Ekowisata Mangrove Wonorejo
di Surabaya, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Sabuk Hijau di Pesisir Timur Jawa Timur
Ekowisata Mangrove Wonorejo menempati lahan seluas lebih dari 800 hektar, menjadikannya salah satu kawasan konservasi bakau terluas di pantai timur Surabaya. Kawasan ini didominasi oleh perpaduan vegetasi pesisir yang rapat, menciptakan kontras visual yang menakjubkan antara hijaunya dedaunan bakau dengan birunya Selat Madura.
Secara morfologi, kawasan ini merupakan dataran rendah alluvial yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Di sini, pengunjung tidak akan menemukan pegunungan atau air terjun, melainkan labirin perairan yang tenang di antara akar-akar napas yang mencuat dari lumpur. Keunikan utama Wonorejo terletak pada ekosistem estuarinya, di mana air tawar dari sungai bertemu dengan air asin laut, menciptakan habitat yang sangat subur bagi berbagai biota.
Biodiversitas: Surga bagi Pengamat Burung
Salah satu keistimewaan yang membuat Mangrove Wonorejo mendunia adalah perannya sebagai titik persinggahan penting bagi burung migran. Kawasan ini tercatat menjadi rumah bagi lebih dari 147 spesies burung, baik burung menetap maupun burung migran dari belahan bumi utara seperti Siberia dan Australia.
Di sela-sela rimbunnya pohon Avicennia marina (Api-api) dan Rhizophora (Bakau), mata yang jeli dapat menangkap sosok Burung Kuntul, Pecuk Ular Asia, hingga spesies langka seperti Bubut Jawa. Selain avifauna, ekosistem ini merupakan habitat asli bagi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang sering terlihat bergelantungan di dahan pohon saat air surut. Di bawah permukaan air, akar-akar bakau menjadi tempat pemijahan alami bagi berbagai jenis kepiting bakau, udang, dan ikan glodok yang secara unik dapat berjalan di atas lumpur.
Pengalaman Wisata: Menyusuri Jalur Kayu dan Jalur Air
Ekowisata Mangrove Wonorejo menawarkan dua pengalaman utama yang berbeda namun saling melengkapi. Pertama adalah melalui Jogging Track atau jembatan kayu yang membelah hutan bakau. Berjalan di atas dek kayu ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan kelembapan hutan dan mendengar simfoni alam tanpa harus mengotori kaki dengan lumpur. Jalur ini dikelilingi oleh kanopi hijau yang rapat, memberikan keteduhan alami bahkan di siang hari yang terik.
Pengalaman kedua, yang merupakan primadona di sini, adalah menyusuri sungai menggunakan kapal motor menuju muara. Perjalanan sejauh kurang lebih 5 kilometer ini memakan waktu sekitar 15-20 menit. Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan bakau yang lebih liar dan luas. Di ujung perjalanan, terdapat sebuah dermaga bambu di tepi laut lepas yang menawarkan pemandangan cakrawala Selat Madura. Di titik ini, udara terasa jauh lebih segar dan bersih, memberikan detoksifikasi instan dari polusi perkotaan.
Waktu Kunjungan Terbaik dan Variasi Musiman
Memilih waktu kunjungan adalah kunci untuk mendapatkan pengalaman maksimal di Wonorejo. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, saat udara masih sejuk dan aktivitas burung sedang tinggi-tingginya.
Secara musiman, bulan September hingga Desember adalah periode emas bagi para fotografer alam dan pengamat burung (birdwatcher). Pada bulan-bulan ini, burung-burung migran dari belahan bumi utara singgah di Wonorejo untuk mencari makan dan menghindari musim dingin. Sementara itu, pada musim kemarau (Mei - Agustus), air sungai cenderung lebih jernih dan akses jalan di dalam kawasan hutan lebih kering dan nyaman untuk dijelajahi.
Konservasi dan Perlindungan Lingkungan
Ekowisata Mangrove Wonorejo memegang status penting sebagai kawasan konservasi yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya bersama masyarakat setempat. Fungsi utamanya bukan hanya sebagai tempat wisata, melainkan sebagai penahan laju abrasi yang mengancam daratan Surabaya. Mangrove di sini juga berfungsi sebagai penyaring alami polutan sebelum air sungai masuk ke laut.
Pengelola menerapkan aturan ketat terkait kebersihan. Pengunjung dilarang keras membawa sampah plastik ke area hutan dan dilarang memberi makan satwa liar agar tidak merusak pola perilaku alami mereka. Upaya penanaman kembali bibit bakau secara berkala terus dilakukan, seringkali melibatkan komunitas lokal dan pelajar sebagai bagian dari program edukasi lingkungan.
Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung
Meskipun berada di pinggiran kota, akses menuju Ekowisata Mangrove Wonorejo cukup mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi daring. Terletak di Jalan Raya Wonorejo, Rungkut, lokasi ini berjarak sekitar 30-45 menit dari pusat kota Surabaya atau Bandara Internasional Juanda.
Fasilitas yang tersedia sudah cukup memadai untuk kenyamanan wisatawan, di antaranya:
- Area parkir yang luas.
- Musholla dan toilet bersih.
- Pendopo untuk beristirahat.
- Warung-warung kuliner lokal yang menyajikan hidangan laut dan minuman khas seperti sirup dari buah mangrove (Sonneratia).
- Sentra edukasi yang memberikan informasi detail mengenai jenis-jenis mangrove yang ada di kawasan tersebut.
Penutup: Sebuah Kontemplasi Alam
Ekowisata Mangrove Wonorejo membuktikan bahwa kemajuan ekonomi sebuah kota besar seperti Surabaya dapat berjalan beriringan dengan pelestarian alam jika dikelola dengan bijak. Mengunjungi tempat ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Di sini, pengunjung tidak hanya pulang dengan foto-foto estetik, tetapi juga dengan kesadaran lebih dalam tentang betapa krusialnya peran hutan bakau bagi keberlangsungan hidup manusia di masa depan. Bagi siapa pun yang mencari ketenangan di tengah bisingnya Surabaya, Wonorejo adalah jawaban yang menawarkan melodi alam yang murni.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Surabaya
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Surabaya
Pelajari lebih lanjut tentang Surabaya dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Surabaya