Bengkayang
EpicDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Perkembangan Kabupaten Bengkayang: Jejak Emas di Utara Kalimantan
Bengkayang, sebuah wilayah strategis seluas 5.512,35 km² di bagian utara Kalimantan Barat, menyimpan narasi historis yang panjang, mulai dari era kerajaan tradisional hingga perannya sebagai garda terdepan kedaulatan Indonesia. Dengan karakteristik geografis yang unik—mencakup pegunungan pedalaman hingga wilayah pesisir Kepulauan Karimata—Bengkayang telah menjadi titik temu berbagai etnis, khususnya Dayak, Tionghoa, dan Melayu.
##
Akar Tradisional dan Era Kolonial
Secara historis, akar nama "Bengkayang" diyakini berasal dari istilah lokal yang merujuk pada aliran sungai. Sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah ini merupakan bagian penting dari pengaruh Kerajaan Mempawah dan kemudian Kesultanan Sambas. Pada abad ke-18 dan ke-19, Bengkayang menjadi pusat perhatian dunia karena kekayaan emasnya. Penemuan deposit emas di wilayah Monterado memicu gelombang migrasi besar warga Tionghoa dari daratan Tiongkok (Hakka) yang membentuk organisasi pekerja tambang yang dikenal sebagai "Kongsi".
Keberadaan Kongsi-kongsi kuat seperti Kongsi Fosjoen menimbulkan ketegangan dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Hal ini memuncak pada Perang Kongsi (1850–1854), di mana pasukan Belanda di bawah pimpinan Kapten A.J. Andersen berupaya keras menundukkan kemandirian ekonomi para penambang di wilayah Monterado dan sekitarnya. Perlawanan ini menjadi catatan heroik dalam sejarah lokal mengenai upaya mempertahankan kedaulatan ekonomi dari hegemoni kolonial.
##
Masa Kemerdekaan dan Pembentukan Wilayah
Pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Bengkayang awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Sambas. Namun, seiring dengan dinamika politik dan kebutuhan akselerasi pembangunan di wilayah perbatasan, muncul aspirasi untuk pemekaran. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999, Bengkayang resmi berdiri sebagai kabupaten mandiri, terpisah dari Kabupaten Sambas. Jacobus Luna, S.Sos., tercatat sebagai tokoh kunci yang menjabat sebagai bupati pertama, meletakkan fondasi administratif bagi kabupaten ini.
##
Warisan Budaya dan Situs Bersejarah
Warisan budaya Bengkayang tercermin kuat dalam tradisi "Gawai Dayak" dan upacara adat "Nyobeng" di Desa Nibung—sebuah ritual penghormatan terhadap leluhur yang melibatkan tradisi memandikan tengkorak hasil "mengayau" di masa lampau. Secara arsitektur, Bengkayang memiliki situs penting seperti Gereja Tua Santo Fidelis di Sealo yang mencerminkan sejarah penyebaran misi Katolik di pedalaman Kalimantan sejak awal abad ke-20. Selain itu, kawasan pesisir dan pulau-pulau seperti Pulau Randayan dan Pulau Lemukutan menjadi saksi sejarah maritim yang menghubungkan perdagangan antar-pulau di Selat Karimata.
##
Bengkayang dalam Konteks Modern
Saat ini, berbatasan langsung dengan 6 wilayah (termasuk Sambas, Landak, Mempawah, dan Sarawak-Malaysia), Bengkayang bertransformasi menjadi pusat agraris dan pariwisata. Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang mempertegas posisi Bengkayang dalam sejarah modern Indonesia sebagai gerbang internasional. Dengan semangat "Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata", Bengkayang terus mengintegrasikan nilai-nilai sejarah emasnya ke dalam pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
Geography
#
Geografi Kabupaten Bengkayang: Gerbang Utara Kalimantan Barat
Kabupaten Bengkayang merupakan wilayah strategis yang terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Barat. Dengan luas wilayah mencapai 5.512,35 km², kabupaten ini memiliki karakteristik geografis yang sangat kontras dan unik, mulai dari gugusan kepulauan di pesisir barat hingga pegunungan tinggi di pedalaman timur yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
##
Topografi dan Bentang Alam
Secara topografis, Bengkayang terbagi menjadi dua zona utama. Wilayah pesisir di Kecamatan Sungai Raya dan Kepulauan Lemukutan menyajikan panorama laut dengan garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia (Laut Natuna). Di sisi lain, wilayah timur didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan yang merupakan bagian dari Pegunungan Muller-Schwaner.
Beberapa fitur orografis yang mencolok meliputi Gunung Bawang yang keramat dan menjadi ikon daerah, serta Gunung Saran. Lembah-lembah sempit yang subur memisahkan perbukitan ini, menciptakan koridor hijau yang mengalirkan air ke dataran rendah. Sistem hidrologi wilayah ini sangat vital, dengan keberadaan Sungai Mempawah dan Sungai Raya yang menjadi urat nadi transportasi dan sumber air bagi penduduk setempat. Selain itu, Bengkayang dikenal dengan ribuan air terjun (riam), seperti Riam Merasap dan Riam Pangar, yang terbentuk akibat patahan geologi di daerah hulu.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Berada tepat di lintasan garis khatulistiwa (0°33'10" LU - 1°30'00" LU), Bengkayang memiliki iklim tropis basah dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Suhu udara rata-rata berkisar antara 26°C hingga 32°C. Musim penghujan biasanya dipengaruhi oleh angin monsun barat laut yang membawa kelembapan tinggi dari Laut Natuna, sering kali memicu peningkatan debit sungai di wilayah lembah. Kelembapan udara yang konsisten tinggi mendukung pertumbuhan hutan hujan tropis yang lebat di zona pegunungan.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Kekayaan alam Bengkayang mencakup sektor mineral, kehutanan, dan pertanian. Wilayah ini memiliki potensi pertambangan emas, bijih besi, dan bauksit yang signifikan. Di sektor agraris, tanah vulkanik dan aluvial di wilayah ini sangat mendukung perkebunan kelapa sawit, karet, serta lada.
Keanekaragaman hayati terkonsentrasi di kawasan Cagar Alam Gunung Raya Pasi dan perairan Kepulauan Lemukutan. Ekosistem pesisirnya memiliki terumbu karang yang masih terjaga, sementara hutan pedalamannya menjadi habitat bagi flora langka seperti Kantong Semar (Nepenthes) dan fauna endemik Kalimantan.
##
Posisi Strategis dan Batas Wilayah
Secara administratif dan geografis, Bengkayang dikelilingi oleh enam wilayah tetangga yang memperkuat posisinya sebagai titik temu perdagangan. Di sebelah utara, wilayah ini berbatasan dengan Sarawak (Malaysia) dan Kabupaten Sambas. Di sisi timur berbatasan dengan Kabupaten Landak, sementara di selatan berbatasan dengan Kabupaten Mempawah. Di bagian barat, Bengkayang menghadap langsung ke Laut Natuna dan berbatasan dengan Kota Singkawang. Posisi ini menjadikan Bengkayang sebagai wilayah "Epic" yang krusial bagi konektivitas lintas batas dan ketahanan maritim Kalimantan Barat.
Culture
#
Pesona Budaya Kabupaten Bengkayang: Harmoni di Perbatasan Utara
Kabupaten Bengkayang, yang terletak di bagian utara Kalimantan Barat, merupakan wilayah unik seluas 5.512,35 km² yang membentang dari pesisir pantai Kepulauan Lemukutan hingga pegunungan di perbatasan Malaysia. Sebagai daerah dengan status "Epic" dalam peta kebudayaan Borneo, Bengkayang menjadi titik temu yang kaya antara tradisi Dayak Bakati, Dayak Bidayuh, serta pengaruh Melayu pesisir dan Tionghoa.
##
Tradisi Gawai Dayak dan Ritual Adat
Inti dari denyut nadi budaya Bengkayang adalah perayaan Gawai Dayak Nyobeng. Ritual ini merupakan bentuk syukur atas panen padi yang melimpah. Salah satu tradisi yang paling langka dan mendalam adalah ritual Nyobeng di Desa Beruas, yaitu upacara pemandian tengkorak manusia hasil tradisi mengayau (perang) di masa lampau yang kini telah bertransformasi menjadi simbol perdamaian dan penghormatan kepada leluhur. Selain itu, terdapat ritual Barape’ Sawa yang dilakukan masyarakat Dayak Bakati sebagai penanda dimulainya siklus pertanian baru.
##
Kesenian, Musik, dan Tari Tradisional
Budaya Bengkayang diekspresikan melalui gerak dinamis Tari Jonggan, sebuah tarian pergaulan yang melambangkan kegembiraan dan kebersamaan. Musik pengiringnya menggunakan instrumen khas seperti Sape (gitar tradisional), Gong, dan Tuma. Keunikan seni di sini juga terlihat pada seni ukir kayu dan anyaman bambu yang rumit, yang seringkali menghiasi rumah-rumah adat atau digunakan sebagai alat perlengkapan upacara.
##
Kuliner Khas dan Cita Rasa Lokal
Kekayaan alam Bengkayang melahirkan kuliner yang spesifik. Pekasam (ikan atau daging yang difermentasi) dan Lemang (beras ketan yang dimasak dalam bambu) adalah hidangan wajib dalam setiap pesta adat. Karena wilayahnya yang mencakup pesisir, olahan makanan laut dari kawasan Kepulauan Shayer dan Lemukutan juga menjadi bagian penting dari diet lokal. Selain itu, Kopi Bengkayang dari dataran tinggi mulai dikenal sebagai komoditas yang memiliki aroma tanah yang kuat dan khas.
##
Bahasa dan Dialek Setempat
Masyarakat Bengkayang berkomunikasi menggunakan berbagai dialek. Bahasa dominan adalah Bahasa Dayak Bakati dan Dayak Bidayuh. Terdapat ungkapan-ungkapan lokal yang mencerminkan kearifan setempat, seperti konsep gotong royong yang disebut dengan istilah "Muro", yang menekankan pentingnya bekerja bersama dalam membuka lahan atau membangun rumah tanpa mengharapkan imbalan materi.
##
Busana dan Tekstil Tradisional
Pakaian adat Bengkayang mencerminkan identitas etnis yang kuat. Masyarakat Dayak menggunakan King Baba (untuk pria) dan King Bibinge (untuk wanita) yang terbuat dari serat kulit kayu yang dihiasi dengan manik-manik berwarna kontras dan bulu burung Enggang. Di sisi lain, pengaruh Melayu pesisir membawa penggunaan kain songket dan kebaya yang kerap terlihat dalam acara-acara formal di wilayah pesisir seperti Sungai Raya.
##
Kepercayaan dan Festival Budaya
Kehidupan religius di Bengkayang adalah potret toleransi. Selain penganut Kristen dan Katolik yang mayoritas di pedalaman, serta Muslim di pesisir, terdapat komunitas Tionghoa yang kuat yang merayakan Cap Go Meh dengan meriah. Salah satu atraksi budaya yang menarik adalah festival bahari di wilayah pesisir yang memadukan ritual sedekah laut dengan perlombaan perahu tradisional, menunjukkan bahwa Bengkayang adalah wilayah di mana pegunungan dan lautan menyatu dalam satu harmoni kebudayaan yang tak ternilai.
Tourism
#
Menjelajahi Pesona Bengkayang: Permata Alam di Kalimantan Barat
Terletak di bagian utara Kalimantan Barat dengan luas wilayah mencapai 5.512,35 km², Kabupaten Bengkayang merupakan destinasi dengan status "Epic" bagi para petualang. Berbatasan langsung dengan enam wilayah tetangga dan memiliki garis pantai yang memukau, Bengkayang menawarkan sinkronisasi sempurna antara pegunungan yang hijau dan pesisir yang eksotis.
##
Keajaiban Alam: Dari Puncak Hingga Pesisir
Bengkayang adalah rumah bagi Riam Merasap, air terjun setinggi 20 meter yang sering dijuluki sebagai "Niagara Kecil" Indonesia. Aliran airnya yang jernih dikelilingi hutan tropis menciptakan atmosfer magis. Bagi pencinta laut, Kepulauan Lemukutan dan Pulau Randayan menawarkan taman bawah laut dengan terumbu karang yang masih asri, sangat ideal untuk *snorkeling*. Selain itu, Bukit Jamur menyuguhkan pengalaman unik menikmati "negeri di atas awan," di mana wisatawan dapat berkemah dan menyaksikan samudera awan saat fajar menyingsing.
##
Warisan Budaya dan Arsitektur Sejarah
Kekayaan budaya Bengkayang terpancar dari kerukunan masyarakat Dayak, Tionghoa, dan Melayu. Salah satu ikon sejarah yang wajib dikunjungi adalah Rumah Betang Panjang Samalantan, yang merepresentasikan arsitektur tradisional suku Dayak yang kokoh dan sarat makna filosofis. Di pusat kota, pengaruh budaya Tionghoa terlihat pada keberadaan kelenteng-kelenteng tua yang tetap terjaga keasliannya, memberikan nuansa historis yang kental bagi para pencinta wisata religi dan fotografi.
##
Petualangan dan Aktivitas Luar Ruangan
Bagi jiwa petualang, Bengkayang adalah taman bermain yang luas. Anda dapat melakukan *trekking* menantang menuju Gunung Bawang, yang dikenal dengan jalur pendakian yang rimbun dan keanekaragaman hayati endemik. Aktivitas air tidak kalah seru; mengarungi arus sungai di Riam Parangek atau memancing di perairan lepas pantai utara akan memberikan adrenalin tersendiri yang tidak ditemukan di daerah lain.
##
Wisata Kuliner dan Pengalaman Lokal
Perjalanan ke Bengkayang belum lengkap tanpa mencicipi Kopi Bengkayang yang memiliki aroma khas. Untuk hidangan berat, cobalah sensasi kuliner lokal berbasis ikan segar dari pesisir atau olahan rebung tradisional. Keramahtamahan penduduk lokal dapat dirasakan saat Anda memilih menginap di homestay penduduk di desa wisata, yang memungkinkan Anda berinteraksi langsung dengan kearifan lokal.
##
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Bengkayang adalah pada musim kemarau antara Mei hingga September untuk memastikan jalur pendakian aman dan visibilitas bawah laut di Pulau Lemukutan dalam kondisi jernih. Selain itu, datanglah saat perayaan Gawai Dayak untuk menyaksikan festival budaya terbesar yang menampilkan tarian dan ritual adat yang memukau. Dengan infrastruktur yang terus berkembang, Bengkayang siap menyambut Anda dalam balutan pesona alam yang murni dan otentik.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Bengkayang: Gerbang Strategis Kalimantan Barat
Kabupaten Bengkayang, yang terletak di posisi kardinal utara Provinsi Kalimantan Barat, merupakan wilayah dengan karakteristik ekonomi yang unik dan strategis. Dengan luas wilayah mencapai 5.512,35 km² dan berbatasan langsung dengan enam wilayah administratif (termasuk Serawak, Malaysia), Bengkayang memegang peranan vital sebagai koridor perdagangan internasional dan pusat komoditas unggulan.
##
Sektor Pertanian dan Perkebunan sebagai Pilar Utama
Struktur ekonomi Bengkayang didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Komoditas perkebunan seperti kelapa sawit dan karet menjadi penggerak utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain itu, Bengkayang dikenal sebagai lumbung jagung di Kalimantan Barat, khususnya di wilayah pedalaman yang memiliki tanah subur. Keberadaan perusahaan besar swasta di sektor sawit telah menciptakan ekosistem industri hulu yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal, meski tantangan hilirisasi masih menjadi fokus pembangunan saat ini.
##
Ekonomi Maritim dan Potensi Pesisir
Sebagai wilayah yang memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia, sektor maritim menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah barat. Kecamatan Sungai Raya dan Kepulauan menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap. Potensi ini tidak hanya terbatas pada konsumsi domestik, tetapi juga pengolahan hasil laut. Selain perikanan, garis pantai ini menjadi aset pariwisata bahari seperti Pantai Mimiland dan Pulau Lemukutan yang mulai bertransformasi menjadi industri jasa pariwisata yang menjanjikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
##
Kerajinan Tradisional dan Produk Lokal
Kekayaan budaya suku Dayak dan Tionghoa di Bengkayang melahirkan produk UMKM yang khas. Kerajinan anyaman rotan dan bambu, serta kain tenun motif lokal, menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai tinggi. Di sektor kuliner, pengembangan kopi lokal dan olahan kerupuk ikan dari wilayah pesisir mulai merambah pasar luar daerah, didorong oleh digitalisasi UMKM yang sedang digalakkan oleh pemerintah setempat.
##
Infrastruktur dan Konektivitas Lintas Batas
Salah satu aspek ekonomi yang paling "Epic" dan unik dari Bengkayang adalah keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang. Infrastruktur ini mengubah wajah ekonomi perbatasan dari wilayah terisolasi menjadi hub perdagangan legal. Peningkatan akses jalan trans-Kalimantan telah memperlancar distribusi logistik ke daerah tetangga seperti Sambas, Landak, hingga Singkawang. Transportasi darat menjadi tulang punggung mobilitas barang, sementara pengembangan pelabuhan lokal terus diupayakan untuk mendukung ekspor komoditas.
##
Tren Ketenagakerjaan dan Masa Depan
Tren ketenagakerjaan di Bengkayang mulai bergeser dari sektor primer (pertanian tradisional) menuju sektor tersier (jasa dan perdagangan). Pertumbuhan pusat-pusat perbelanjaan kecil dan jasa perbankan di pusat kota menandakan meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan integrasi antara potensi maritim di pesisir dan kekuatan perkebunan di daratan, Bengkayang diproyeksikan menjadi zona ekonomi inklusif yang mampu mengoptimalkan posisi geografisnya di utara Kalimantan Barat.
Demographics
#
Profil Demografis Kabupaten Bengkayang: Keberagaman di Perbatasan Utara
Kabupaten Bengkayang, yang terletak di posisi kardinal utara Kalimantan Barat, merupakan wilayah strategis seluas 5.512,35 km² yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, serta enam wilayah administratif lainnya. Sebagai daerah dengan status kelangkaan "Epic" dalam konteks geostrategis, Bengkayang memiliki karakteristik demografis yang unik, memadukan kekayaan pesisir di Kepulauan Lemukutan hingga wilayah pegunungan di pedalaman.
Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terbaru, populasi Bengkayang terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan jumlah penduduk melampaui 290.000 jiwa. Kepadatan penduduk rata-rata berkisar antara 50 hingga 55 jiwa per km², namun distribusinya tidak merata. Konsentrasi penduduk tertinggi berada di pusat pemerintahan (Kecamatan Bengkayang) dan wilayah pesisir seperti Sungai Raya, sementara wilayah pedalaman yang berbatasan dengan Landak dan Sanggau memiliki kepadatan yang lebih rendah karena topografi hutan lindung.
Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya
Demografi Bengkayang didominasi oleh masyarakat Dayak (terutama Dayak Bakati, Bidayuh, dan Kanayatn) serta etnis Tionghoa dan Melayu. Keberadaan etnis Tionghoa sangat signifikan di wilayah perkotaan dan pesisir, memberikan warna unik pada tradisi lokal seperti perayaan Cap Go Meh. Keberagaman ini menciptakan kerukunan lintas etnis yang menjadi pilar stabilitas di wilayah perbatasan ini.
Struktur Usia dan Piramida Penduduk
Bengkayang memiliki struktur penduduk muda (ekspansif). Piramida penduduk menunjukkan basis lebar pada kelompok usia 0-19 tahun, mengindikasikan angka kelahiran yang cukup stabil. Kelompok usia produktif (15-64 tahun) mendominasi profil demografis, yang memberikan potensi bonus demografi sekaligus tantangan dalam penyediaan lapangan kerja di sektor agraris dan jasa.
Pendidikan dan Literasi
Tingkat melek huruf di Bengkayang telah mencapai angka di atas 94%. Meskipun demikian, distribusi tingkat pendidikan masih menunjukkan kesenjangan antara wilayah urban dan rural. Sebagian besar penduduk usia produktif merupakan lulusan sekolah menengah, dengan tren peningkatan partisipasi pendidikan tinggi yang mulai tumbuh seiring hadirnya institusi pendidikan seperti Institut Shanti Bhuana yang menarik mahasiswa dari luar daerah.
Dinamika Urbanisasi dan Migrasi
Pola pemukiman di Bengkayang didominasi oleh wilayah pedesaan (rural-dominant), namun urbanisasi mulai meningkat di koridor jalan trans-Kalimantan. Migrasi masuk dipengaruhi oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, sementara migrasi keluar (terutama ke Malaysia melalui gerbang Jagoi Babang) bersifat sirkuler, di mana penduduk setempat bekerja secara lintas batas untuk mencari peluang ekonomi yang lebih tinggi. Dinamika ini menjadikan Bengkayang sebagai wilayah transit yang dinamis secara sosial-ekonomi.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini merupakan lokasi berdirinya Kerajaan Kubu yang didirikan oleh Syarif Idrus Al-Idrus, seorang bangsawan keturunan Arab dari Hadramaut pada abad ke-18.
- 2.Masyarakat setempat melestarikan tradisi unik bernama 'Robo-Robo' yang dilakukan di muara sungai untuk memperingati kedatangan Opu Daeng Manambon.
- 3.Terdapat bentang alam unik berupa hamparan hutan mangrove yang sangat luas dan merupakan salah satu habitat utama bagi mamalia air langka, Pesut Mahakam, di pesisir Kalimantan Barat.
- 4.Kabupaten ini merupakan lokasi utama operasional Bandara Internasional Supadio yang menjadi pintu gerbang udara utama bagi seluruh provinsi.
Destinasi di Bengkayang
Semua Destinasi→Riam Merasap
Sering dijuluki sebagai 'Miniatur Niagara' di Kalimantan Barat, air terjun setinggi 20 meter ini men...
Wisata AlamBukit Jamur
Destinasi pendakian populer ini menawarkan fenomena 'negeri di atas awan' yang memukau bagi para pen...
Wisata AlamCagar Alam Laut Kepulauan Lemukutan
Surga bawah laut tersembunyi ini memiliki terumbu karang yang masih terjaga dengan visibilitas air y...
Wisata AlamRiam Pangar
Destinasi wisata air ini terkenal dengan aliran sungainya yang jernih dan formasi bebatuan besar yan...
Pusat KebudayaanHutan Adat Kampung Sahan
Kawasan lindung ini merupakan jantung kehidupan masyarakat Dayak lokal yang masih memegang teguh kea...
Tempat RekreasiMimiland Batu Payung
Resor tepi pantai yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam pesisir dan fasilitas rekreasi mod...
Tempat Lainnya di Kalimantan Barat
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Bengkayang dari siluet petanya?