Dompu
EpicDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah Kabupaten Dompu: Jejak Kerajaan Kuno di Jantung Pulau Sumbawa
Asal-Usul dan Masa Kejayaan Kerajaan Dompu
Dompu, yang terletak di bagian selatan Semenanjung Sanggar, Pulau Sumbawa, memiliki akar sejarah yang sangat tua dan prestisius. Secara etimologis, nama "Dompu" diyakini berasal dari kata "Dom" (Dunia) dan "Pu" (Pusat), mencerminkan posisi strategisnya di masa lalu. Berdasarkan catatan sejarah dan tradisi lisan, Kerajaan Dompu merupakan salah satu dari empat kerajaan besar di Pulau Sumbawa (bersama Bima, Tambora, dan Sanggar). Kejayaan Dompu terekam dalam Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca, yang menyebutkan bahwa wilayah ini telah menjadi incaran Kerajaan Majapahit dalam misi penyatuan Nusantara di bawah Sumpah Palapa Gadjah Mada pada abad ke-14. Penaklukan Dompu oleh pasukan Majapahit dipimpin oleh Panglima Nala pada tahun 1357, menjadikannya salah satu titik penting pengaruh Jawa di wilayah timur Indonesia.
Masa Kolonial dan Bencana Dahsyat 1815
Kehidupan sosial-politik Dompu mengalami perubahan drastis saat kolonial Belanda mulai menancapkan kuku kekuasaannya melalui Lange Contract. Namun, peristiwa paling transformatif dalam sejarah Dompu bukanlah perang, melainkan bencana alam. Letusan Gunung Tambora pada April 1815 meluluhlantakkan Kerajaan Dompu. Debu vulkanik dan aliran piroklastik menghancurkan lahan pertanian serta memusnahkan sebagian besar populasi. Akibat bencana ini, struktur pemerintahan sempat goyah hingga akhirnya diorganisir kembali di bawah pengaruh Kesultanan Bima untuk sementara waktu. Tokoh penting dalam pemulihan Dompu adalah Sultan Muhammad Sirajuddin, yang berupaya membangkitkan kembali kedaulatan tanah Dompu dari puing-puing kehancuran pasca-letusan.
Era Perjuangan Kemerdekaan dan Integrasi Nasional
Memasuki abad ke-20, semangat nasionalisme membara di Dompu. Masyarakat lokal melakukan perlawanan terhadap sistem pajak (belasting) yang diberlakukan Belanda. Setelah proklamasi 17 Agustus 1945, Dompu menyatakan kesetiaannya kepada Republik Indonesia. Melalui Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958, Dompu secara resmi ditetapkan sebagai Daerah Tingkat II di bawah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Integrasi ini mengukuhkan peran Dompu dalam peta politik nasional, bertransformasi dari bentuk kesultanan menjadi administrasi modern yang demokratis.
Warisan Budaya dan Perkembangan Modern
Secara geografis, Dompu memiliki karakteristik unik dengan wilayah pesisir yang luas di bagian selatan, seperti Pantai Hu'u yang kini mendunia. Warisan sejarah yang masih terjaga hingga kini adalah tradisi "Muna Pa'a" (tenun khas Dompu) dan situs sejarah seperti kompleks pemakaman raja-raja Dompu di Sigi. Salah satu fakta sejarah yang unik adalah eksistensi Gunung Doroncanga sebagai saksi bisu peternakan kuda dan sapi liar yang menjadi identitas ekonomi lokal sejak zaman kerajaan.
Kini, dengan luas wilayah 2.284,23 km², Dompu berkembang menjadi pusat agraris, terutama melalui program "Pijar" (Sapi, Jagung, dan Rumput Laut). Transformasi dari sebuah kerajaan kuno yang disegani Majapahit hingga menjadi kabupaten modern yang berbatasan dengan Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Laut Flores, menunjukkan ketangguhan (resiliensi) masyarakat Dompu dalam menjaga identitas kulturalnya di tengah arus globalisasi.
Geography
#
Profil Geografis Kabupaten Dompu: Jantung Maritim Nusa Tenggara Barat
Kabupaten Dompu merupakan wilayah strategis yang terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan luas wilayah mencapai 2.284,23 km², kabupaten ini menyandang status sebagai wilayah "Epic" karena keragaman lansekapnya yang ekstrem, mulai dari puncak gunung api hingga kedalaman teluk yang ikonik. Secara astronomis, Dompu terletak pada posisi koordinat antara 117°42' hingga 118°30' Bujur Timur dan 8°06' hingga 9°05' Lintang Selatan.
##
Topografi dan Bentang Alam
Wilayah ini memiliki karakteristik topografi yang sangat bervariasi. Dominasi perbukitan dan pegunungan mencapai sekitar 60% dari total luas wilayah, sementara sisanya berupa dataran rendah dan kawasan pesisir. Salah satu fitur geografis paling ikonik adalah keberadaan Gunung Tambora di sisi utara, yang meskipun secara administratif berbagi dengan Kabupaten Bima, memiliki pengaruh geologis besar terhadap struktur tanah Dompu yang subur akibat endapan vulkanik. Di bagian tengah, terdapat Lembah Dompu yang luas, dikelilingi oleh jajaran perbukitan yang mengalirkan air ke sungai-sungai utama seperti Sungai Laju dan Sungai Silo.
##
Garis Pantai dan Posisi Kardinal
Wilayah ini memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia. Posisinya berada di bagian selatan dari provinsi Nusa Tenggara Barat, yang memberikan keuntungan akses langsung ke Samudra Hindia. Karakteristik pesisir selatan Dompu cenderung berbukit dengan tebing-tebing curam dan teluk-teluk dalam, seperti Teluk Cempi yang terkenal sebagai pusat aktivitas kelautan. Posisinya yang berbatasan langsung dengan tiga wilayah administratif—Kabupaten Bima di timur dan utara, serta Kabupaten Sumbawa di barat—menjadikannya titik simpul transportasi darat di Pulau Sumbawa.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Dompu memiliki iklim tropis semi-arid (Aw) dengan perbedaan musim yang sangat kontras. Musim kemarau biasanya berlangsung lebih panjang (Mei hingga Oktober) yang dipengaruhi oleh angin monsun Australia yang kering. Sebaliknya, musim hujan yang singkat namun intens terjadi antara Desember hingga Maret. Suhu udara rata-rata berkisar antara 22°C hingga 34°C, dengan kelembapan yang lebih tinggi di area kaki Gunung Tambora dibandingkan kawasan pesisir selatan yang cenderung lebih panas dan gersang.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Kekayaan alam Dompu bertumpu pada sektor agraris dan kehutanan. Tanah vulkanik yang kaya nutrisi menjadikan Dompu sebagai salah satu lumbung jagung nasional. Di sektor kehutanan, wilayah ini memiliki hutan tropis kering yang menjadi habitat bagi Rusa Timor (Cervus timorensis) dan berbagai spesies burung endemik. Secara ekologis, Dompu memiliki zona transisi Wallacea yang kaya akan biodiversitas unik. Selain potensi pertanian, wilayah pesisirnya kaya akan sumber daya kelautan, termasuk potensi budidaya rumput laut dan mutiara di perairan Teluk Saleh yang tenang. Di sektor mineral, terdapat potensi endapan tembaga dan emas yang signifikan di kawasan Hu'u, yang secara geologis terbentuk dari aktivitas tektonik kompleks di selatan busur Sunda-Banda.
Culture
Kekayaan Budaya Kabupaten Dompu: Mutiara Tersembunyi di Pulau Sumbawa
Dompu, sebuah wilayah seluas 2.284,23 km² yang terletak di bagian selatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan daerah dengan karakteristik budaya yang kuat dan unik. Sebagai entitas yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di selatan dan Teluk Saleh, Dompu memiliki perpaduan budaya agraris dan pesisir yang membentuk identitas masyarakat Mbojo.
#
Tradisi dan Upacara Adat
Salah satu tradisi paling ikonik di Dompu adalah Pacoa Jara atau pacuan kuda tradisional. Berbeda dengan pacuan kuda modern, joki dalam Pacoa Jara adalah anak-anak (joki cilik) yang menunggangi kuda tanpa pelana. Tradisi ini bukan sekadar olahraga, melainkan simbol keberanian dan ketangkasan pria Dompu. Selain itu, terdapat upacara Peta Kapanca, sebuah ritual pra-pernikahan di mana calon pengantin wanita dihias tangannya dengan inai (daun pacar). Ritual ini diiringi dengan selawat dan doa-doa sebagai simbol kesucian dan kesiapan memasuki kehidupan rumah tangga.
#
Kesenian dan Pertunjukan
Dalam seni pertunjukan, Dompu memiliki tarian khas seperti Tari Buja Kadanda, sebuah tarian perang yang menggambarkan ketangkasan prajurit dalam menggunakan tombak dan perisai. Untuk hiburan rakyat, masyarakat sering menggelar Gantao, seni bela diri yang menggabungkan gerakan silat dengan iringan musik perkusi yang dinamis. Musik tradisional Dompu didominasi oleh instrumen seperti Sarone (alat musik tiup dari bambu dan daun lontar), Gendang, dan Gong yang menghasilkan melodi khas etnik Mbojo.
#
Kuliner Khas Dompu
Kuliner Dompu menawarkan cita rasa yang berani. Menu wajib yang harus dicicipi adalah Timbu (lemang khas Dompu) yang dimasak dalam bambu dan biasanya disajikan saat hari raya. Ada juga Uta Mbe’u, yakni olahan daging yang difermentasi, serta Sate Rentiga yang memiliki bumbu rempah yang tajam. Karena wilayahnya yang pesisir, olahan ikan laut segar dengan bumbu asam pedas juga menjadi bagian tak terpisahkan dari meja makan masyarakat setempat.
#
Tekstil dan Busana Tradisional
Dompu memiliki warisan tekstil yang luar biasa berupa Muna Pa’a (tenun motif timbul). Kain tenun ini dibuat dengan teknik manual yang rumit, menghasilkan motif geometris yang sarat makna filosofis. Dalam berpakaian sehari-hari, wanita Dompu mengenakan Rimpu, yaitu cara berbusana menggunakan dua lembar kain sarung (tembe noli) yang menutupi kepala hingga badan, menyisakan hanya bagian wajah atau mata (Rimpu Mpida). Ini merupakan perpaduan harmonis antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam.
#
Bahasa dan Keagamaan
Masyarakat Dompu menggunakan Bahasa Bima (Nggahi Mbojo) dengan dialek khas Dompu yang sedikit berbeda dalam intonasi dibandingkan wilayah Bima. Ungkapan "Maja Labo Dahu" (Malu dan Takut) menjadi kompas moral utama; malu jika melanggar adat dan takut kepada Tuhan. Nilai-nilai religius sangat kental, terlihat dari perayaan hari besar Islam yang selalu dirayakan dengan festival budaya yang meriah, mempertegas identitas Dompu sebagai wilayah yang menjunjung tinggi adat yang bersendikan syarak.
Tourism
Menjelajahi Dompu: Permata Eksotis di Jantung Pulau Sumbawa
Terletak strategis di bagian selatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Dompu muncul sebagai destinasi berstatus "Epic" bagi para petualang sejati. Dengan luas wilayah mencapai 2.284,23 km² dan berbatasan langsung dengan tiga wilayah utama—Kabupaten Bima di timur dan utara, serta Kabupaten Sumbawa di barat—Dompu menawarkan lanskap pesisir yang dramatis dan pegunungan yang megah.
#
Keajaiban Alam dan Pesisir yang Mendunia
Dompu adalah rumah bagi Pantai Hu’u dan Pantai Lakey, yang telah lama menjadi kiblat para peselancar internasional. Keunikan Lakey terletak pada jenis ombaknya yang memiliki arah sapuan ke kiri (left-hander), menjadikannya salah satu titik selancar terbaik di dunia. Selain laut, Dompu memiliki Gunung Tambora, monumen sejarah geologi dunia yang letusannya pada tahun 1815 mengubah iklim global. Bagi pendaki, jalur Doro Ncanga menawarkan sabana luas menyerupai Afrika, di mana kuda liar dan rusa bebas berkeliaran di kaki gunung. Jangan lewatkan pula segarnya Air Terjun Ncangga Tumbu yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan tropis.
#
Warisan Budaya dan Situs Bersejarah
Secara kultural, Dompu menyimpan jejak peradaban yang dalam. Anda dapat mengunjungi Situs Kerajaan Dompu untuk memahami kejayaan masa lalu wilayah ini sebagai salah satu pusat kekuasaan di Nusantara. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan atraksi Pacuan Kuda Tradisional (Pacoa Jara) yang melibatkan joki-joki cilik pemberani. Budaya masyarakat Mbojo di Dompu sangat kental dengan nilai-nilai religius dan keramahan khas pesisir yang akan membuat setiap pengunjung merasa diterima layaknya keluarga sendiri.
#
Petualangan Kuliner Khas Dompu
Pengalaman wisata di Dompu tidak lengkap tanpa mencicipi Timbu (nasi bambu) yang gurih, biasanya disajikan saat perayaan adat. Untuk pecinta hidangan laut, Sepat—ikan bakar yang disajikan dengan kuah asam segar berisi terong, mangga muda, dan daun ruku—menawarkan ledakan rasa yang unik. Jangan lupa mencoba Susu Kuda Liar asli Dompu yang dikenal memiliki khasiat kesehatan tinggi dan menjadi buah tangan wajib dari wilayah ini.
#
Aktivitas Luar Ruangan dan Akomodasi
Bagi pencari adrenalin, *off-road* di kaki Gunung Tambora atau *diving* di perairan teluk yang jernih adalah pilihan utama. Untuk kenyamanan, tersedia berbagai pilihan akomodasi mulai dari *surf camp* eksklusif di tepi Pantai Lakey hingga hotel melati di pusat kota. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Mei hingga September, saat musim kemarau memberikan langit biru yang bersih dan kondisi ombak yang paling konsisten untuk berselancar. Dompu bukan sekadar destinasi transit; ia adalah titik di mana keberanian bertemu dengan ketenangan alam yang murni.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Dompu: Episentrum Baru di Nusa Tenggara Barat
Kabupaten Dompu, yang terletak di bagian selatan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, merupakan wilayah strategis seluas 2.284,23 km² yang berbatasan dengan Kabupaten Bima di timur dan Kabupaten Sumbawa di barat. Sebagai daerah dengan status "Epic" dalam peta pembangunan regional, Dompu bertransformasi dari wilayah agraris tradisional menjadi pusat industri pengolahan dan komoditas unggulan nasional.
##
Sektor Pertanian dan Program Terpijar
Tulang punggung ekonomi Dompu bertumpu pada sektor pertanian, khususnya melalui program unggulan "Terpijar" (Tebu, Sapi, Jagung, dan Rumput Laut). Dompu telah memantapkan posisinya sebagai produsen jagung terbesar di NTB, yang didorong oleh mekanisasi pertanian dan ketersediaan lahan di kawasan seperti Kecamatan Manggelewa. Kehadiran pabrik pakan ternak dan fasilitas pengeringan jagung (silo) berskala besar telah menciptakan ekosistem industri hulu-hilir yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan per kapita petani secara signifikan.
##
Industri Gula dan Perkebunan
Salah satu keunikan ekonomi Dompu adalah keberadaan industri gula terintegrasi melalui PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Pekat. Perusahaan ini mengelola perkebunan tebu skala luas di kaki Gunung Tambora, menjadikannya salah satu pusat produksi gula kristal putih di Indonesia Timur. Keberadaan industri ini tidak hanya menyumbang pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga memicu pertumbuhan sektor jasa dan transportasi di wilayah lingkar industri.
##
Ekonomi Maritim dan Pesisir
Dengan garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia, Dompu memiliki potensi maritim yang masif. Teluk Saleh dan perairan selatan Dompu menjadi pusat budidaya rumput laut dan perikanan tangkap. Sektor maritim ini menyumbang devisa melalui ekspor rumput laut kering. Selain itu, potensi tambang tembaga dan emas di Hu'u yang kini sedang dalam tahap eksplorasi oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) diprediksi akan menjadi penggerak ekonomi utama di masa depan, serupa dengan skala tambang di wilayah tetangga.
##
Kerajinan Tradisional dan Pariwisata
Di sektor ekonomi kreatif, Dompu dikenal dengan kerajinan tenun khas "Muna Pa’a" dan pengolahan susu kuda liar. Produk-produk ini menjadi komoditas oleh-oleh yang mendukung sektor pariwisata, terutama di kawasan Pantai Lakey. Lakey merupakan destinasi selancar internasional yang memberikan kontribusi besar pada sektor jasa, perhotelan, dan kuliner, menciptakan tren lapangan kerja baru bagi pemandu wisata dan instruktur olahraga air.
##
Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah
Pemerintah daerah terus memacu pembangunan infrastruktur jalan lintas provinsi dan revitalisasi Pelabuhan Calabai sebagai pintu gerbang logistik. Peningkatan konektivitas ini krusial untuk distribusi komoditas pertanian menuju pasar di Jawa dan Sulawesi. Dengan integrasi antara sektor pertanian, industri pengolahan, dan pariwisata berbasis alam, Dompu kini bergerak menjadi kekuatan ekonomi baru yang tangguh di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat.
Demographics
#
Profil Demografis Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat
Kabupaten Dompu, yang terletak di bagian tengah Pulau Sumbawa dengan posisi kardinal di wilayah selatan, memiliki karakteristik demografis yang unik sebagai daerah pesisir seluas 2.284,23 km². Dengan status kelangkaan "Epic" dalam konteks geospasial Nusa Tenggara Barat, Dompu berbatasan langsung dengan Kabupaten Bima di timur dan utara, serta Kabupaten Sumbawa di barat.
Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Dompu terus mengalami pertumbuhan stabil dengan total hunian yang melampaui 250.000 jiwa. Kepadatan penduduk rata-rata mencapai 110-115 jiwa/km², namun distribusinya tidak merata. Konsentrasi penduduk tertinggi berada di Kecamatan Dompu dan Woja sebagai pusat aktivitas ekonomi, sementara wilayah pesisir selatan seperti Hu’u memiliki kepadatan yang lebih rendah namun strategis karena potensi pariwisata selancar internasionalnya.
Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya
Etnis mayoritas adalah Suku Mbojo (Dana Dompu), yang memiliki keterikatan kuat dengan tradisi kesultanan masa lalu. Uniknya, komposisi etnis di Dompu juga diperkaya oleh transmigran asal Jawa, Bali, dan Lombok yang telah menetap selama puluhan tahun, menciptakan asimilasi budaya yang harmonis. Bahasa Bima dialek Dompu menjadi alat komunikasi utama, yang mencerminkan identitas lokal yang resilien.
Struktur Usia dan Piramida Penduduk
Struktur kependudukan Dompu berbentuk piramida ekspansif, didominasi oleh kelompok usia muda dan produktif (15-64 tahun). Hal ini menunjukkan adanya bonus demografi yang signifikan. Tren angka kelahiran (TFR) mulai terkendali, namun proporsi penduduk usia sekolah tetap tinggi, memerlukan perencanaan fasilitas publik yang intensif.
Tingkat Pendidikan dan Literasi
Angka melek huruf di Dompu telah mencapai di atas 95%. Pemerintah daerah berfokus pada peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS). Meskipun pendidikan dasar sudah merata, tantangan utama tetap pada distribusi tenaga pendidik di wilayah terpencil dan peningkatan akses ke pendidikan tinggi guna mencetak tenaga kerja terampil di sektor agraris dan kelautan.
Dinamika Urbanisasi dan Migrasi
Terjadi pergeseran dari pola pedesaan murni menuju semi-perkotaan, didorong oleh sektor perdagangan di pusat kota. Pola migrasi di Dompu sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian jagung; saat musim tanam dan panen, terjadi mobilisasi tenaga kerja musiman dari wilayah sekitar (Bima dan Sumbawa). Selain itu, terdapat pola migrasi keluar untuk menempuh pendidikan tinggi ke kota-kota besar seperti Mataram, Makassar, dan Yogyakarta, yang nantinya membawa kembali inovasi ke daerah asal.
💡 Fakta Unik
- 1.Situs purbakala di wilayah ini menyimpan jejak peradaban Kerajaan Sanggar yang hampir seluruh penduduknya musnah akibat letusan dahsyat gunung api pada tahun 1815.
- 2.Tradisi pacuan kuda yang dilakukan oleh joki cilik tanpa pelana merupakan warisan budaya turun-temurun yang melambangkan keberanian dan ketangkasan masyarakat setempat.
- 3.Terdapat sebuah pulau kecil yang unik di tengah laut bernama Pulau Satonda yang memiliki danau air asin dengan tingkat keasaman jauh lebih tinggi daripada air laut di sekitarnya.
- 4.Wilayah ini dikenal secara internasional sebagai rumah bagi Gunung Tambora, yang letusan kolosalnya dahulu sempat menyebabkan fenomena 'tahun tanpa musim panas' di benua Eropa.
Destinasi di Dompu
Semua Destinasi→Gunung Tambora
Dikenal secara global karena letusan dahsyatnya pada tahun 1815, Gunung Tambora kini menjadi destina...
Wisata AlamPantai Lakey
Pantai ini merupakan surga bagi para peselancar dunia berkat ombak kidalnya (left-hand swell) yang u...
Wisata AlamPulau Satonda
Sebuah pulau vulkanik yang menyimpan keajaiban berupa danau air asin di tengah kawahnya, yang konon ...
Situs SejarahSitus Nangasia
Situs arkeologi penting yang menyimpan peninggalan dari pemukiman kuno sebelum letusan Tambora 1815,...
Wisata AlamSavana Doro Bcera
Hamparan padang rumput yang luas di kaki Gunung Tambora ini menawarkan pemandangan ala Afrika dengan...
Bangunan IkonikMasjid Agung Baitul Hamdi
Sebagai pusat peribadatan terbesar di Dompu, masjid ini berdiri megah dengan arsitektur yang memaduk...
Tempat Lainnya di Nusa Tenggara Barat
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Dompu dari siluet petanya?