Banjarmasin
RareDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Perkembangan Kota Banjarmasin: Kota Seribu Sungai
Banjarmasin, ibu kota historis Kalimantan Selatan, merupakan salah satu kota tertua dan paling berpengaruh di pulau Kalimantan. Dengan luas wilayah 98,77 km², kota ini terletak secara strategis di posisi tengah geografis Indonesia, menjadikannya simpul perdagangan vital yang menghubungkan pedalaman Kalimantan dengan jalur maritim internasional.
##
Asal-usul dan Kesultanan Banjar
Titik balik sejarah Banjarmasin bermula pada 24 September 1526. Tanggal ini menandai kemenangan Pangeran Samudera dalam perebutan takhta Kerajaan Negara Daha. Dengan dukungan Kesultanan Demak, Pangeran Samudera memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah, mendirikan Kesultanan Banjar di muara Sungai Kuin. Peristiwa ini tidak hanya menandai lahirnya kota Banjarmasin, tetapi juga awal penyebaran Islam yang masif di wilayah Kalimantan Selatan. Sebagai bukti sejarah, Masjid Sultan Suriansyah yang bergaya arsitektur tradisional Banjar masih berdiri kokoh di tepian sungai sebagai simbol religiusitas masyarakat setempat.
##
Era Kolonial dan Perlawanan Rakyat
Kedatangan Belanda melalui VOC pada abad ke-17 mulai mengganggu stabilitas ekonomi Banjar yang kaya akan lada dan batubara. Ketegangan memuncak pada Perang Banjar (1859–1905), salah satu palagan terlama melawan kolonialisme di Nusantara. Tokoh legendaris seperti Pangeran Antasari menggelorakan semboyan "Waja Sampai Kaputing" (Berusaha sampai titik darah penghabisan). Meskipun Belanda berhasil menghapuskan Kesultanan Banjar secara sepihak pada tahun 1860, perlawanan gerilya terus berlanjut di bawah pimpinan tokoh-tokoh seperti Demang Lehman dan Tumenggung Antaludin.
##
Era Kemerdekaan dan Integrasi Nasional
Pasca proklamasi 1945, Banjarmasin menjadi panggung diplomasi dan militer yang krusial. Salah satu momen heroik adalah peristiwa ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan Hassan Basry. Melalui Proklamasi 17 Mei 1949, rakyat Banjar menyatakan kesetiaan penuh kepada Republik Indonesia, menolak skema negara boneka bentukan Belanda. Kontribusi Banjarmasin dalam menjaga keutuhan NKRI di wilayah Kalimantan sangat signifikan bagi pengakuan kedaulatan Indonesia secara de facto.
##
Warisan Budaya dan Modernisasi
Secara geografis, Banjarmasin unik karena berada di bawah permukaan laut, yang membentuk budaya sungai yang kental. Pasar Terapung Muara Kuin dan Lok Baintan adalah warisan ekonomi tradisional yang mencerminkan adaptasi manusia terhadap ekosistem lahan basah. Secara administratif, Banjarmasin berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala di utara dan barat, serta Kabupaten Banjar di timur dan selatan, membentuk wilayah metropolitan yang dinamis.
Kini, Banjarmasin berkembang menjadi pusat pendidikan dan jasa. Meskipun status ibu kota provinsi telah berpindah ke Banjarbaru, Banjarmasin tetap memegang peranan sebagai pusat budaya Banjar. Kota ini terus melestarikan tradisi Barenteng (menyusun rumah di pinggir sungai) dan kerajinan Sasirangan, sambil terus memodernisasi infrastruktur perkotaan tanpa meninggalkan identitasnya sebagai "Kota Seribu Sungai".
Geography
#
Geografi dan Lanskap Alam Banjarmasin
Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan wilayah perkotaan unik yang secara geografis terletak di bagian tengah provinsi. Dengan luas wilayah mencapai 98,77 km², kota ini memiliki karakteristik fisik yang sangat spesifik dan tergolong langka dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Meskipun secara administratif berada di daratan dan tidak berbatasan langsung dengan garis pantai laut lepas (non-coastal), keberadaan air mendominasi hampir setiap sudut wilayahnya.
##
Topografi dan Karakteristik Lahan
Secara topografis, Banjarmasin berada pada ketinggian rata-rata 0,16 meter di bawah permukaan laut. Wilayah ini merupakan dataran rendah yang sangat datar, hampir tidak memiliki perbukitan, lembah, atau pegunungan. Struktur tanahnya didominasi oleh tanah aluvial dan rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut air sungai. Kondisi ini membuat Banjarmasin dijuluki sebagai "Kota Seribu Sungai". Batas wilayahnya bersinggungan langsung dengan tiga wilayah tetangga utama, yaitu Kabupaten Barito Kuala di sisi utara dan barat, serta Kabupaten Banjar di sisi timur dan selatan.
##
Jaringan Hidrologi dan Sungai Utama
Fitur geografis yang paling mencolok adalah jaringan sungai yang membelah kota. Sungai Barito yang lebar dan Sungai Martapura menjadi urat nadi utama transportasi dan ekonomi. Keberadaan sungai-sungai kecil yang saling terhubung menciptakan sistem drainase alami sekaligus tantangan ekologis, di mana daratan sering kali tergenang saat puncak pasang air laut atau curah hujan tinggi. Fenomena delta sungai ini menciptakan sedimentasi yang subur namun labil untuk konstruksi bangunan permanen.
##
Iklim dan Variasi Musiman
Banjarmasin memiliki iklim tropis basah dengan kelembapan udara yang sangat tinggi, berkisar antara 70% hingga 80%. Suhu udara rata-rata berada pada rentang 26°C hingga 34°C. Pola curah hujan mengikuti siklus monsun, dengan musim penghujan yang intensitasnya meningkat pada bulan November hingga Maret. Karena posisinya yang berada di dataran rendah dan dikelilingi rawa, kota ini sangat rentan terhadap penguapan tinggi yang sering kali menciptakan lapisan kabut tipis di permukaan sungai pada pagi hari.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Meskipun luas hutannya terbatas akibat urbanisasi, Banjarmasin tetap memiliki zona ekologi rawa banir yang penting. Keanekaragaman hayati di kawasan ini mencakup vegetasi riparian seperti pohon rumbia (sagu), nipah, dan mangrove air tawar. Dari sisi sumber daya, wilayah ini lebih berperan sebagai pusat distribusi mineral (seperti batubara dari daerah hulu) dan hasil hutan, sementara pertanian lokal didominasi oleh persawahan pasang surut.
##
Koordinat Geografis
Secara astronomis, Banjarmasin terletak pada koordinat 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' sampai 114°38' Bujur Timur. Posisi strategis di tengah Pulau Kalimantan menjadikannya titik simpul perdagangan yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan jalur distribusi nasional, meski seluruh batas wilayahnya dikelilingi oleh daratan dan sungai, bukan laut terbuka.
Culture
#
Banjarmasin: Intisari Kebudayaan Sungai di Jantung Kalimantan Selatan
Banjarmasin, yang dikenal sebagai "Kota Seribu Sungai", merupakan pusat kebudayaan suku Banjar yang memadukan elemen air, perdagangan, dan religiusitas. Meskipun secara administratif berada di daratan seluas 98,77 km², identitas kota ini tidak dapat dipisahkan dari ekosistem sungai yang membentuk fondasi sosial dan budayanya.
##
Tradisi dan Kearifan Lokal Berbasis Air
Tradisi paling ikonik adalah Pasar Terapung di Muara Kuin dan Lok Baintan. Di sini, sistem barter masih bertahan, dan transaksi dilakukan di atas *jukung* (perahu kayu). Masyarakat mengenal istilah *Bapandukan*, yaitu tradisi berkumpul di dermaga kayu untuk bersosialisasi. Selain itu, terdapat upacara Malam Selamatan Banua, sebuah ritual doa bersama untuk memohon keselamatan kota agar terhindar dari marabahaya, yang mencerminkan harmoni antara manusia dan alam.
##
Kesenian, Musik, dan Pertunjukan
Seni pertunjukan Banjarmasin sangat dipengaruhi oleh narasi Islam dan Melayu. Madihin adalah seni sastra lisan berupa puisi jenaka yang dilantunkan dengan iringan terbang (rebana), biasanya dibawakan oleh seorang *Pamadihinan*. Untuk tarian, Tari Baksa Kembang menjadi tarian penyambutan tamu agung yang melambangkan kelembutan gadis Banjar. Dalam hal musik, Gamelan Banjar memiliki karakteristik nada yang lebih dinamis dan ceria dibandingkan gamelan Jawa, sering mengiringi pertunjukan Wayang Kulit Banjar yang menggunakan dialek lokal.
##
Kuliner Khas yang Autentik
Kuliner Banjarmasin didominasi oleh penggunaan ikan sungai dan rempah yang kaya. Soto Banjar adalah primadona, menggunakan kuah keruh yang dicampur susu atau telur bebek, disajikan dengan ketupat dan sate puyuh. Jangan lewatkan Ketupat Kandangan dengan ikan haruan (gabus) asap. Kota ini juga terkenal sebagai surga "Wadai" (kue tradisional), seperti Bingka Barandam dan Hamparan Tatak, yang biasanya muncul secara masif saat bulan Ramadan sebagai bagian dari tradisi berbuka puasa.
##
Bahasa, Dialek, dan Ekspresi Lokal
Masyarakat berkomunikasi menggunakan Bahasa Banjar. Terdapat dua dialek utama, yaitu Banjar Kuala (di Banjarmasin) dan Banjar Hulu. Ekspresi unik seperti "Kada kawa" (tidak bisa) atau "Bungas" (cantik/tampan) sering terdengar dalam percakapan sehari-hari. Bahasa ini juga memiliki tingkatan kesantunan yang disebut Basa Halus untuk menghormati orang tua atau tokoh agama.
##
Tekstil dan Busana Tradisional
Sasirangan adalah kain tradisional kebanggaan Banjarmasin. Tidak seperti batik yang menggunakan malam, Sasirangan dibuat dengan teknik tusuk jelujur dan diikat sebelum dicelup warna. Motifnya memiliki makna filosofis, seperti *Iris Pudak* atau *Kangkung Kaombakan*. Untuk pakaian adat, Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut menampilkan kemewahan dengan pengaruh Hindu-Jawa kuno, menggunakan ronce melati dan sentuhan emas.
##
Kehidupan Religius dan Festival Budaya
Sebagai kota yang religius, tradisi Islam sangat kental. Baayun Maulid adalah tradisi mengayunkan bayi di dalam ayunan yang dihias janur saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, bertujuan agar sang anak mendapat berkah. Setiap tahun, Festival Budaya Pasar Terapung diselenggarakan untuk melestarikan permainan rakyat seperti Balogo dan Bakiak, mempertegas posisi Banjarmasin sebagai pusat peradaban sungai yang tak lekang oleh zaman.
Tourism
#
Menjelajahi Banjarmasin: Kota Seribu Sungai di Jantung Kalimantan
Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan, adalah sebuah permata langka yang terletak di posisi strategis bagian tengah Nusantara. Dengan luas wilayah 98,77 km², kota ini memiliki karakteristik unik sebagai wilayah non-pesisir yang didominasi oleh labirin kanal dan sungai besar. Berbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar, Banjarmasin menawarkan eksotisme budaya air yang jarang ditemukan di belahan dunia lain.
##
Pesona Alam dan Keajaiban Perairan
Meskipun tidak memiliki pantai atau pegunungan tinggi, daya tarik utama Banjarmasin terletak pada ekosistem sungainya. Sungai Martapura dan Sungai Barito adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Wisatawan dapat mengunjungi Pulau Kembang, sebuah delta di tengah sungai yang menjadi habitat alami bagi kawanan kera ekor panjang dan bekantan, primata hidung panjang endemik Kalimantan. Untuk menikmati suasana taman kota yang asri, Siring Menara Pandang menawarkan ruang terbuka hijau di tepi sungai yang menjadi titik kumpul favorit saat matahari terbenam.
##
Warisan Budaya dan Jejak Sejarah
Budaya Banjar yang religius dan historis tercermin kuat dalam arsitektur kota. Masjid Raya Sabilal Muhtadin, dengan kubah emasnya yang megah, berdiri sebagai ikon spiritual lokal. Bagi pecinta sejarah, Museum Wasaka yang menempati rumah panggung tradisional Banjar (Rumah Bubungan Tinggi) menyimpan koleksi memorabilia perjuangan rakyat Kalimantan Selatan melawan kolonialisme. Pengalaman paling otentik adalah mengunjungi Pasar Terapung Lok Baintan atau Muara Kuin. Di sini, transaksi jual-beli dilakukan di atas perahu kayu (jukung) sejak subuh, menciptakan pemandangan warna-warni hasil bumi yang sangat fotogenik.
##
Petualangan Kuliner Khas Banjar
Wisata kuliner di Banjarmasin adalah perjalanan rasa yang kaya rempah. Anda wajib mencicipi Soto Banjar otentik yang menggunakan kuah susu atau telur bebek untuk kekentalannya, disajikan dengan ketupat dan sate ayam. Jangan lewatkan Ketupat Kandangan dengan ikan haruan (gabus) asap yang gurih. Bagi penyuka kudapan manis, kota ini adalah surga "Wadai" (kue tradisional) seperti Bingka Barandam dan Lapis Legit yang sering dijajakan di pasar-pasar tradisional.
##
Aktivitas Luar Ruangan dan Hospitalitas
Aktivitas luar ruangan terbaik adalah melakukan *river cruise* menggunakan perahu Klotok. Menyusuri kanal-kanal sempit di tengah pemukiman warga memberikan perspektif unik tentang kehidupan di atas air. Masyarakat Banjar dikenal dengan keramahannya yang hangat (konsep Bubuhan). Pilihan akomodasi sangat beragam, mulai dari hotel butik modern di pusat kota hingga penginapan di tepi sungai yang menawarkan pemandangan langsung ke aktivitas perairan.
##
Waktu Kunjungan Terbaik
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Juni hingga September saat musim kemarau, memudahkan mobilitas sungai tanpa kendala hujan lebat. Selain itu, bulan September biasanya dimeriahkan oleh perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin dengan berbagai festival perahu hias dan pertunjukan seni budaya yang spektakuler.
Economy
#
Profil Ekonomi Kota Banjarmasin: Pusat Perdagangan Sungai di Kalimantan Selatan
Banjarmasin, yang dikenal sebagai "Kota Seribu Sungai", memegang peran krusial sebagai episentrum ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan. Meskipun memiliki luas wilayah yang relatif kecil, yakni 98,77 km², kota ini merupakan hub logistik utama yang menghubungkan pedalaman Kalimantan dengan pasar nasional dan internasional. Sebagai wilayah yang dikelilingi oleh daratan (landlocked) dalam konteks administratif regional namun terhubung erat dengan sistem perairan Barito, Banjarmasin memiliki karakteristik ekonomi yang unik.
##
Sektor Perdagangan dan Jasa
Dominasi ekonomi Banjarmasin terletak pada sektor tersier. Sebagai pusat distribusi, sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi PDRB tertinggi. Keberadaan Pelabuhan Trisakti menjadi urat nadi utama bagi ekspor komoditas unggulan Kalimantan Selatan seperti batu bara dan kelapa sawit, serta impor barang konsumsi. Aktivitas jasa keuangan, asuransi, dan real estat juga tumbuh pesat seiring dengan statusnya sebagai simpul bisnis di bagian tengah kepulauan Indonesia.
##
Industri Pengolahan dan Kerajinan Tradisional
Industri pengolahan di Banjarmasin didominasi oleh sektor perkayuan dan pengolahan karet. Namun, keunikan ekonomi lokal juga terpancar dari kerajinan tradisional yang bernilai ekspor. Kain Sasirangan, wastra khas Banjar, telah bertransformasi dari produk budaya menjadi komoditas fashion komersial yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Selain itu, industri pengolahan makanan berbasis perikanan sungai, seperti produksi amplang dan ikan asin, menjadi produk unggulan yang memperkuat UMKM setempat.
##
Ekonomi Maritim Sungai dan Pariwisata
Meskipun tidak berbatasan langsung dengan laut lepas, Banjarmasin mengoptimalkan "ekonomi sungai". Pasar Terapung Muara Kuin dan Lok Baintan bukan sekadar objek wisata, melainkan pusat transaksi agraris yang telah bertahan selama berabad-abad. Pariwisata berbasis sungai ini mendorong pertumbuhan sektor perhotelan dan kuliner. Transformasi kawasan siring Sungai Martapura menjadi pusat aktivitas ekonomi baru menunjukkan keberhasilan integrasi infrastruktur publik dengan nilai komersial.
##
Infrastruktur, Transportasi, dan Ketenagakerjaan
Pembangunan infrastruktur difokuskan pada konektivitas darat dan air. Pembangunan jembatan-jembatan ikonik seperti Jembatan Rumpiang dan pemeliharaan kanal-kanal kota berfungsi ganda: sebagai pengendali banjir dan jalur transportasi logistik. Tren ketenagakerjaan menunjukkan pergeseran dari sektor informal ke sektor jasa modern dan ekonomi kreatif. Pemerintah kota terus mendorong digitalisasi UMKM agar produk lokal dapat bersaing di pasar e-commerce global.
Dengan posisi strategisnya di tengah jalur perdagangan domestik, Banjarmasin terus memperkuat posisinya bukan hanya sebagai kota administratif, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi Kalimantan Selatan yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan global.
Demographics
#
Demografi Banjarmasin: Dinamika Kota Seribu Sungai
Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan pusat gravitasi ekonomi dan sosial di bagian tengah Indonesia. Dengan luas wilayah yang relatif compact sebesar 98,77 km², kota ini memiliki karakteristik demografis yang unik sebagai wilayah non-pesisir yang didominasi oleh ekosistem lahan basah.
Ukuran dan Kepadatan Penduduk
Berdasarkan data terbaru, Banjarmasin dihuni oleh lebih dari 670.000 jiwa. Hal ini menjadikannya salah satu kota terpadat di luar Pulau Jawa dengan kepadatan mencapai sekitar 6.800 jiwa per km². Distribusi penduduk terkonsentrasi di Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat, di mana aktivitas perdagangan dan permukiman tepian sungai tumbuh sangat masif.
Komposisi Etnis dan Keberagaman Budaya
Etnis Banjar merupakan kelompok mayoritas yang mendominasi struktur sosial, disusul oleh suku Jawa, Madura, dan Tionghoa. Keunikan demografis Banjarmasin terletak pada asimilasi budaya sungai yang kuat; identitas "Urung Banjar" melintasi batas-batas etnis melalui penggunaan Bahasa Banjar sebagai lingua franca. Kehidupan religius sangat kental dengan mayoritas penduduk Muslim, yang tercermin dalam pola pemukiman di sekitar masjid dan langgar.
Struktur Usia dan Piramida Penduduk
Banjarmasin memiliki struktur penduduk muda (ekspansif). Piramida penduduk menunjukkan basis yang lebar pada kelompok usia produktif (15-64 tahun), yang mencakup lebih dari 68% total populasi. Hal ini menciptakan peluang dividen demografi, namun juga memberikan tekanan pada ketersediaan lapangan kerja di sektor jasa dan perdagangan.
Pendidikan dan Literasi
Tingkat literasi di Banjarmasin sangat tinggi, melampaui 99%. Sebagai pusat pendidikan regional, kota ini memiliki konsentrasi penduduk berpendidikan tinggi yang signifikan karena keberadaan Universitas Lambung Mangkurat dan berbagai perguruan tinggi swasta lainnya. Hal ini menarik arus migrasi pelajar dari wilayah hinterland seperti Barito Kuala dan Banjar.
Urbanisasi dan Pola Migrasi
Sebagai kota yang berbatasan langsung dengan tiga wilayah (Kabupaten Barito Kuala di utara/barat dan Kabupaten Banjar di timur/selatan), Banjarmasin mengalami fenomena urbanisasi sirkuler. Mobilitas harian sangat tinggi, di mana penduduk dari wilayah penyangga masuk ke kota untuk bekerja. Meskipun tidak berbatasan langsung dengan laut, posisi tengahnya menjadikannya hub penting bagi migrasi internal dari Kalimantan Tengah dan pedalaman Kalimantan Selatan, memperkuat statusnya sebagai metropolis sungai yang dinamis.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Onderafdeeling Amuntai pada masa kolonial Belanda sebelum akhirnya dimekarkan menjadi kota administratif mandiri.
- 2.Kesenian tari Itik yang lincah lahir di sini, terinspirasi dari kebiasaan peternak lokal yang menggembalakan unggas di lahan basah.
- 3.Meskipun berada di pedalaman Kalimantan Selatan, kota ini dijuluki sebagai Kota Bertaqwa dan memiliki luas wilayah terkecil di provinsi tersebut, yakni di bawah 100 kilometer persegi.
- 4.Salah satu ikon kuliner yang sangat terkenal dari daerah ini adalah olahan daging Itik Alabio yang menjadi komoditas ekonomi utama bagi masyarakat setempat.
Destinasi di Banjarmasin
Semua Destinasi→Pasar Terapung Lok Baintan
Menjadi ikon pariwisata Kalimantan Selatan, pasar terapung ini menawarkan pengalaman transaksi jual-...
Bangunan IkonikMasjid Raya Sabilal Muhtadin
Berdiri megah di pusat kota, masjid ini merupakan landmark religi terbesar di Banjarmasin yang naman...
Tempat RekreasiMenara Pandang Banjarmasin
Bangunan setinggi empat lantai ini menawarkan titik pandang terbaik untuk menikmati panorama Sungai ...
Situs SejarahMuseum Wasaka
Menempati sebuah rumah tradisional Banjar tipe Bubungan Tinggi, museum ini menyimpan memori perjuang...
Kuliner LegendarisSoto Bang Amat
Destinasi kuliner wajib yang menyajikan Soto Banjar otentik dengan kuah bening yang kaya rempah dan ...
Bangunan IkonikPatung Bekantan
Maskot provinsi Kalimantan Selatan ini diabadikan dalam bentuk patung raksasa setinggi 6,5 meter yan...
Tempat Lainnya di Kalimantan Selatan
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Banjarmasin dari siluet petanya?