Surabaya

Epic
Jawa Timur
Luas
338,78 km²
Posisi
tengah
Jumlah Tetangga
3 wilayah
Pesisir
Tidak

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Sejarah Surabaya: Sang Kota Pahlawan di Jantung Jawa Timur

Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 338,78 km², memegang status "Epic" dalam narasi sejarah Nusantara. Berada di posisi tengah pesisir utara Jawa, kota ini merupakan pusat gravitasi ekonomi dan perjuangan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo di selatan, Kabupaten Gresik di barat, serta Selat Madura di utara dan timur.

##

Asal-Usul dan Masa Kerajaan

Nama Surabaya secara etimologis berakar dari mitologi pertempuran antara ikan Sura (hiu) dan Baya (buaya), yang melambangkan keberanian menghadapi bahaya. Secara historis, hari jadi kota ini ditetapkan pada 31 Mei 1293, merujuk pada kemenangan pasukan Raden Wijaya melawan tentara Mongol utusan Kublai Khan. Di masa Majapahit, Surabaya yang dikenal sebagai Ujung Galuh berfungsi sebagai pelabuhan utama kerajaan, menjadi titik temu pedagang mancanegara.

##

Era Kolonial dan Perlawanan

Pada masa kolonial Belanda, Surabaya bertransformasi menjadi kota pelabuhan modern dan pangkalan angkatan laut terbesar di Hindia Belanda (Marine Etablissement). Arsitekturnya dihiasi gedung-gedung bergaya Nieuwe Zakelijkheid, seperti Gedung Internatio dan Jembatan Merah. Namun, di balik kemegahan fisik, tumbuh semangat perlawanan yang kuat. Tokoh seperti H.O.S. Tjokroaminoto menjadikan Surabaya sebagai dapur nasionalisme melalui organisasi Sarekat Islam, yang kemudian menginspirasi tokoh-tokoh muda seperti Soekarno.

##

Puncak Perjuangan: Revolusi Kemerdekaan

Surabaya mencatatkan tinta emas dalam sejarah Indonesia melalui Pertempuran 10 November 1945. Peristiwa ini dipicu oleh tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby di depan Gedung Internatio. Orasi Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan berhasil membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk melawan pasukan Sekutu (NICA dan Inggris). Peristiwa perobekan bagian biru bendera Belanda di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit) menjadi simbol harga diri bangsa yang tak bisa ditawar. Keberanian luar biasa ini membuat Surabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan.

##

Warisan Budaya dan Identitas Modern

Budaya Surabaya mencerminkan karakter masyarakatnya yang egaliter, terbuka, dan blakasuta (berbicara apa adanya). Kesenian tradisional seperti Ludruk, drama panggung yang sering menyisipkan kritik sosial, tetap bertahan sebagai identitas lokal. Selain itu, peninggalan sejarah seperti Tugu Pahlawan dan Monumen Kapal Selam (Pasopati 410) berdiri megah sebagai pengingat kejayaan maritim dan militer.

##

Perkembangan Modern

Kini, Surabaya berkembang menjadi megapolitan yang mengintegrasikan sejarah dengan modernitas. Sebagai hub utama untuk wilayah Indonesia Timur, pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Suramadu telah mempererat konektivitas regional. Dengan tata kota yang meraih berbagai penghargaan internasional, Surabaya membuktikan bahwa nilai-nilai historis dari masa Raden Wijaya hingga era kemerdekaan tetap menjadi fondasi kuat bagi kemajuan bangsa Indonesia di panggung dunia.

Geography

#

Profil Geografis Surabaya: Jantung Strategis Jawa Timur

Surabaya berdiri sebagai pusat gravitasi ekonomi dan administrasi di Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, wilayah ini mencakup luas daratan sebesar 338,78 km². Berbeda dengan citra pesisir pada umumnya, karakteristik wilayah ini dalam konteks narasi ini ditekankan sebagai entitas yang terletak di posisi tengah (central) dari daratan Jawa Timur, menjadikannya titik simpul yang dikelilingi oleh daratan tanpa berbatasan langsung dengan garis pantai terbuka. Posisinya yang strategis diapit oleh tiga wilayah administratif utama, yaitu Kabupaten Sidoarjo di sisi selatan, Kabupaten Gresik di sisi barat dan utara, serta Selat Madura yang sempit di sisi timur.

##

Topografi dan bentang Alam

Topografi Surabaya didominasi oleh dataran rendah dengan elevasi rata-rata antara 3 hingga 5 meter di atas permukaan laut. Meskipun sebagian besar wilayahnya merupakan dataran aluvial yang landai, terdapat keunikan pada sisi barat yang memiliki morfologi perbukitan bergelombang rendah yang merupakan sisa-sisa dari struktur Pegunungan Kendeng. Struktur tanah di wilayah ini terdiri dari endapan sungai dan material vulkanik purba, menciptakan fondasi yang kokoh namun memerlukan drainase yang cermat. Sungai Kalimas dan Sungai Jagir menjadi urat nadi hidrologi utama yang membelah kota, mengalirkan air dari hulu Brantas menuju hilir, menciptakan sistem lembah sungai perkotaan yang vital bagi sirkulasi air wilayah.

##

Iklim dan Pola Cuaca

Terletak pada koordinat 7°12′–7°21′ Lintang Selatan dan 112°36′–112°54′ Bujur Timur, Surabaya memiliki iklim tropis basah dan kering (Aw) berdasarkan klasifikasi Köppen. Wilayah ini dikenal dengan suhu udara yang cenderung tinggi, berkisar antara 25°C hingga 34°C. Variasi musiman sangat dipengaruhi oleh angin muson; musim kemarau yang panjang sering kali membawa udara kering dari daratan Australia, sementara musim hujan yang intens terjadi antara November hingga Maret. Kelembapan udara yang tinggi menjadi ciri khas konstan, yang secara signifikan memengaruhi laju penguapan di daerah aliran sungai.

##

Sumber Daya Alam dan Ekologi

Meskipun didominasi oleh lanskap urban, Surabaya memiliki kekayaan sumber daya alam yang terfokus pada sektor agrikultur perkotaan dan pengelolaan lahan. Lahan-lahan di batas wilayah masih dimanfaatkan untuk pertanian hortikultura dan budidaya air tawar. Secara ekologis, wilayah ini memiliki zona hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota, seperti kawasan konservasi di sepanjang koridor sungai yang menjadi habitat bagi berbagai jenis burung migran dan reptil air. Keanekaragaman hayati lokal mencakup vegetasi endemik seperti pohon Bungur dan Sono yang masih dapat ditemukan di kawasan terbuka hijau, menjaga keseimbangan ekosistem dari tekanan urbanisasi yang masif. Sebagai wilayah dengan status kelangkaan "Epic", Surabaya merepresentasikan keseimbangan antara kekuatan infrastruktur daratan dan ketahanan ekologi di tengah Jawa Timur.

Culture

#

Surabaya: Jantung Budaya dan Semangat Kepahlawanan Jawa Timur

Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur yang membentang seluas 338,78 km², bukan sekadar pusat administrasi, melainkan episentrum kebudayaan yang memadukan semangat egaliter dengan tradisi pesisiran yang kuat. Sebagai wilayah berkategori "Epic" di posisi tengah gerbang timur Jawa, Surabaya memiliki identitas budaya yang distingtif, dibentuk oleh percampuran etnis Jawa, Madura, Arab, dan Tionghoa.

##

Dialek dan Ekspresi Lokal: "Suroboyoan"

Karakteristik paling mencolok dari Surabaya adalah bahasanya. Dialek Suroboyoan dikenal lugas, tegas, dan cenderung keras. Penggunaan partikel "Cuk" yang berfungsi sebagai kata seru akrab merupakan manifestasi dari budaya egaliter yang tidak mengenal kasta sosial yang kaku. Bahasa ini mencerminkan keterbukaan dan kejujuran masyarakatnya dalam berkomunikasi.

##

Kesenian dan Seni Pertunjukan

Seni pertunjukan yang menjadi ikon Surabaya adalah Ludruk. Berbeda dengan Ketoprak yang sering mengangkat kisah kerajaan, Ludruk menyajikan cerita kehidupan sehari-hari masyarakat kelas bawah yang dibumbui dengan humor satir dan kritik sosial. Pertunjukan ini selalu dibuka dengan Tari Remo, sebuah tarian selamat datang yang melambangkan kegagahan dan keberanian dengan gerakan kaki yang menghentak dinamis (jaranan). Selain itu, kesenian Kesenian Kuda Lumping dan Reog juga sering dijumpai dalam perayaan-perayaan kampung.

##

Tradisi, Upacara, dan Festival

Surabaya memiliki tradisi unik seperti Sedekah Bumi yang masih dilestarikan di wilayah pinggiran sebagai bentuk syukur atas hasil alam. Setiap bulan November, kota ini bertransformasi melalui Parade Juang untuk memperingati peristiwa 10 November. Selain itu, akulturasi budaya terlihat jelas dalam festival Cap Go Meh di kawasan Kya-Kya dan perayaan Malam Suro. Tradisi Manten Pegon juga menjadi ciri khas, yaitu prosesi pernikahan yang memadukan unsur budaya Arab, Belanda, dan Jawa dalam busana serta musik pengiringnya.

##

Kuliner Khas yang Autentik

Kuliner Surabaya didominasi oleh cita rasa petis udang yang pekat. Rujak Cingur, yang mencampurkan irisan hidung sapi dengan sayuran dan buah, adalah mahakarya kuliner lokal. Selain itu, terdapat Lontong Balap yang disajikan dengan lentho (kacang tunggak) dan tauge melimpah, serta Tahu Tek yang disiram bumbu kacang petis. Untuk hidangan berkuah, Rawon dengan keluak hitamnya menjadi sajian wajib yang mewakili kedalaman rasa masakan Jawa Timur.

##

Busana dan Tekstil Tradisional

Dalam hal busana, Surabaya memiliki Batik Magribi dan motif khas seperti Batik Mangrove atau Batik Surabaya yang sering menampilkan ikon keberanian seperti Hiu dan Buaya serta kembang semanggi. Busana tradisional pria sering menggunakan celana komboran dengan kaos loreng (pengaruh Madura) atau beskap untuk acara formal, sementara wanita mengenakan kebaya encim atau kebaya kutubaru yang mencerminkan kesederhanaan namun tetap anggun.

##

Kehidupan Religi dan Harmoni Budaya

Kehidupan religi di Surabaya sangat kental dengan pengaruh Islam tradisional, terutama dengan keberadaan Makam Sunan Ampel. Kawasan Ampel menjadi pusat wisata religi sekaligus bukti sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa. Harmoni antarumat beragama juga terjaga kuat, terlihat dari berdirinya rumah ibadah berbagai agama yang berdekatan, menciptakan mosaik budaya yang toleran dan dinamis di tengah modernitas kota.

Tourism

Surabaya: Sang Metropolis Berjiwa Pahlawan di Jantung Jawa Timur

Terletak strategis di posisi tengah pesisir utara Pulau Jawa, Surabaya berdiri megah sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur. Dengan luas wilayah mencapai 338,78 km², kota dengan status kelangkaan "Epic" ini merupakan titik temu sejarah kolonial dan modernitas yang dinamis. Berbatasan langsung dengan tiga wilayah penyangga utama—Sidoarjo di selatan, Gresik di barat, dan Selat Madura di timur—Surabaya menawarkan pengalaman urban yang tak tertandingi.

#

Pesona Alam dan Ruang Terbuka Hijau

Meskipun dikenal sebagai kota industri, Surabaya memiliki paru-paru kota yang memukau. Anda dapat mengunjungi Ekowisata Mangrove Wonorejo, di mana jembatan kayu membelah hutan bakau yang menjadi habitat burung migran. Untuk suasana pegunungan di tengah kota, Taman Bungkul dan Kebun Bibit Wonorejo menawarkan kesegaran vegetasi langka. Jangan lewatkan pesona matahari terbenam di Jembatan Suroboyo yang menghadap ke arah laut, memberikan panorama pesisir utara yang ikonik meskipun Surabaya secara administratif bukan merupakan kota pantai wisata terbuka.

#

Jejak Sejarah dan Warisan Budaya

Sebagai "Kota Pahlawan", narasi sejarah tertanam kuat di setiap sudutnya. Pengunjung wajib mengeksplorasi Museum House of Sampoerna yang menempati bangunan kolonial Belanda, atau merenungi perjuangan bangsa di Monumen Kapal Selam (Monkasel)—sebuah kapal selam KRI Pasopati 410 asli yang dijadikan museum. Di sisi spiritual, Kelenteng Sanggar Agung dengan patung Dewi Kwan Im raksasa di tepi laut dan Masjid Nasional Al-Akbar yang berkubah biru megah menunjukkan akulturasi budaya yang harmonis.

#

Petualangan Rasa dan Kuliner Khas

Surabaya adalah surga bagi pencinta kuliner dengan cita rasa bumbu yang berani. Pengalaman unik yang wajib dicoba adalah menyantap Rujak Cingur, campuran buah dan sayur dengan irisan hidung sapi yang disiram bumbu petis udang premium. Untuk makan malam, Lontong Balap Garuda yang legendaris atau gurihnya Sate Klopo Ondomohen yang dibalut parutan kelapa akan memanjakan lidah Anda.

#

Aktivitas Luar Ruangan dan Hospitalitas

Bagi pencari petualangan, cobalah menelusuri Kampung Lawang Seketeng untuk melihat sumur kuno dan artefak pemukiman tua. Surabaya juga menawarkan fasilitas penginapan kelas dunia, mulai dari hotel butik bertema kolonial seperti Hotel Majapahit (lokasi peristiwa heroik perobekan bendera) hingga resor modern berbintang lima.

#

Waktu Terbaik Berkunjung

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Mei hingga September saat musim kemarau, terutama menjelang bulan Mei ketika kota merayakan hari jadinya dengan festival bunga dan karnaval budaya yang meriah. Keramahtamahan warga lokal yang dikenal dengan dialek "Suroboyoan" yang lugas namun hangat akan membuat setiap pelancong merasa seperti di rumah sendiri.

Economy

#

Profil Ekonomi Surabaya: Jantung Niaga Jawa Timur

Surabaya, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 338,78 km², memegang peranan krusial sebagai hub ekonomi di wilayah tengah Kepulauan Nusantara. Meskipun secara administratif dikelilingi oleh tiga wilayah penyangga utama—Sidoarjo, Gresik, dan Bangkalan—Surabaya berfungsi sebagai pusat gravitasi ekonomi yang menghubungkan jalur perdagangan darat dan maritim di Indonesia Timur. Sebagai kota dengan status "Epic" dalam skala pembangunan daerah, Surabaya mengandalkan struktur ekonomi yang terdiversifikasi, mulai dari sektor jasa, industri manufaktur, hingga perdagangan internasional.

##

Sektor Industri dan Manufaktur Unggulan

Sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya. Kota ini menjadi rumah bagi kawasan industri strategis seperti Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Industri manufaktur di sini sangat spesifik, mencakup produksi alat transportasi, komponen otomotif, hingga pengolahan makanan dan minuman berskala besar seperti PT Wings Surya dan PT HM Sampoerna. Keberadaan industri ini menciptakan efek pengganda ekonomi yang signifikan bagi wilayah sekitarnya.

##

Ekonomi Maritim dan Logistik

Walaupun daratannya berbatasan langsung dengan kabupaten lain, ekonomi Surabaya tidak dapat dipisahkan dari sektor maritim melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Sebagai pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia, Tanjung Perak merupakan pusat logistik yang melayani distribusi komoditas nasional. Kehadiran PT PAL Indonesia di Surabaya juga menegaskan kota ini sebagai pusat industri galangan kapal dan pertahanan maritim nasional, yang melibatkan ribuan tenaga kerja terampil.

##

Sektor Jasa, Pariwisata, dan UMKM

Sektor jasa dan perdagangan menyumbang porsi terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. Surabaya telah bertransformasi menjadi pusat jasa keuangan, pendidikan, dan kesehatan di Jawa Timur. Dalam sektor pariwisata, kota ini menonjolkan wisata sejarah "Kota Pahlawan" dan wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Produk lokal dan kerajinan tradisional seperti Batik Khas Surabaya dengan motif daun semanggi serta kerajinan eceng gondok dari kawasan pesisir Kenjeran menjadi komoditas unggulan UMKM yang menembus pasar ekspor.

##

Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan

Pembangunan infrastruktur yang masif, termasuk Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), telah memperlancar arus barang. Integrasi transportasi publik seperti Suroboyo Bus dan Trans Semanggi meningkatkan efisiensi mobilitas pekerja urban. Tren ketenagakerjaan saat ini menunjukkan pergeseran ke arah ekonomi digital, dengan tumbuhnya ekosistem startup dan coworking space yang didukung oleh konektivitas internet berkecepatan tinggi. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas rata-rata nasional, Surabaya terus mengukuhkan posisinya sebagai kota jasa dan dagang yang resilien di jantung Indonesia.

Demographics

#

Demografi Surabaya: Episentrum Urban Jawa Timur

Surabaya, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia dengan luas wilayah mencapai 338,78 km². Dengan status administratif sebagai pusat kegiatan ekonomi di wilayah "tengah" gerbang timur Jawa, Surabaya berbatasan langsung dengan tiga wilayah penyangga utama: Kabupaten Gresik di sisi barat, Kabupaten Sidoarjo di sisi selatan, dan Selat Madura di sisi utara dan timur.

Pertumbuhan dan Kepadatan Penduduk

Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Surabaya telah melampaui angka 3 juta jiwa pada malam hari, dengan lonjakan hingga 5 juta jiwa pada siang hari akibat arus komuter. Tingkat kepadatan penduduk mencapai rata-rata 8.500 hingga 9.000 jiwa per km², dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah Surabaya Pusat dan Surabaya Utara yang merupakan kawasan pemukiman padat bersejarah.

Komposisi Etnis dan Keberagaman Budaya

Surabaya memiliki karakteristik demografis "Melting Pot". Meskipun mayoritas penduduk adalah etnis Jawa (khususnya sub-kultur Arek yang egaliter dan lugas), kota ini rumah bagi populasi Madura yang sangat signifikan. Keunikan Surabaya terletak pada integrasi komunitas Tionghoa, Arab (Ampel), dan India yang telah menetap selama berabad-abad, menciptakan mosaic budaya yang tercermin dalam dialek Suroboyoan yang khas.

Struktur Usia dan Pendidikan

Struktur kependudukan Surabaya menunjukkan pola piramida ekspansif menuju stasioner, didominasi oleh kelompok usia produktif (15-64 tahun) yang mencapai lebih dari 70% dari total populasi. Hal ini memberikan bonus demografi yang besar bagi sektor industri dan jasa. Dari sisi kualitas sumber daya manusia, Surabaya mencatatkan angka melek huruf hampir 100%. Sebagai pusat pendidikan regional, kota ini memiliki konsentrasi penduduk dengan tingkat pendidikan tinggi (sarjana ke atas) yang jauh melampaui rata-rata nasional.

Urbanisasi dan Pola Migrasi

Sebagai kota "Epic" dalam peta ekonomi, Surabaya menjadi magnet migrasi nasional. Pola urbanisasi di sini tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan meluas ke arah Surabaya Barat dan Timur melalui pembangunan kawasan mandiri. Migrasi masuk didorong oleh sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa pelabuhan (Tanjung Perak). Dinamika penduduk juga dipengaruhi oleh mobilitas sirkuler dari daerah tetangga (Gresik dan Sidoarjo), yang mempertegas peran Surabaya sebagai inti dari kawasan aglomerasi Gerbangkertosusila. Transformasi lahan dari pemukiman kampung menjadi hunian vertikal kini menjadi karakteristik baru dalam menampung laju pertumbuhan penduduk di lahan yang terbatas.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini merupakan lokasi penandatanganan Piagam Lemah Tulis pada tahun 1269, sebuah prasasti kuno yang menjadi dasar penetapan hari jadi daerah tersebut.
  • 2.Terdapat tradisi unik bernama Reog Bulkiyo, sebuah tarian gagah yang diciptakan oleh prajurit Pangeran Diponegoro yang melarikan diri ke wilayah selatan ini.
  • 3.Bentang alamnya didominasi oleh ribuan bukit kapur kecil yang membentuk formasi karst unik, sehingga sering dijuluki sebagai daerah seribu bukit.
  • 4.Daerah ini dikenal sebagai produsen telur ayam ras terbesar di Indonesia yang menyuplai kebutuhan protein nasional dalam skala masif.

Destinasi di Surabaya

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Jawa Timur

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Surabaya dari siluet petanya?