Situs Sejarah

Monumen Proklamasi 17 Mei 1949

di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Latar Belakang Sejarah: Proklamasi Niuk yang Mengguncang NICA

Pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jakarta, kondisi politik di Kalimantan tidak langsung stabil. Belanda, melalui NICA (Netherlands Indies Civil Administration), berusaha kembali menancapkan kuku kekuasaannya dengan membentuk Negara Indonesia Timur dan mencoba mengisolasi Kalimantan dari pengaruh Yogyakarta (ibu kota RI saat itu). Menanggapi situasi ini, para pejuang di Kalimantan Selatan yang tergabung dalam ALRI Divisi IV di bawah pimpinan Brigadir Jenderal H. Hasan Basry melakukan perlawanan gerilya yang masif.

Puncak dari perlawanan diplomasi dan militer ini terjadi pada 17 Mei 1949. Di sebuah lokasi terpencil di Mandapai, Hasan Basry membacakan sebuah naskah proklamasi yang dikenal sebagai "Proklamasi Kalimantan". Isi teks tersebut secara tegas menyatakan bahwa rakyat Kalimantan mengakui kemerdekaan Indonesia dan hanya tunduk pada pemerintahan Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno-Hatta. Peristiwa ini sangat krusial karena menggagalkan rencana Belanda untuk menjadikan Kalimantan sebagai negara bagian yang terpisah.

Arsitektur dan Detail Konstruksi Monumen

Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 dirancang dengan gaya arsitektur yang sarat dengan simbolisme perjuangan. Terletak di tepi jalan raya yang menghubungkan Kandangan dengan Loksado, monumen ini berdiri megah dengan elemen utama berupa replika teks proklamasi yang dipahat pada dinding beton.

Struktur utamanya terdiri dari pelataran berundak yang melambangkan tahapan perjuangan rakyat pedalaman Kalimantan. Di bagian tengah, terdapat pilar-pilar yang menjulang tinggi, mencerminkan semangat yang tak pernah padam. Salah satu ciri khas arsitektur monumen ini adalah adanya relief yang menggambarkan suasana perjuangan gerilya di hutan-hutan Meratus. Penggunaan material batu alam pada beberapa bagian pondasi memberikan kesan kokoh dan menyatu dengan alam sekitarnya, mengingatkan pada medan perang gerilya yang didominasi oleh perbukitan dan hutan lebat.

Di area monumen, terdapat juga daftar nama-nama pejuang yang terlibat dalam peristiwa bersejarah tersebut. Penataan ruang terbuka di sekeliling monumen sengaja dibuat luas untuk mengakomodasi upacara peringatan tahunan, menjadikannya pusat gravitasi kegiatan patriotik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Signifikansi Historis dan Tokoh Utama

Tokoh sentral di balik berdirinya monumen ini adalah Brigadir Jenderal H. Hasan Basry, yang kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau dikenal sebagai "Bapak Gerilya Kalimantan". Kepemimpinannya dalam menyatukan berbagai faksi pejuang di bawah bendera ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan menjadi kunci keberhasilan Proklamasi 17 Mei.

Signifikansi situs ini terletak pada fakta bahwa proklamasi tersebut merupakan satu-satunya pernyataan kemerdekaan daerah di Indonesia yang secara administratif dan militer diakui oleh pemerintah pusat sebagai penguatan kedaulatan nasional. Peristiwa ini memaksa Belanda untuk berunding kembali dalam meja diplomasi yang lebih serius, yang pada akhirnya mengarah pada Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Monumen ini membuktikan bahwa perlawanan terhadap kolonialisme tidak hanya terjadi di Jawa dan Sumatera, tetapi juga berdenyut kuat di jantung Borneo.

Fakta Sejarah Unik: Proklamasi di Bawah Ancaman

Terdapat fakta unik bahwa naskah Proklamasi 17 Mei sempat disembunyikan di dalam bambu dan dibawa dengan berjalan kaki melewati hutan lebat untuk menghindari patroli udara dan darat Belanda. Sebelum dibacakan di Mandapai, teks tersebut disusun dalam kondisi yang sangat darurat di Niuk, sebuah desa terpencil lainnya. Penentuan lokasi di Mandapai (tempat monumen berdiri sekarang) dipilih karena posisinya yang strategis secara taktis namun cukup tersembunyi untuk mengumpulkan pasukan tanpa terdeteksi oleh intelijen NICA.

Selain itu, peristiwa ini sering disebut sebagai "Manifesto 17 Mei". Keunikan lainnya adalah partisipasi aktif masyarakat suku Dayak Meratus yang memberikan perlindungan logistik dan informasi kepada pasukan ALRI Divisi IV, menunjukkan adanya persatuan lintas etnis di Kalimantan Selatan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Upaya Pelestarian dan Status Saat Ini

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara rutin melakukan pemeliharaan terhadap Monumen Proklamasi 17 Mei. Situs ini telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya penting di Kalimantan. Restoran dan renovasi dilakukan secara berkala, terutama pada bagian relief dan teks proklamasi agar tetap terbaca jelas oleh generasi muda.

Setiap tanggal 17 Mei, monumen ini menjadi pusat peringatan "Hari Proklamasi Kalimantan". Ribuan orang, mulai dari pejabat pemerintah, TNI/Polri, pelajar, hingga veteran perang, berkumpul di sini untuk melakukan napak tilas perjuangan. Keberadaan museum kecil di sekitar area monumen juga membantu menyimpan artefak peninggalan perang gerilya, seperti senjata tradisional, seragam pejuang, dan dokumen-dokumen korespondensi rahasia.

Nilai Budaya dan Edukasi

Bagi masyarakat Hulu Sungai Selatan, Monumen Proklamasi 17 Mei bukan sekadar objek wisata sejarah, melainkan simbol identitas kolektif. Nilai-nilai "Waja Sampai Kaputing" (Berusaha sampai titik darah penghabisan) sangat kental terasa di situs ini. Monumen ini menjadi sarana edukasi luar ruangan bagi sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan untuk menanamkan jiwa nasionalisme.

Secara budaya, situs ini juga menjadi pengingat akan keharmonisan antara pejuang perkotaan dengan masyarakat adat pedalaman. Kerjasama yang terjalin selama masa gerilya di sekitar lokasi monumen menjadi warisan sosial yang terus dijaga hingga sekarang. Dengan mengunjungi monumen ini, pengunjung diajak untuk merenungkan betapa mahalnya harga sebuah kedaulatan dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Mandapai, Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 24 jam

Tempat Menarik Lainnya di Hulu Sungai Selatan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Hulu Sungai Selatan

Pelajari lebih lanjut tentang Hulu Sungai Selatan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Hulu Sungai Selatan