Situs Sejarah

Jembatan Merah

di Surabaya, Jawa Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-usul Historis dan Era Pembangunan

Akar sejarah Jembatan Merah dapat ditarik kembali ke masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels pada awal abad ke-19. Jembatan ini dibangun atas kesepakatan antara pihak Belanda dengan Pakubuwono II dari Kerajaan Mataram pada tahun 1743. Sejak awal, lokasinya sangat strategis karena membelah Sungai Kalimas, yang saat itu berfungsi sebagai urat nadi transportasi air utama di Surabaya.

Pada masa kolonial, Jembatan Merah merupakan pembatas fisik sekaligus simbolis yang memisahkan kawasan pemukiman berdasarkan etnis. Di sebelah barat jembatan (kawasan Willemskade) merupakan pusat pemerintahan dan pemukiman warga Eropa, sementara di sebelah timur (kawasan Kembang Jepun) merupakan daerah Chinezenkamp (Pecinan) dan pemukiman warga Arab serta Melayu. Hal ini menjadikan Jembatan Merah sebagai titik temu aktivitas ekonomi lintas etnis yang sangat sibuk.

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara visual, karakteristik paling mencolok dari jembatan ini adalah warna merah dominan yang menghiasi pagar dan struktur besinya. Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi, bentuk fisik Jembatan Merah tetap mempertahankan nuansa fungsionalitas abad ke-19.

Pada awalnya, Jembatan Merah dibangun dari kayu dengan mekanisme yang memungkinkan bagian tengahnya terangkat agar kapal-kapal dagang yang menyusuri Sungai Kalimas dapat melintas. Namun, seiring dengan meningkatnya beban transportasi darat, pada tahun 1890-an, struktur kayu tersebut diganti dengan material besi yang lebih kokoh. Pagar pengaman jembatan memiliki ornamen khas besi tempa bergaya kolonial yang sederhana namun tegas. Meskipun jembatan yang berdiri saat ini adalah hasil pemugaran, pemerintah kota Surabaya tetap mempertahankan estetika aslinya guna menjaga nilai historisnya.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Ikonik

Jembatan Merah mencapai puncak signifikansi historisnya selama Revolusi Nasional Indonesia, khususnya dalam rangkaian peristiwa Pertempuran 10 November 1945. Jembatan ini menjadi garis depan pertahanan arek-arek Suroboyo dalam menghalau gerak maju tentara Sekutu (Brigade Infanteri India ke-49 di bawah komando Inggris).

Peristiwa paling fenomenal yang terjadi di sekitar kawasan ini adalah tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Jawa Timur, pada 30 Oktober 1945. Mobil Buick yang dikendarai Mallaby meledak dan terbakar di dekat Gedung Internatio, hanya beberapa puluh meter dari ujung Jembatan Merah. Kematian perwira tinggi Inggris ini menjadi pemicu utama dikeluarkannya ultimatum oleh Jenderal Mansergh yang kemudian berujung pada pertempuran dahsyat 10 November. Area di sekitar Jembatan Merah secara harfiah menjadi saksi tumpah darah para pejuang, yang menurut legenda setempat, membuat air Sungai Kalimas memerah, menyatu dengan warna cat jembatan tersebut.

Tokoh Terkait dan Periode Kolonial

Selain keterkaitannya dengan Brigjen Mallaby, kawasan Jembatan Merah juga lekat dengan jejak para tokoh pergerakan nasional. Di sekitar kawasan ini, terdapat rumah H.O.S. Tjokroaminoto di Peneleh yang tidak jauh dari aliran Kalimas, di mana tokoh-tokoh seperti Soekarno muda menimba ilmu. Jembatan ini juga menjadi saksi bisu kejayaan perusahaan-perusahaan dagang raksasa Belanda seperti Internationale Crediet- en Handelsvereniging "Rotterdam" (Internatio) yang gedungnya masih berdiri megah hingga saat ini.

Selama periode pendudukan Jepang (1942-1945), nama Jembatan Merah tetap dipertahankan, namun fungsinya bergeser menjadi titik kontrol militer yang ketat sebelum akhirnya kembali menjadi pusat pergolakan rakyat setelah proklamasi kemerdekaan.

Status Pelestarian dan Restorasi

Pemerintah Kota Surabaya telah menetapkan Jembatan Merah sebagai Bangunan Cagar Budaya. Upaya pelestarian dilakukan secara berkala melalui pengecatan ulang dan penguatan struktur tanpa mengubah bentuk aslinya. Kawasan di sekitar jembatan, yang dikenal sebagai Kota Tua Surabaya, juga terus di revitalisasi. Gedung-gedung tua di sekelilingnya, seperti Gedung Cerutu dan Gedung Internatio, dijaga agar tetap serasi dengan keberadaan jembatan.

Transformasi kawasan ini menjadi destinasi wisata sejarah (Heritage Tourism) bertujuan agar generasi muda dapat mengapresiasi nilai heroisme yang melekat pada lokasi tersebut. Meskipun kini dikelilingi oleh pusat perbelanjaan modern seperti Jembatan Merah Plaza (JMP), nilai historis jembatan ini tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Nilai Budaya dan Fakta Unik

Bagi warga Surabaya, Jembatan Merah bukan sekadar objek cagar budaya, melainkan identitas kota. Namanya diabadikan dalam lagu keroncong legendaris karya Gesang yang berjudul "Jembatan Merah". Lagu tersebut menggambarkan suasana perpisahan dan penantian seorang kekasih di tepi jembatan saat masa perang, yang semakin memperkuat romantisasi sejarah kawasan ini dalam kebudayaan populer Indonesia.

Fakta unik lainnya adalah bahwa meskipun dikenal sebagai "Jembatan Merah", warna asli kayu pada awal pembangunannya tidaklah merah. Pemberian warna merah baru dilakukan pada masa kemudian untuk melambangkan keberanian dan semangat juang, yang kemudian terjustifikasi secara tragis melalui peristiwa berdarah di tahun 1945.

Kini, setiap tahunnya menjelang peringatan Hari Pahlawan, kawasan Jembatan Merah sering kali menjadi pusat parade teatrikal pertempuran Surabaya. Jembatan ini terus berdiri tegak, menghubungkan masa lalu yang penuh perjuangan dengan masa depan Surabaya yang modern, mengingatkan setiap pelintas bahwa kemerdekaan yang mereka nikmati hari ini dibayar dengan pengorbanan besar di atas aspal dan besi merah tersebut.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Kembang Jepun, Pabean Cantikan, Kota Surabaya
entrance fee
Gratis
opening hours
24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Surabaya

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Surabaya

Pelajari lebih lanjut tentang Surabaya dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Surabaya