkan berbagai wilayah pedalaman Sumatera Selatan dengan jaringan perdagangan nasional.

1. Struktur dan Kepadatan Penduduk

Berdasarkan data terbaru, populasi Palembang telah melampaui 1,7 juta jiwa. Dengan luas wilayah yang terbatas, kepadatan penduduk rata-rata mencapai sekitar 4.600 jiwa/km². Namun, distribusi ini tidak merata; konsentrasi tertinggi berada di kawasan Seberang Ulu dan pusat bisnis di Ilir Timur, sementara wilayah pinggiran seperti Gandus dan Sematang Borang mulai menunjukkan pertumbuhan pesat akibat ekspansi pemukiman.

2. Komposisi Etnis dan Keberagaman Budaya

Demografi Palembang adalah cerminan dari sejarahnya sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam. Secara etnis, penduduknya merupakan perpaduan antara suku asli Palembang dengan pendatang dari wilayah Komering, Ogan, dan Musi. Keunikan demografis kota ini terletak pada asimilasi kuat dengan keturunan Tionghoa, Arab, dan India yang telah menetap selama berabad-abad, menciptakan identitas budaya yang inklusif dan kosmopolitan.

3. Piramida Penduduk dan Kelompok Usia

Palembang memiliki struktur penduduk muda (ekspansif). Piramida penduduk menunjukkan basis yang lebar pada kelompok usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai lebih dari 68% dari total populasi. Hal ini mengindikasikan bahwa Palembang sedang menikmati bonus demografi, yang jika dikelola dengan baik, akan mendorong produktivitas sektor jasa dan industri kreatif lokal.

4. Pendidikan dan Literasi

Tingkat literasi di Palembang sangat tinggi, mendekati 99%. Sebagai pusat pendidikan di Sumatera Selatan, kota ini menarik ribuan pelajar dari tiga daerah tetangga (Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim). Keberadaan universitas besar seperti Universitas Sriwijaya memperkuat profil penduduk terdidik di kota ini.

5. Urbanisasi dan Pola Migrasi

Meskipun tidak terletak di pesisir, Palembang mengalami urbanisasi intensif karena posisinya sebagai titik temu jalur darat Trans-Sumatera. Pola migrasi bersifat sirkuler dan menetap, di mana penduduk dari wilayah hinterland bermigrasi untuk mencari peluang di sektor perdagangan dan jasa. Dinamika ini memperkuat status Palembang sebagai metropolis "Barat" yang dominan secara ekonomi dan demografis di luar Pulau Jawa.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Karesidenan Palembang pada masa kolonial Belanda sebelum akhirnya fungsi administratif tersebut dipindahkan ke Kota Palembang.
  • 2.Tradisi memancing ikan bersama-sama di sungai atau rawa yang mulai mengering, yang dikenal dengan istilah Melebung, masih dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai simbol kebersamaan.
  • 3.Wilayah ini secara geografis merupakan daerah kantong atau enclave yang seluruh batas wilayah daratannya dikelilingi oleh satu kabupaten induk yang sama, yaitu Kabupaten Muara Enim.
  • 4.Kota ini dijuluki sebagai Kota Nanas karena merupakan salah satu penghasil nanas terbesar di Indonesia dengan komoditas unggulan berupa nanas manis varietas lokal yang melimpah.

Destinasi di Palembang

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Sumatera Selatan

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Palembang dari siluet petanya?