10 Situs Sejarah Terbaik di Maluku
Daftar pilihan situs sejarah terbaik di Maluku — lengkap dengan lokasi, deskripsi, dan tips.
Maluku adalah salah satu dari 38 provinsi di Indonesia. Daftar ini berisi 10 situs sejarah terbaik yang dikurasi oleh tim editorial GeoKepo, diambil dari basis data destinasi kami di seluruh 514 kabupaten dan kota.
Setiap entri di bawah ditautkan ke profil destinasi lengkap, termasuk fakta utama (jam buka, biaya masuk, kontak), konteks sejarah, dan tips kunjungan. Daftar diurutkan alfabetis — pilih yang sesuai rencana perjalanan Anda.
Benteng Duurstede
Maluku Tengah · Maluku
Terletak di Saparua, benteng ini merupakan lokasi pertempuran heroik pahlawan nasional Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817. Kini, reruntuhan benteng yang terawat ini berfungsi sebagai museum terbuka yang menghadap langsung ke arah teluk yang te…
- Jam buka
- Setiap hari, 08:00 - 17:00
- Tiket
- Rp 10.000 per orang
Benteng Amsterdam (Hila)
Seram Bagian Barat · Maluku
Meskipun secara administratif berada di perbatasan, situs ini merupakan saksi bisu kejayaan perdagangan rempah-rempah di wilayah Seram dan Ambon pada masa kolonial Belanda. Struktur bangunan yang masih kokoh memberikan gambaran arsitektur pertahanan abad ke-17 yang menghadap lang…
- Jam buka
- Setiap hari, 09:00 - 17:00
- Tiket
- Donasi sukarela
Situs Benteng Belanda Enu
Kepulauan Aru · Maluku
Sisa-sisa reruntuhan benteng pertahanan Belanda ini menjadi bukti penting jalur perdagangan rempah dan hasil laut di masa lampau. Pengunjung dapat melihat struktur batu tua yang kini menyatu dengan akar pepohonan hutan, menciptakan nuansa sejarah yang mistis.
- Jam buka
- Setiap hari, 08:00 - 17:00
- Tiket
- Sukarela
Pulau Geser
Seram Bagian Timur · Maluku
Pulau kecil ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan titik pertemuan budaya yang strategis sejak abad ke-19. Dengan pemukiman yang padat di atas air dan kanal-kanal kecil, Pulau Geser sering dijuluki sebagai 'Venesia dari Maluku' yang menyimpan jej…
- Jam buka
- 24 Jam
- Tiket
- Gratis
Benteng Delft
Maluku Barat Daya · Maluku
Situs bersejarah peninggalan VOC ini merupakan saksi bisu kejayaan perdagangan rempah di wilayah kepulauan selatan Maluku. Sisa-sisa reruntuhan benteng di Pulau Saparua ini menyimpan cerita diplomasi dan kolonialisme yang kuat di masa lampau.
- Jam buka
- Setiap hari, 08:00 - 17:00
- Tiket
- Sukarela
Benteng Belgica
Maluku Tengah · Maluku
Benteng peninggalan VOC abad ke-17 ini merupakan ikon sejarah rempah dunia yang terletak di Kepulauan Banda. Memiliki bentuk pentagon yang unik dan kokoh di atas bukit, benteng ini menawarkan panorama spektakuler ke arah Gunung Api Banda dan perairan Laut Banda yang biru dalam.
- Jam buka
- Setiap hari, 08:00 - 17:00
- Tiket
- Rp 20.000 per orang
Istana Mini Banda Naira
Maluku Tengah · Maluku
Bangunan megah bergaya kolonial ini dulunya merupakan kediaman resmi Gubernur Jenderal Belanda sebelum dipindahkan ke Batavia. Sebagai saksi bisu kejayaan monopoli pala, Istana Mini menyimpan arsitektur klasik dengan pilar-pilar besar yang mencerminkan signifikansi politik Banda …
- Jam buka
- Setiap hari, 08:00 - 17:00
- Tiket
- Sukarela / Donasi
Situs Bekas Pengasingan Savanajaya
Buru · Maluku
Desa Savanajaya menyimpan memori sejarah kelam Indonesia sebagai lokasi Unit Pemukiman bagi para tahanan politik (Tapol) pada masa Orde Baru. Di sini, pengunjung dapat melihat sisa-sisa bangunan dan bentang lahan yang dahulu digarap oleh para tahanan, termasuk jejak sastrawan Pra…
- Jam buka
- Setiap hari, 08:00 - 16:00
- Tiket
- Sukarela
Situs Perahu Batu Sangliat Dol
Kepulauan Tanimbar · Maluku
Terletak di Desa Sangliat Dol, situs megalitikum ini berupa struktur batu besar menyerupai perahu yang dibangun sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan pusat ritual adat. Keberadaannya mencerminkan filosofi pelayaran masyarakat Tanimbar yang mendalam dan merupakan salah sa…
- Jam buka
- Setiap hari, 24 jam
- Tiket
- Donasi sukarela / Biaya pemandu lokal
Makam Mgr. Johannes Aerts dan Rekan
Maluku Tenggara · Maluku
Situs bersejarah ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi Mgr. Johannes Aerts dan para misionaris MSC yang menjadi martir pada masa pendudukan Jepang tahun 1942. Lokasi ini merupakan saksi bisu sejarah penyebaran agama Katolik dan perjuangan kemanusiaan di Kepulauan Kei.
- Jam buka
- Setiap hari, 08:00 - 18:00
- Tiket
- Gratis / Donasi